Amien Rais: “Pahlawan gugur sbg bunga bangsa, @jokowi pensiun meninggalkan bunga hutang bgi anak bangsa”

  • Pilih Berutang Tenor 50 Tahun, Kenapa Enggak Sumbang Gaji Presiden, Wapres dan Stafsus, Solidaritasnya Mana?

 

Inilah beritanya.

***

Pilih Berutang Tenor 50 Tahun, Kenapa Enggak Sumbang Gaji Presiden, Wapres dan Stafsus, Solidaritasnya Mana?

 

Solidaritas sosial dari semua pihak perlu dilakukan tanpa terkecuali dalam penangani pandemik virus corona baru atau Covid-19, tak terkecuali untuk presiden sekalipun.

 

Hal ini penting mengingat stimulus dan realokasi anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk penanganan Covid-19 dirasa masih kurang.

 

Namun demikian, hingga saat ini belum ada sikap solidaritas yang benar-benar ditunjukkan pemerintah pusat.

 

“Tidak ada solidaritas yang ditunjukkan pemerintah pusat. Saya enggak ngerti kenapa gaji presiden, wakil presiden, stafsus milenial tidak disumbangkan. Misalkan 50%-60% untuk penanganan Covid-19,” ujar ekonom Indef, Bhima Yudhistira dalam diskusi bertajuk ‘Mencegah PHK Massal, Menyelamatkan Ekonomi Nasional’ melalui telekonferensi, Jumat (17/4).

 

Menurut Bhima, usulan pemotongan gaji presiden dan wakil presiden hingga para stafsusnya bisa menjadi salah satu opsi antisipasi penanganan wabah Covid-19 di tanah air dibanding harus utang ribuan triliun dengan global tenor hingga 50 tahun sebagaimana dilakukan Menkeu, Sri Mulyani.

 

“Utang 1.006 triliun itu adalah penerbitan utang yang paling besar dalam sejarah satu tahun fiskal. Artinya pada akhir 2020, utang pemerintah, belum termasuk swasta akan menjadi Rp 6.500 triliun dan Bu Sri Mulyani ngotot untuk penerbitan global dengan tenor 50 tahun sampai 2070,” sambungnya.

 

Hal ini tentu akan menjadi beban generasi penerus hingga 70 tahun ke depan.

 

“Jadi apa enggak ada opsi lain? Saya kira ada beberapa opsi yang mungkin bisa diperjuangkan. Utang itu opsi yang paling akhir setelah melakukan relokasi-relokasi anggaran yang memang signifikan. Tapi itu tidak dilakukan di Indonesia,” tandasnya. (*)

 

Admin DEMOKRASI News

Jumat, April 17, 2020

 

***

Pedas! Pemerintah Terbitkan Surat Utang dengan Tenor 50 Tahun, Amien Rais: Jokowi Pensiun Tinggalkan Utang bagi Anak Bangsa

 


Amien Rais dan Jokowi 

 

Kritik pedas kembali dilayangkan mantan Ketua MPR, Amien Rais kepada pemerintah Jokowi yang menerbitkan surat utang dengan tenor terlama sepanjang sejarah Indonesia, yakni 50 tahun.

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut Presiden Jokowi akan pensiun dengan meninggalkan utang bagi anak bangsa.

“Pahlawan gugur sbg bunga bangsa, @jokowi pensiun meninggalkan bunga hutang bgi anak bangsa,” kata Amien Rais melalui akun Twitternya, @Aminn_Rais, Selasa (8/4).

Menurut Amien, lembaga-lembaga rating seperti Moody’s, Standard & Poor’s akan terus memberi pemeringkatan yang bagus secara investment grade agar Indonesia digiring ke debt trup.

 

Debt trap merupakan istilah dalam akuntansi keuangan yang menggambarkan suatu kondisi anggara di mana upaya untuk memperoleh pinjaman atau utang digunakan justru untuk menutup pembayaran utang.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia menerbitkan surat utang dengan denominasi dolar.

Ada 3 jenis surat utang yang diterbitkan pemerintah Indonesia dengan tenor terpanjang, yakni selama 50 tahun. Nilainya mencapai US$ 4,3 miliar atau Rp 68,6 triliun (kurs Rp 16.000).

“Ini adalah penerbitan terbesar dalam US bond dalam sejarah RI. Dan Indonesia juga jadi negara pertama yang menerbitkan sovereign bond sejak pandemic covid-19 terjadi,” kata Sri Mulyani, Selasa (7/4/2020).

Penerbitan tenor 50 tahun ini, sambung Sri Mulyani menjadi yang pertama kali juga di Indonesia dengan tenor terpanjang.

“Ini menunjukkan kepercayaan investor dari pengelolaan keuangan negara. Kita memanfaatkan 50 tahun dari preferensi tenor bond jangka panjang cukup kuat,” tambah Sri Mulyani. (R02)

Sumber: Pojoksatu.id

riausky.com – Rabu, 08 April 2020 | 09:48:11 WIB

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 277 kali, 1 untuk hari ini)