Sengaja dipiara, konflik aliran sesat Syi’ah melawan Ummat Islam

  •  “Kenapa saya katakan pemerintah yang menghedaki situasi ini? Karena pemerintah masih terus saja mengabaikan keberadaan sebuah kelompok yang melanggar aturan yang ada yaitu penodaan agama.”

Salah satu kepentingan yang jelas memang untuk pengalihan isu. Ketika pemerintah tidak menghendaki rakyat lebih banyak mengetahui kebobrokan pemerintah, maka dialihkan isu itu,”kata Ketua Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) ustadz Athian Ali M. Dai, MA . (nahimunkar.com, 31 August 2012 | Filed under: Aliran Sesat,Dunia Islam,Featured,Indonesia,Syi’ah,Tokoh )

Ungkapan tersebut memang nyata, bahkan ada yang mengakuinya. Inilah beritanya.

***

Jalaluddin Rakhmat: SBY Kirim Saya Sebagai Wakil Syiah ke Luar Negeri

JAKARTA – Pernyataan mengejutkan datang dari Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia, Jalaluddin Rakhmat. Di tengah desakan umat Islam agar Majelis Ulama Indonesia (MUI),  sebagai otoritas yang diakui pemerintah terkait persoalan umat Islam, untuk mengeluarkan fatwa sesat terhadap organisasi Syiah, Kang Jalal, pentolan Syiah di Indonesia justru menyatakan bahwa pemerintah mendukung keberadaan Syiah.

Dalam wawancara dengan situs viva.co.id, Ahad 2 September 2012, Jalal yang belakangan mulai terang-terangan mengaku sebagai tokoh Syiah Itsna Asyariyah di Indonesia mengatakan bahwa hubungan pemerintah dengan Syiah berjalan cukup baik, paling tidak secara politis.

…Saya misalnya pernah dikirim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai wakil Syiah untuk ke luar negeri

Pria berkaca mata tebal ini kemudian mengungkapkan, “Saya misalnya pernah dikirim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai wakil Syiah untuk ke luar negeri,” ujarnya.

Selain itu, terang Jalal, jika Kementerian Luar Negeri mengirimkan perwakilan Syiah untuk acara di luar negeri, maka dirinyalah yang dikirim sebagai delegasi.”Syiah sesungguhnya diakui. Kami punya organisasi yang diakui secara resmi oleh negara. Kami juga terdaftar di Kementerian Dalam negeri,” terangnya bangga.

Secara terbuka, dalam wawancara tersebut, Jalal juga menceritakan, sekitar satu atau dua tahun lalu pernah ada ulama mengirim surat kepada presiden untuk membubarkan Syiah. Surat itu, kata Jalal, mendarat dulu di Sekretariat Negara. Pihak Setneg kemudian memanggil Jalal, yang ketika itu memberi penjelasan tentang Syiah. “Dan Alhamdulillah, pihak pemerintah mendukung kami,” ujarnya.

…Dan Alhamdulillah, pihak pemerintah mendukung kami

Dalam kesempatan wawancara  itu, Jalaluddin kembali melontarkan pernyataan yang bisa memperkeruh suasana. Ketika ditanya, mengapa di Sampang selalu terjadi konflik antar Syiah dan Sunni, Jalal mengatakan, karena di Sampang Syiah minoritas.”Karena di sana merupakan kantong Syiah terkecil. Karena orang umumnya berani kepada yang lemah. Coba kalau mereka menyerang Syiah di Bandung?” kata Jalal.

Pria yang pernah ditolak sebagai kandidat doktor UIN Makassar oleh para ulama di Sulsel ini, menyatakan dengan tegas agar penganut Syiah menolak untuk direlokasi. “Relokasi adalah tahap kedua sebelum genosida, sebelum dibunuh. Paling tidak relokasi menunjukkan secara tegas bahwa they must not be here. Oleh karena itu kami anjurkan agar orang Syiah tidak boleh direlokasi,” tuturnya. [Widad/Arta] (voa-islam.com) Selasa, 04 Sep 2012

***

Dhalim kwadrat

Bagaimanapun, itu merupakan kedhaliman. Membela yang menodai agama, sambil mengecam dan memburu yang membela agamanya, Itu kedhaliman kwadrat atau murakkab. Padahal Allah Ta’ala  jelas mengharamkan kedhaliman.

Siapa saja yang membela kedhaliman dan kecurangan itu, maka hendaklah takut kepada firman Allah Ta’ala:

وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا

…dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat. (QS An-Nisaa’: 105).

