.

 

Alwi Shihab (mantan ketua umum PKB yang kini mendukung  capres Jokowi) mengatakan, Nadlatul Ulama yang mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa adalah pengkhianat.

Menurut dia, mereka telah disusupi kelompok Wahabi Salafi dengan menyerang pasangan capres Jokowi-JK.

Tuduhan Alwi Shihab itu tampaknya asal bunyi, dan justru membuka kedoknya sendiri. Sebagai pembela aliran sesat syiah, Alwi Shihab menggunakan momen ini untuk menumpahkan kebenciannya terhadap Wahabi. Alwi tidak melek bahwa yang menyerang Jokowi-JK itu, bukan hanya dari kalangan NU, tapi berbagai kalangan yang melihat Jokowi-JK penuh dengan tutup topeng kepalsuan.
Alwi Shihab dalam menyembunyikan cela tentang syiah justru diam saja ketika 95 persen orang Indonesia yang masuk syiah itu asalnya dari NU. Mestinya, Alwi Shihab berteriak, bahwa NU-NU yang masuk syiah itu adalah pengkhianat besar. Karena jelas-jelas telah mengkhianati Ahlus Sunnah, Imam Syafi’I, bahkan pendiri NU itu sendiri, Hasyim Asy’ari  yang anti syiah.

Benar-benar Alwi Shihab sedang menyakiti orang-orang NU sambil diam-diam membela syiah dengan cara mengecam NU yang menentang Jokowi sebagai pengkhianat dan Wahabi.

Itu lah gaya Alwi Shihab yang seakan menjadi pejuang bila sebagai orang NU lalu membela syiah dengan mengobral kebencian kepada Wahabi dan disematkan kepada orang NU yang tidak pro kepada capres Jokowi yang dia dukung.

Inilah beritanya.

***

Jum’at, 11 Sya’ban 1435 H / 6 Juni 2014 18:38 wib

Alwi Shihab : NU Penentang Jokowi Pengkhianat dan Wahabi

JAKARTA (voa-islam.com) – Sudah stres dan kalap Ketua Tim Bravo 5, tim bentukan pasangan Jokowi-JK untuk menangkal isu SARA, Alwi Shihab mengatakan Nadlatul Ulama yang mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa adalah pengkhianat.

Menurut dia, mereka telah disusupi kelompok Wahabi Salafi dengan menyerang pasangan capres Jokowi-JK. Padahal, yang menyerang Jokowi-JK itu,bukan hanya dari kalangan NU, tapi berbagai kalangan yang melihat Jokowi-JK penuh dengan tutup topeng kepalsuan.

“Berarti mereka mengkhianati NU, rumahnya sendiri juga para pendirinya,” kata dia di Pondok Pesantren Al-Islam, Kota Yogyakarta, Jumat, 6 Juni 2014.

Mantan Menlu di zaman Gus Dur,  Alwi Shihab itu, mengatakan,  Wahabi,  menggunakan cara-cara fitnah untuk berkuasa. Dia mencontohkan mereka menyebarkan isu menyesatkan tentang Jokowi jelang dan selama masa kampanye ini, mulai dari Jokowi seorang Kristen atau banyak dikelilingi orang Kristen. Hingga, Jokowi keturunan Tionghoa dan anti-Islam, makin menunjukkan kentalnya nuansa politis demi menjatuhkan citra Jokowi agar gagal terpilih.

“Model gerakan (penyebaran fitnah) ini, menghalalkan segala cara agar bisa berkuasa,” kata mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I itu.

Menurut dia, gerakan ini sangat berlawanan dengan tradisi Nahdlatul Ulama, yang sempat melawannya sejak tahun 1926 agar tidak menyebar luas ke Indonesia yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan sikap saling menghargai.

Alwi menuturkan sasaran kampanye hitam berbau keagamaan pada Jokowi ini memang difokuskan di wilayah Jawa. Karena menurutnya modal gerakan kelompok Wahabi banyak terkonsetrasi di Jawa dalam berbagai bentuk. Seperti pemberian beasiswa pada santri, pembuatan media, atau embel-embel materi lainnya.

