SURIAH (voa-islam.com) – Kemajuan mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) sangat menggembirakan, terutama dalam hal Pengadilan Mahkamah Syari’ah. Mujahidin ISIS berjihad tidak semata-mata untuk menghapus kezaliman dari tanah Suriah, namun juga agar terealisasinya Penegakkan Syari’at Islam di bumi Suriah itu.

Info tentang perkembangan Pengadilan Mahkamah Syari’ah propinsi Idlib, Suriah,  itu berupa video yang dipublikasikan lewat You Tube pada tanggal 23 November 2013.

Pada pembukaan video tersebut, nampak seorang Qadhi Peradilan Syari’ah di Idlib. Beliau mengatakan bahwa  merupakan bentuk syukur kepada Allah atas kemenangan yang diberikan adalah menegakkan Syari’at Allah di muka bumi. Dampaknya, indeks kriminal semakin menurun drastis dan menyebarnya keamanan.

Kasus yang ditangani oleh Pengadilan Syari’ah paling maksimal sampai satu bulan. Pdana yang berkurang adalah zina, pencurian dan lain-lain.

Beliau juga mengajak kepada para thalabul ilmi agar mendatangi bumi Syam itu. Karena penduduk Syam sangat haus dengan Syari’at Islam. Agar mereka bisa berguna dan membantu dalam Pengadilan Islam.

Pengaduan Masyarakat kepada Mahkamah Syari’ah ISIS

Abu Abdurrahman Zaid dari Bab Amru, Homs, mengajukan kasus di Mahkamah Syari’ah Dana, Idlib. Ia diusir dari Homs karena berbagai tuduhan. Namun ia mengadukan kepada Amir Idlib agar memberikan jaminan keamanan kepadanya. “Setiap orang yang memutuskan perkara dengan Kitabullah kamin akan letakkan di atas kepala kami (kami pasrahkan dan hormati.red)” tutur Zaid. Abu Zaid mengungkapkan  bahwa perbedaan antara Rezim Nushairy Suriah dan Daulah Islam Irak dan Syam sangatlah jauh. Mereka memakai undang-undang positif sedangkan ISIS menerapkan Syari’at Allah

Selanjutnya yang diwawaancarai adalah salah satu Pencatat Kasus di Mahkamah Syari’ah Islam di propinsi Idlib. Pencatatan terbagi menjadi kasus damai, perjanjian, perwakilan dan lain-lain, kemudia diserahkan kepada Amir Mahkamah untuk disidang. Kasus-kasus yang mereka alami belum pernah terselesaikan. Dan kini alhamdulillah, sebagaian besar sudah terpecahkan dan mendapat solusi. Dan para pengadu pun tidak dikenakan beban administrasi.

Salah satu warga Idlib, Abul Qosim, menuturkan pula tentang hasil dari Pengadilan Syari’ah, dimana keamanan, kedamaian dan kententraman dan dirasakan oleh masyarakat idlib. Yang terzalimi mendapatkan haknya dan yangmenzalimi mendapatkan hukumannya. Menurut pengetahuan Abul Qosim, belum ada pengaduan masyarakat tentang penganiayaan atau kesalahan yang dilakukan oleh Aparat atau anggota ISIS.

Kemudian penuturan juga datang dari seorang pemuda yang bernama Amir, salah satu pengadu ke Mahkamah, mengatakan bahwa kondisi di Idlib menjadi tertib. Saat warga mendapatkan masalah, mereka datang ke mahkamah.

Sementara itu, Petugas Departemen Shulh di Mahkamah Islam. Alhamdulillah, kasus konflik yang terjadi antara satu warga dengan lain adalah kasus sederhana.”

Selasa, 4 Safar 1435 H / 3 Desember 2013 19:09 wib

[usamah/youtube]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.981 kali, 1 untuk hari ini)