.

NEW YORK (voa-islam.com) – Sebuah kelompok hak asasi mengatakan kampanye “pembersihan etnis” sedang dilancarkan terhadap warga sipil Muslim di Republik Afrika Tengah (CAR), dengan pasukan penjaga perdamaian internasional tidak mampu mencegah hal itu.

Amnesty International mengeluarkan laporan pada hari Rabu (12/2/2014), mengatakan bahwa mereka telah mendokumentasikan sedikitnya 200 pembunuhan Muslim oleh milisi Kristen di bagian barat negara itu.

“‘Pembersihan Etnis’ Muslim telah dilakukan di bagian barat Republik Afrika Tengah, bagian yang paling padat penduduknya di negara itu, sejak awal Januari 2014,” kata Amnesty.

“Seluruh komunitas Muslim telah dipaksa untuk melarikan diri, dan ratusan warga sipil Muslim yang belum berhasil melarikan diri, telah dibunuh oleh milisi yang terorganisir secara longgar yang dikenal sebagai anti-Balaka,” tambahnya.

Kelompok hak asasi itu juga mengatakan bahwa serangan terhadap umat Islam itu dilakukan dengan pemerintah berniat untuk menggusur paksa Muslim dari negara tersebut.

Milisi Kristen menganggap Muslim sebagai “‘orang asing’ yang harus meninggalkan negara itu atau dibunuh,” kata Amnesty, menambahkan “Mereka tampaknya mencapai tujuan mereka, dengan Muslim dipaksa ke luar negeri dalam jumlah yang semakin besar.”

Negara miskin telah ditelan dalam kekerasan sektarian berdarah yang melibatkan orang-orang Kristen dan Muslim sejak tahun lalu.

Lebih dari 1.000 orang telah tewas di Republik Afrika Tengah sejak Desember lalu, ketika milisi Kristen melancarkan serangan-serangan terkoordinasi terhadap kelompok Seleka yang sebagian besar Muslim, yang menggulingkan pemerintah pada Maret 2013.

Milisi Kristen anti Balaka musuh perdamaian

Pada hari Senin (11/2/2014) komandan pasukan Prancis di Republik Afrika Tengah (CAR) Jenderal Francisco Soriano mengatakan bahwa milisi Kristen yang dikenal sebagai anti-Balaka menjadi “musuh utama perdamaian” di negara itu.

Para preman Kristen tersebut telah melakukan serangkaian serangan brutal terhadap umat Muslim setelah penggulingan Presiden Francois Bozize pada Maret tahun lalu oleh pemberontak mayoritas Muslim yang dipimpin oleh Michel Djotodia, yang dipaksa turun dari jabatan bulan lalu setelah gagal mengakhiri kekerasan sektarian di negara tersebut.

“Mereka yang menyebut diri mereka ‘anti – Balaka’ telah menjadi musuh utama perdamaian di Republik Afrika Tengah, mencap (seluruh) masyarakat dan menyerang “pasukan Prancis, kataJenderal Francisco Soriano dalam sebuah pertemuan di Bangui dengan para pemimpin agama di negara itu.

Gerombolan massa dan Milisi Kristen anti-Balaka mengambil keuntungan dari pembubaran dan pelucutan senjata dari beberapa kekuatan Seleka saat ini terus melakukan serangan terhadap mantan Seleka dan penduduk Muslim minoritas yang mereka tuduh bersekongkol dengan Seleka.

Milisi Kristen sendiri sebelumnya pernah mengancam untuk membunuhi semua Muslim di negara tersebut. (by/aje)

Rabu, 16 Rabiul Akhir 1435 H / 12 Februari 2014 18:55 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 901 kali, 1 untuk hari ini)