Sebaliknya, Ketua Dewan Syuro PKB, Abdul Aziz Mansyur mengatakan, bahwa Jokowi akan menyelamatkan aqidah umat’, tandasnya di depan MetroTV, beberapa hari lalu. Entah apa yang ada dalam benak KH.Abdul Aziz Mansyur. Umat sangat mafhum tentang kualitas aqidah Jokowi, dan pemahamannya terhadap Islam. Jadi Alwi Shihab tidak usah menuduh orang NU yang menentang Jokowi itu, Wahabi. (jj/dbs/voa-islam.com)

***

Gaya Si Alwi… Seperti ia sendiri yang punya NU

Berita
Jumat, 06 Juni 2014 23:46 WIB
Ternyata Ini Alasan Ulama NU
Dukung Prabowo

MALANG, GORIAU.COM – Rois Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Kiai Haji Miftakhul Akhyar, berpesan kepada calon presiden Prabowo Subianto jika terpilih, agar kebijakannya tak seperti Orde Baru.

“Jangan seperti Orde Baru, rakyat nestapa,” katanya saat silaturahmi ulama dan istiqasah di Pondok Pesantren Terpadu, Al Yasini, Jumat (6/6/2014).

Pernyataan ini disampaikan di hadapan sejumlah kiai seperti KH Nawawi Abdul Jalal (Sidogiri), KH Nurul Huda Jazuli (Ploso), KH Idris bin Abdul Hamid (Pasuruan), dan KH Mas Subadar (Pasuruan). Menurutnya, ia secara pribadi bersama sejumlah ulama dan kiai memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta. Namun, secara organisasi NU tetap merupakan lembaga yang netral.

Dari kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, katanya, selama ini hanya disebutkan hanya satu orang yang berasal dari NU. Ironi, katanya, Prabowo tak pernah disinggung sebagai kaum nahdliyin. Padahal, Prabowo tak perlu diragukan ke- NU-annya. “Tak perlu diragukan lagi kadar NU-nya. Saya sendiri yang menguji,” katanya.

Ia juga memuji keputusan Prabowo yang mewajibkan anggota DPR dari Partai Gerindra berkonsultasi ke PBNU sebelum sidang di parlemen. Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Jamsaren, Kediri, Kiai Haji Anwar Iskandar, menjelaskan jika dukungan ulama kepada Prabowo melalui serangkaian pertemuan yang panjang. “Kiai di Jawa Timur musyawarah berkali-kali, ijtihad politik,” katanya.

Awalnya, pendapat berbeda sebagai bagian dari dinamika. Hasilnya disepakati, ulama harus menggunakan hak politik untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Serta memilih pemimpin yang terbaik untuk memimpin bangsa. Lantaran Indonesia tengah di hadapkan banyak masalah, mulai pertahanan negara, sumber daya alam, ekonomi, hukum, dan keadilan.

“Negara kita salah urus,” katanya. Untuk itu, para ulama sepakat memilih pemimpin yang diyakini bisa menyelesaikan masalah tersebut. Tanpa disebut nama, katanya, umat dan santri sudah memahami siapa yang dimaksud.

Untuk itu, ulama bakal menggerakkan dan mengajak santri, alumni, serta jemaah pengajian untuk mendoakan agar Prabowo diberikan kesehatan dan dimudahkan cita-citanya menjadi presiden.

Anwar Iskandar memberikan dokumen berupa dukungan yang diberikan ulama kepada pasangan Prabowo-Hatta. Serta memberikan kenangan surban bermotif kotak- kotak warna merah putih. Prabowo pun mengalungkan surban di leher saat berorasi di depan para santri dan ulama

Sumber m.goriau.com/nasional/ternyata-ini-alasan-ulama-nu-dukung-prabowo.html

Kaskus 06-06-2014 , aoikunieda Kaskuser

***

June 8, 2014

Astaghfirullah, Dr. Alwi Shihab Memunculkan issu Wahabi!

Kita sudah menulis bahwa NU, Muhammadiyyah, Irsyad, Persis, Washliyyah, SI, Wahhabi, Salafi adalah ahlussunnah, maka tidak boleh berpecah, dan tidak boleh mau diadu domba.

