“1 Oktober 1965 jam 07.00 Presiden Soekarno tidak ada di tempat, tidak tahu ada di mana. Belakangan ketahuan Bung Karno ada di Halim Perdanakusuma bersama Supardjo dan orang-orang Dewan Revolusi,” papar Amelia.

Kata Amelia, Bung Karno juga tidak terlihat sedih setelah terjadi pembunuhan enam jenderal dan berpidato pada 6 Oktober 1965 dan menyebut hanya tonggak kecil dalam perjalanan revolusi Indonesia.

“Bung Karno dalam bahasa Belanda menyebut Een rimpeltje in de oceaan (hanya sebuah riak di tengah Samudra,” ungkap Amelia.

“Pak Harto minta Soekarno dan PKI untuk meninggalkan Halim karena akan diserbu oleh kostrad. Akhirnya Bung Karno pergi ke Istana Bogor,” jelasnya.

Kemudian Soeharto mengumumkan ke Kodam seluruh Indonesia telah terjadi kudeta yang dilakukan PKI.

Inilah berita dan videonya.

***

Putri Jenderal A.Yani: Bung Karno terlibat G30S/PKI! Berikut Videonya…

by REDAKSI

29/10/2022 11:56 PM

in HeadlineNasionalPeristiwa

 

Putri Jenderal Ahmad Yani, Amelia Yani

KNews.id- Presiden Indonesia pertama Soekarno terlibat dalam G30S/PKI sehingga terjadi pembunuhan terhadap enam jenderal dan perwira TNI AD.

“Berdasarkan catatan bapak saya (Ahmad Yani-red) Bung Karno terlibat. Bapak saya dituduh antek Amerika. Bung Karno disusupi PKI melalui perempuan, otaknya tidak sadar,” kata Putri Jenderal Ahmad Yani, Amelia Yani di Channel YouTube UI Watch berjudul “Apakah Presiden Soekarno Terlibat G30S/PKI? Dengarkan Kesaksian Amelia, Putri Jenderal Ahmad Yani Ini”.

Menurut Amelia, Bung Karno yang berada di Wisma Yaso pada Peristiwa 30 September 1965 mau menunggu kabar pergerakan G30SPKI.

“Bung Karno sudah menunggu berita adanya pergerakan PKI. Istrinya Bung Karno, Dewi Soekarno mengakui sendiri. Semua  keluar dengan sendirinya,” paparnya.

Ia juga heran, Soekarno yang waktu masih sebagai Presiden tidak hadir dalam pemakaman Pahlawan Revolusi.

“Tanggal 5 Oktober 1965, ayah saya Ahmad Yani dikubur, Bung Karno tidak hadir,” ungkapnya.

Bung Karno berziarah ke makam Ahmad Yani, kata Amelia setahun setelah penguburan Pahlawan Revolusi.

“Bung Karno baru satu tahun kemudian nangis di kuburan bapak saya,” jelasnya.

Kata Amelia, Bung Karno juga tidak terlihat sedih setelah terjadi pembunuhan enam jenderal dan berpidato pada 6 Oktober 1965 dan menyebut hanya tonggak kecil dalam perjalanan revolusi Indonesia.

“Bung Karno dalam bahasa Belanda menyebut Een rimpeltje in de oceaan (hanya sebuah riak di tengah Samudra,” ungkap Amelia.

Kata Amelia, pasca perstiwa G30 S PKI, tepatnya 1 Oktober 1965 Bung Karno bersama tokoh PKI Supardjo dan Dewan Revolusi ada di Halim Perdanakusuma.

“1 Oktober 1965 jam 07.00 Presiden Soekarno tidak ada di tempat, tidak tahu ada di mana. Belakangan ketahuan Bung Karno ada di Halim Perdanakusuma bersama Supardjo dan orang-orang Dewan Revolusi,” papar Amelia.

Saat itu Jenderal Soeharto menunggu perintah Soekarno sebagai Panglima Tertinggi ABRI untuk menindak PKI. Namun Soekarno hanya diam saja.

“Akhirnya Pak Nasution memberikan perintah ke Pak Harto untuk bergerak,” paparnya.

“Pak Harto minta Soekarno dan PKI untuk meninggalkan Halim karena akan diserbu oleh kostrad. Akhirnya Bung Karno pergi ke Istana Bogor,” jelasnya.

Kemudian Soeharto mengumumkan ke Kodam seluruh Indonesia telah terjadi kudeta yang dilakukan PKI.

“Pak harto kasih pengumuman ke kodam-kodam bahwa di Jakarta terjadi kudeta. kita harus luruskan sejarah. data keterlibatan PKI ada di Mahmilub dan itu bisa diakses secara terbuka,” jelas Amelia.

Pembersihan PKI di tubuh TNI dilakukan termasuk di Benteng Raiders. “Benteng Raiders yang dibentuk Ahmad Yani untuk melawan DI/TII justru ada yang berkhianat membela PKI. Penghianat tak jauh dari kita,” paparnya.

Letkol Untung, kata Amelia Yani juga sudah bergerak dengan menurunkan pangkat perwira tinggi TNI AD.

“Untung menurunkan pangkat perwira tinggi TNI AD. Semua pangkat yang di atasnya Untung diturunkan. Ini namanya kudeta,” ungkap Amelia. (Ach/AHM)

Video:

https://youtu.be/wPP97h9qJ1Q

https://keuangannews.id/putri-jenderal-a-yani-bung-karno-terlibat-g30s-pki/5/

https://keuangannews.id/, by REDAKSI 29/10/2022 11:56 PM in Headline, Nasional, Peristiwa

(nahimunkar.org)