– Senang berkuasa dan memimpin, tanpa memperdulikan tanggung jawab dan bahayanya. Yang seperti inilah yang diperingatkan oleh Rasulullah –shalallahu alaihi wasalam– dengan sabdanya:

«إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ القِيَامَةِ، فَنِعْمَ المُرْضِعَةُ وَبِئْسَتِ الفَاطِمَةُ»   (رواه البخاري رقم 6729)

“Kalian akan tamak pada kekuasaan yang pada hari kiamat akan menjadi penyesalan. Nikmat permulaannya dan malapetaka pada akhirnya.

Maksud “nikmat permulaannya” karena perolehan harta, kehormatan dan kenikmatannya. Sedangkan “malapetaka pada akhirnya”karena terdapat pembunuhan, pelengseran, dan kepayahan pada hari kiamat.”[16]

Nabi –shalallahu alaihi wasalam– pun bersabda:

«إِنْ شِئْتُمْ أَنْبَأْتُكُمْ عَنِ الْإِمَارَةِ وَمَا هِيَ؟ أَوَّلُهَا مَلَامَةٌ، وَثَانِيهَا نَدَامَةٌ، وثَالِثُهَا عَذَابٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا مَنْ عَدَلَ» (رواه الطبراني في الكبير 18/72 وهو في صحيح الجامع 1420)

“Jika kalian ingin, aku dapat menjelaskan apa kekuasaan itu; permulaannya celaan, keduanya penyesalan, ketiganya siksa pada hari kiamat, kecuali bagi yang adil.”[17]

Jika perkaranya adalah menjalankan kewajiban dan tanggung jawab, di mana tidak ada orang yang lebih baik darinya, seraya bersungguh-sungguh, saling menasihati dan adil sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Yusuf –alaihisalam-, kita katakan nikmat dan kemuliaan. Akan tetapi pada kebanyakannya adalah keinginan liar kekuasaan, ingin lebih, menindas para pemilik hak dan memonopoli perintah dan larangan.

—–

[16] HR. al-Bukhari no.6729.

[17] HR. at-Thabaroni dalam al-Kabir XVIII/72. Lihat Shahih al-Jami no.1420. (Fenomena Lemahnya Iman

Oleh: Syaikh Muhammad Soleh Al-Munajjid

Terjemah : Syafar Abu Difa

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad )

Sumber: www.islamhouse.com

http://faisalchoir.blogspot.co.id/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 917 kali, 1 untuk hari ini)