Ananda Sukarlan (IST)


Pianis Ananda Sukarlan yang walk out (WO) dan diikuti teman-temannya saat pidato Anies Baswedan di acara Kolese Kanisius menunjukkan seorang provokator yang sengaja menyulut permusuhan Islam dan non-Islam.

“Ananda Sukarlan publik figur dan pendukung Ahok, sengaja memposisikan sebagai provokator membenturkan Islam dengan nonIslam,” kata pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada suaranasional, Selasa (14/11).

Kata Baidhowi, umat Islam harus waspadai gerakan yang ingin membenturkan Islam dengan nonIslam setelah Ahok kalah. “Tujuannya membuat Islam beringas dan citranya buruk, terlebih lagi saat ini non-Islam tidak menguasai media,” jelas Baidhowi.

Baidhowi mengatakan, pola yang dilakukan Ananda Sukarlan akan diikuti kelompok lainnya yang selama ini menjadi pendukung Ahok. “Nantinya saat Anies datang, ada spanduk penolakan. Pola-polanya seperti itu dan dilakukan bukan kalangan Islam,” papar Baidhowi.

Menurut Baidhowi, provokasi pendukung Ahok yang ingin membenturkan Islam-nonIslam dilakukan di medsos dengan akun dobel. “Satu akun seolah-olah pendukung Islam dan antiIslam, mereka seolah-olah ribut padahal tujuannya provokasi saja,” pungkas Baidhowi.

Sumber : suaranasional.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.077 kali, 1 untuk hari ini)