Sayyid Alwi bin Sayyid al-Maliki sendiri bahkan telah mengabadikan pujiannya untuk syaikh Muhammad bin abdul wahhab sebagai pemimpin ahli tauhid yang benar ucapannya dan bagus thariqatnya. Baca:

http://www.gensyiah.com/sayyid-alwi-al-maliki-imam-wahabi-adalah-imam-ahli-tauhid-buka-imam-sesat.html

Sudah kita terangkan bahwa yang mengangkat issu wahhabi untuk memecah belah ahlussunnah adalah politisi syiah. Baca:

http://www.gensyiah.com/issu-wahabi-dihembuskan-politikus-syiah.html

http://www.gensyiah.com/dari-dalam-sinagog-yahudi-pejabat-iran-memprovokasi-untuk-menghabisi-sunni-yang-disitilahkan-dengan-salafi-wahabi.html

sebenarnya Dr. alwi syihab sendiri pada tanggal 21 Desember 2013 di Aula Ahmad Soebardjo Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, di hadapan kurang 80 orang masyarakat Indonesia telah mengatakan bahwa konflik wahabi vs syiah itu disebabkan karena politik, namun sepertinya beliau terjebak sendiri dalam kata-katanya tersebut. Karena sekarang ini beliau sebagai Ketua Tim Bravo 5, tim bentukan pasangan Capres Jokowi-JK untuk menangkal seputar kampanye hitam menyangkut isu SARA yang diarahkan kepada Jokowi, maka beliau mengangkat issu wahhabi karena kepentingan politik sesaat.

Sebenarnya sangat kita sayangkan pernyataan Bapak Alwi Syihab tersebut, sebab kami khawatir bisa semakin mengeruhkan suasana bukan sebaliknya, Namun kita bisa memaklumi sebab sebelum karena kepentingan politik ini, bapak Alwi Syihab ternyata sudah condong membela syiah dan sentiment dengan wahhabi, bahkan bisa difahami sentiment dengan fatwa MUI yang menyatakan bahwa Syiah itu sesat dan menyesatkan.

Di Abu Dhabi beliau sdh menyatakan bahwa perbedaan antara sunni syiah itu sedikit! Dan beliau mengklaim bahwa NU dan Muhammadiyyah telah menyerukan MUI untuk berhati-hati dalam menyatakan sesat syiah. Lalu beliau berkata: “Padahal perbedaan yang ada hanyalah sedikit, hanya menyangkut masalah-masalah kecil, bukan hal-hal besar”.

Masyaallah!! Kami tidak tahu yang dimaksud masalah-masalah kecil itu apa. Apakah meyakini al-Qur`an muharraf dengan segala takwilnya itu kecil? Apakah masalah mengkafirkan sahabat Nabi itu kecil? Apakah mengingkari istri-istri Nabi dan putri putri Nabi selain Fatimah sebagai ahlulbait itu kecil? Apakah mengkafirkan semua umat islam selain kelompoknya itu kecil? Apakah meyakini sahabat Muawiyyah itu musuh Rasulullah, pemalsu hadits-hadits nabi beserta sahabat yang lain itu kecil? Apakah ghuluw kepada ahlulbait dan mengkambing hitamkan ahlulbait untuk kesyirikan mereka itu kecil?

Silakan baca:

http://www.gensyiah.com/syiah-mengkafirkan-sufi-bagian-1.html

http://www.gensyiah.com/syiah-mengkafirkan-kaum-shufi-bagian-2.html

http://www.gensyiah.com/syiah-mengkafirkan-asyairah-kaum-asyariyyah.html

http://www.gensyiah.com/mengkafirkan-syiah-berarti-menyerang-dan-menghancurkan-ahlussunnah-bag-i.html

http://www.gensyiah.com/bukti-pensyiahan-indonesia-secara-sistematis.html

http://www.gensyiah.com/bukti-pensyiahan-indonesia-secara-sitematis-bag-2.html

http://www.gensyiah.com/mui-jawa-timur-resmi-menetapkan-ajaran-syiah-sesat-dan-menyesatkan.html

