densus tewas tertabrak mobil 

KENDAL– Setiap keburukan dan kejahatan yang dilakukan manusia pasti  akan mendapatkan azab yang setimpal dari Allah, baik di dunia maupun akhirat. Hal itu pula yang terjadi dan terbukti pada Syaiful Bagus Prasetyo alias Gentong (29 tahun).

Gentong merupakan keponakan dari Edi Joko Purwanto alias Edi Gombloh alias Edi Pesek yang beralamat di desa Karangdowo, kecamatan Weleri, kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dari beberapa informasi yang berhasil dihimpun voa-islam.com, Edi Pesek adalah anggota Densus 88 yang sering berkeliaran di sekitar Semarang, Kendal dan Batang.

Sedangkan Gentong merupakan preman yang beroperasi di daerah Weleri, Kendal dan suka mabuk serta berjudi. Selain berprofesi sebagai preman, Gentong ternyata juga informan/intel Densus 88 dalam memata-matai aktivis Islam dan sering ikut penggrebekan yang dilakukan Densus 88.

…Gentong dengan bangga menceritakan keterlibatanya menganiaya dengan memukul korban saat penggrebekan di Babadan Limpung, terhadap Supiyanto adik Abu Roban dan Abu Roban sendiri…

Keduanya, Gentong dan Edi Pesek, ikut dalam penggrebekan dan penculikan terhadap Purnawan Adi Sasongko alias Iwan di rumahnya kecamatan Rowosari, Kendal.( https://www.nahimunkar.org/sasongko-sedang-shalat-langsung-ditelungkupkan-dan-diikat-pakai-tali/?fb_source=pubv1 ).  Selain menculik Iwan, keduanya juga ikut “pasukan burung hantu” dalam operasi penculikan terhadap Supiyanto dan pembunuhan terhadap Untung Hidayat alias Abu Roban di desa Babadan, kecamatan Limpung, Batang, Rabu (8/5/2013) sore.

“Salah seorang teman dekat Gentong, yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa Gentong dengan bangga menceritakan keterlibatanya menganiaya dengan memukul korban saat penggrebekan di Babadan Limpung, terhadap Supiyanto adik Abu Roban dan Abu Roban sendiri,” kata sumber voa-islam.com yang tak mau disebutkan namanya, Jum’at (17/5/2013).

“Saat di bengkel Kedonsari Weleri itu bersama teman-temanya, Gentong juga bercerita bahwa dirinya ikut dalam penggrebekan di rumah Iwan di Rowosari,” tambahnya.

…Saat di bengkel Kedonsari Weleri itu bersama teman-temanya, Gentong juga bercerita bahwa dirinya ikut dalam penggrebekan di rumah Iwan di Rowosari…

Teman-teman Gentong yang saat itu berada di bengkel motor, sudah memperingatkan agar tidak bangga telah menganiaya terduga teroris. Pasalnya, menurut teman-teman Gentong, do’a orang-orang seperti mereka akan dikabulkan Allah. Namun Gentong tidak menggubris nasehat teman-temannya tersebut.

Akhirnya, pembalasan dari Allah itu datang juga. Sabtu 11 Mei 2013 sekitar pukul 15.00 WIB dengan kondisi terpengaruh alkohol, Gentong yang sedang naik sepeda motor tertabrak mobil. Kecelakaan itu terjadi di jalan pantura desa Surodadi, kecamatan Gringsing, Batang. Kecelakaan itu sendiri membuat robek dada dan wajahnya.

Meski segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal, nyawa Gentong tak tertolong. Dan setelah mengalami pendarahan di kepalanya yang cukup banyak, Gentong akhirnya tewas mengenaskan.

Pemuda dengan tangan bertato dan tidak memiliki pekerjaan tetap tersebut segera dikuburkan di desa Karangdowo, pada Sabtu bakda Isya’ malam itu juga. [Khal-fah/Udin] (voa-islam.com) Jum’at, 17 May 2013.

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 1.209 kali, 1 untuk hari ini)