Mari kita bandingkan, kalau pemelihara wanita nakal yang merusak moral disebut dengan germo atau mucikari, lantas pemelihara pentolan-pentolan aliran sesat yang merusak agama, dalam istilah bahasa disebut apa? Mungkin ahli bahasa yang lebih tahu. Tentang sebutannya, ya nanti saja dulu. Yang jelas, itu lebih buruk dibanding germo yang sudah sangat jahat itu. Sedang germo itu sendiri sudah merupakan sampah masyarakat plus pengkhianat. Kalau yang dipiara itu perusak agama, berarti pemelihara itu adalah musuh agama dan musuh Allah Ta’ala. Itu termasuk dalam kutukan do’a dalam Islam yang terkenal: Allahumma dammir a’daa-aka a’daa-addien. Ya Allah, hancurkanlah musuh-musuhMu musuh-musuh agama.

Perlu diketahui, pernah rombongan tokoh Islam datang ke Kejaksaan Agung untuk meminta agar aliran sesat Ahmadiyah dibubarkan, karena menodai Islam, merusak Islam dan mersesahkan. Lalu pihak Kejaksaan Agung menjawab, intinya, sejak masa reformasi sekitar 1998-an maka untuk memutuskan tentang suatu aliran itu dibubarkan, tidak lagi di tangan kejaksaan Agung, tapi di tangan Presiden. Jadi pihak Kejaksaan Agung tidak berwenang lagi, jelasnya.

Dari keterangan itu, kini perlu direnungkan, bagaimana kalau yang seharusnya membubarkan aliran sesat itu justru yang memeliharanya, dan bahkan mengutus secara resmi pentolan aliran sesat? Bukankah lebih buruk dibanding pepatah: pagar makan tanaman?sesat itu justru yang memeliharanya, dan bahkan mengutus secara resmi pentolan aliran sesat?liran sesat itu.

Juga disebutkan dalam berita tersebut,

Secara terbuka, dalam wawancara tersebut, Jalal juga menceritakan, sekitar satu atau dua tahun lalu pernah ada ulama mengirim surat kepada presiden untuk membubarkan Syiah. Surat itu, kata Jalal, mendarat dulu di Sekretariat Negara. Pihak Setneg kemudian memanggil Jalal, yang ketika itu memberi penjelasan tentang Syiah. “Dan Alhamdulillah, pihak pemerintah mendukung kami,” ujarnya.

Keadaan itu lebih buruk dibanding dokter-dokter dan rumah sakit yang berkomplot dan bersekongkol dengan penyebar penyakit. Apalagi dalam sejarahnya, orang penting di sekretariat Negara Indonesia itu ada yang namanya Johan Efendi, yang dia itu menurut LPPI jelas terdaftar sebagai anggota aliran sesat Ahmadiyah. Bagiamana jadinya kalau tata aturan di Indonesia ini ternyata jungkir balik seperti itu, dan pelaksana-pelaksananya adalah pengkhianat-pengkhianat agama tingkat tinggi seperti itu? Jelas lebih buruk dibanding dokter yang bersekongkol dengan penyebar penyakit, dan secara nilai Islam, lebih buruk dibanding germo atau mucikari. Karena germo itu baru merusak salah satu bagian dari Islam, sedang pemelihara aliran sesat yang merusak Islam justru langsung merusak Islam secara total. Maka apabila ada Ummat Islam di dunia ini, baik di Indonesia maupun di luar negeri berdo’a melaknat dan mohon agar musuh-usuh Allah dan musuh-musuh agama Islam dihancurkan, terkenalah para pemelihara aliran sesat itu. Kalau toh tidak hancur di dunia, kelak akan hancur dengan siksa sangat dahsyat di akherat, bila di dunia ini mereka tidak mencabut tingkahnya dan tidak bertaubat.

Do’a orang yang didhalimi itu tidak ada didinding penghalang antara dia dengan Allah. Dan di dunia Ummat Islam sedang didhalimi oleh musuh-musuh Islam. Kemungkinan doa mereka pun akan meluncur ke langit dengan lafal-lafal yang menghunjam.

اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، ودمِّر أعدائك أعداء الدين، اللهم دمر أعدائك أعداء الدين،

 اللهم أعز الإسلام والمسلمين اللهم دمر أعداء الدين من الكفار والمنافقين

اللهم دمر من أراد بالمسلمين سوءا أو فتنة

اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، ودمر أعداء الدين، اللهم دمر أعداء المسلمين يا رب العالمين!

اللهم دمر أعداء الإسلام وأعداء المسلمين، اللهم شتت شملهم، وفرق جمعهم، وأنزل بهم بأسك الذي لا يُرد عن القوم المجرمين.

اللهم صلِّ وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد، وأرض اللهم عن خلفائه الراشدين، وعن سائر أصحاب رسولك أجمعين، وعن التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين، وعنا معهم بعفوك وكرمك وإحسانك يا رب العالمين.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.037 kali, 1 untuk hari ini)