Bapak Alwi Shihab lalu berkata:

“Keduanya sama bersyahadat, menunaikan zakat, sholat menghadap kiblat, berhaji di Mekkah, dan terdapat pula kesamaan dalam hal-hal lain sebagaimana umat Islam yang bermazhab Ahlus Sunnah. Adapun perbedaan-perbedaan yang ada, mestinya tak perlu diperuncing karena memang tak begitu signifikan”.

http://ahlulbaitindonesia.org/berita/1550/dr-alwi-shihab-hindari-mengkafirkan-sesama-muslim/

Kalau hanya ini tolak ukurnya, lalu kenapa sentiment kepada wahhabi? Kenapa diperuncing?

Sikap beliau sekarang ini mirip dengan sikap kakak kandungnya (Bapak Quraisy Shihab), yang mana bapak Quraisy shihab sangat getol membela syiah, hingga bapak KH. Ma’ruf amin Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat mengatakan: “Quraisy Syihab itu jelas mendukung syiah”

http://www.gensyiah.com/dr-maruf-amin-buku-mui-kesesatan-syiah-adalah-amanat-fatwa-1984.html

http://www.gensyiah.com/mengkritik-quraish-shihab-secara-ilmiah-bukti-bahwa-quraish-shihab-seorang-syiah.html

Kami lebih prihatin lagi jika benar Bapak Alwi Syihab berkata seperti yang diberitakan oleh tempo:

NU Dukung Prabowo, Alwi Shihab: Pengkhianat

Alwi Shihab mengatakan Nadlatul Ulama yang mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa adalah pengkhianat. Menurut dia, mereka telah disusupi kelompok Wahabi Salafi dengan menyerang pasangan capres Jokowi-JK.

”Berarti mereka mengkhianati NU, rumahnya sendiri juga para pendirinya,” kata dia di Pondok Pesantren Al-Islam, Kota Yogyakarta, Jumat, 6 Juni 2014. (Baca: Kampanye SARA ke Jokowi, Alwi Shihab: Itu Wahabi)

Wahabi, kata Alwi, mengunakan cara-cara fitnah untuk berkuasa. Dia mencontohkan mereka menyebarkan isu menyesatkan tentang Jokowi jelang dan selama masa kampanye ini, mulai dari Jokowi seorang Kristen atau banyak dikelilingi orang Kristen. Hingga, Jokowi keturunan Tionghoa dan anti-Islam, makin menunjukkan kentalnya nuansa politis demi menjatuhkan citra Jokowi agar gagal terpilih.

”Model gerakan (penyebaran fitnah) ini, menghalalkan segala cara agar bisa berkuasa,” kata mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I itu. Baca selengkapnya di: http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/06/269583022/NU-Dukung-Prabowo-Alwi-Shihab-Pengkhianat

Inilah yang semakin membuat kami prihatin, menuduh orang lain SARA tetapi beliau sendiri menghembuskan issu SARA, sampai menuduh NU yang memilih Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa berkhianat?!

Kok mudah sekali menuduh para Kyai dan umat islam yang berjumlah banyak yang memeilih pasangan Prabowo-Hatta berkhianat, hanya karena memilih Bapak Prabowo, tidak memilih calon yang dijagokan Bapak Alwi shihab.

Dengan logika yang sama seharusnya bapak Alwi lebih getol menyuarakan bahwa orang NU yang mendukung Syiah itu pengkhianat, sebab mengkhianati Ahlulbait, Imam Syafi’I, dan KH Hasyim Asy’ari.

KH. Hasyim Asy’ari (Pendiri NU) Kecam Syi’ah

semoga pilpres 2014 berjalan lancar tanpa kerusuhan

dan Indonesia dipimpin oleh pasangan yang membawa bangsa Indonesia bermartabat dan berwibawa serta umat islam Indonesia yang sunni ini dihindarkan dari aliran sesat yang juga bisa mengancam NKRI semisal Syiah. Aamiin

mohon maaf jika ada yang kurang berkenan./gensyiah.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 31.375 kali, 1 untuk hari ini)