Tentara AS yang bunuh diri semakin banyak

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ [الأنفال/36]

Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. (QS Al-Anfaal: 36)

  • Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 dan Irak pada tahun 2003.
  • Menurut angka resmi yang dirilis oleh situs icasualties.org, 1.936 tentara Amerika telah tewas di Afghanistan sejak Oktober 2001.
  • Sebanyak 4.486 tentara Amerika juga tewas di Irak sejak 2003.
  • Barat dalam perang Afghanistan menghabiskan ratusmiliaran dolar AS  dan membunuh hampir 3.000 warganya. AS paling menderita dengan kematian 1.924 tentaranya, kata icasualties, dengan Inggris di urutan berikut dengan 407 warganya tewas.

Inilah berita-beritanya.

***

Laporan: Setiap Pasukan AS yang Tewas Tahun Ini, 25 Tewas Karena Bunuh Diri

Sebuah laporan baru yang mengejutkan mengungkapkan bahwa untuk setiap tentara AS yang tewas tahun ini, sekitar 25 nya adalah veteran perang yang tewas karena bunuh diri.

Menurut sebuah artikel New York Times yang diterbitkan pada tanggal 14 April, seorang tentara Amerika meninggal setiap hari dan setengahnya secara rata-rata, di Irak atau Afghanistan, sementara itu veteran perang melakukan aksi bunuh diri pada tingkat satu setiap 80 menit.

Artikel tersebut juga mengatakan lebih dari 6.500 kasus bunuh diri veteran perang tercatat setiap tahun – melebihi dari jumlah total tentara yang tewas di Afghanistan dan Irak yang dikombinasikan pada saat perang dimulai.

Salah satu alasan bunuh diri para veteran adalah post-traumatic stress disorder (PTSD), bersama dengan kondisi terkait, cedera otak traumatis, menurut artikel NYT.

Satu studi menemukan bahwa lebih dari seperempat prajurit yang bertugas di Afghanistan memiliki masalah seperti kesehatan mental, artikel itu menambahkan.

Angka awal ini menunjukkan bahwa menjadi seorang veteran sekarang kira-kira dua kali lipat berisiko untuk melakukan bunuh diri. Artikel ini dikutip dalam sebuah studi di The American Journal of Public Health yang mengatakan untuk pria muda berusia 17 sampai 24, menjadi veteran hampir empat kali lipat berisiko bunuh diri.

Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 dan Irak pada tahun 2003.

Menurut angka resmi yang dirilis oleh situs icasualties.org, 1.936 tentara Amerika telah tewas di Afghanistan sejak Oktober 2001.

Sebanyak 4.486 tentara Amerika juga tewas di Irak sejak 2003.(fq/prtv)

ERAMUSLIM > DUNIA

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/laporan-setiap-pasukan-as-yang-tewas-tahun-ini-25-tewas-karena-bunuh-diri.htm
Publikasi: Selasa, 17/04/2012 07:45 WIB

***

Barat dalam perang Afghanistan menghabiskan ratusan miliar dolar dan membunuh 3.000 warganya

Barat dalam perang itu menghabiskan ratusmiliaran dolar AS  dan membunuh hampir 3.000 warganya. AS paling menderita dengan kematian 1.924 tentaranya, kata icasualties, dengan Inggris di urutan berikut dengan 407 warganya tewas.

Tingkat kematian pada 2012 sedikit lebih rendah daripada tahun sebelumnya, ketika 109 tentara tewas pada akhir Maret, kata icasualties.org.

ISAF saat ini memiliki sekitar 130.000 tentara dari sekitar 40 negara di Afghanistan, tapi tanggung jawab keamanan di seluruh negeri terkoyak perang itu dijadwalkan diserahkan kepada pihak berwenang Afghanistan dan sebagian besar pasukan asing ditarik pada akhir 2014.

Sejumlah 2.945 tentara asing tewas di Afghanistan sejak serbuan pada 2001, dengan Amerika Serikat menderita korban terbanyak dengan 1.924 orang, diikuti Inggris dengan 407, Kanada (158), Prancis (82), Jerman (53), Italia (46), Denmark (42), Polandia (35), Spanyol (34), Australia (32), Belanda (25), dan sisanya dari negara lain.

Perang sangat tidak disukai rakyat Barat pengirim pasukan ke Afghanistan. Jajak pendapat di Inggris, Prancis dan Jerman menunjukkan kian banyak warganya menuntut tentara mereka segera ditarik.

Dukungan bagi perang di Afghanistan turun tajam di kalangan warga Amerika Serikat dalam beberapa bulan belakangan saat mereka semakin kecewa dengan kemelut sejak lebih dari satu dasawrase lalu itu, kata jajak pendapat New York Times/CBS News, yang disiarkan pada akhir Maret.

Duapertiga dari yang ditanya -69 persen- menyatakan Amerika Serikat seharusnya tidak lagi berperang di Afghanistan, naik dari 53 persen pada November dan persentase tertinggi sejak jajak pendapat New York Times/CBS News mengajukan pertanyaan itu pada 2009, kata CBS.

Enampuluh delapan persen petanggap menyatakan pertempuran itu “agak buruk” atau “sangat buruk”, sementara 42 persen menyuarakan pandangan tersebut pada November 2011, kata “New York Times”.

Hasil The Times/CBS News itu sejalan dengan jajak pendapat lain belakangan, yang menunjukkan penurunan dukungan untuk perang tersebut.

Jajak pendapat itu muncul sesudah pembantaian 17 warga Afghanistan oleh prajurit Amerika Serikat, kekerasan dipicu oleh pembakaran Alquran oleh pasukan negara adidaya itu pada Februari dan pembunuhan sejumlah tentara AS oleh pasukan keamanan Afghanistan. [ant]/ seruu.com, Kamis, 5 April 2012 – 05:10 ·

***

Pasca Invasi Irak, Angka Bunuh Diri Tentara AS Melonjak 80 Persen

Written By Admin BeDa on Kamis, 08 Maret 2012 | 13:00

Jumlah angka bunuh diri di Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) melonjak 80 persen setelah negara itu menyerang Irak. Demikian hasil penelitian para dokter militer AS yang diterbitkan Jurnal InggrisInjury Prevention, Kamis (8/3 2012).

Sebelum tahun 2003 persentase kasus bunuh diri Angkatan Darat AS jauh di bawah masyarakat sipil. Namun pada 2004 setahun setelah invasi AS ke Irak, angka bunuh diri terus meningkat tajam.

Pada tahun 2008, sekitar 140 prajurit Aangkatan Darat AS bunuh diri. Angka itu naik 80 persen dari tahun 2004.

Menurut jurnal tersebut, peningkatan angka bunuh diri itu dipengaruhi oleh adanya invasi ke Irak dan Afghanistan. Lebih dari seperlima tentara yang melakukan bunuh diri adalah mereka yang masih aktif bertugas.

“Kenaikan 30 persen kasus bunuh diri tentara AS pada 2008, diprediksi terkait dengan pasca invasi AS ke Irak pada 2003, di tambah operasi yang terus berlangsung di Afghanistan,” tulis Injury Prevention.

Jurnal tersebut juga mengungkapkan, pasca invasi ke Irak juga banyak ditemukan tentara yang menderita beberapa jenis ganguan mental berat.

Data yang diungkap Injury Prevention itu semakin menguatkan temuan sebelumnya yang telah diterbitkan American Journal of Public Health, Januari lalu. Menurut studi tersebut, banyak personil militer AS dan veteran yang usai bertugas menderita depresi berat atau post-traumatic stress disorder (PTSD), akibat situasi di zona perang.

American Journal of Public Health mencatat, angkanya mencapai hampir 600 veteran AS yang kembali dari Irak atau Afghanistan. 14 persen diantaranya menderita PTSD. [AM/Rpb]

bersamadakwah.com/2012/03

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.295 kali, 1 untuk hari ini)