Mobil Ketua Tanfidhiyah DPD FPI Jateng yang dirusak banser

.

  • Banser ngamuk, diduga karena kaitan ceramah Ketua FPI Jateng yang mengajak memerangi kemaksiatan dan tak setuju sikap Banser Nahdlatul Ulama (NU) dalam pengamanan gereja saat Hari Raya Natal.

 

Wonosobo (islamlagi) – Innalillah, Ketua Tanfidhiyah DPD Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah, Temanggung, KH Syihabudin mengalami luka di bagian pelipis kiri. Dan Mobil toyota kijang super bernomor polisi B 403 XF yang ditumpanginya dirusak massa di Wonosobo, Senin (20/1/2014) sekitar pukul 00.15 WIB.

Sekelompok massa yang mengaku dari Banser (Barisan Ansor Serbaguna, dari NU, red NM) tersebut, melakukan perusakan di Desa Kembaran, Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Wonosobo. Akibatnya, KH Syihabudin yang juga pengasuh pondok pesantren (ponpes) Al Hadits Wonoboyo Temanggung itu mengalami luka memar pada bagian pelipis sebelah kiri. Dia juga melapor ke Mapolres Wonosobo usai kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun redaksi, kejadian itu dipicu adanya isi ceramah kyai Syihab, demikian KH Syihabudin akrab dipanggil, pada pengajian Maulid Nabi di desa Bowongso, Kecamatan Kalikajar, Minggu (19/1) yang membuat geram massa. Dalam pengajian yang dimulai pukul 22.00 WIB itu, beliau mengajak warga untuk memerangi kemaksiatan dengan membentuk FPI karena satu-satunya daerah di Jateng yang belum ada FPI yaitu di Wonosobo.

Lalu, (dia kemukakan), hasil tim investigasi FPI Temanggung di Bandungan Semarang menemukan adanya pelaku maksiat yang memakai atribut GP Ansor. Beliau juga menyampaikan ketidaksetujuan sikap Banser Nahdlatul Ulama (NU) dalam pengamanan gereja saat Hari Raya Natal.

Isi ceramah tokoh FPI itu membuat sekitar 250 orang yang diketahui anggota Banser Satkaryon Kalikajar mencegatnya di Desa Kembaran, Kalikajar sepulang mengaji.

Salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian mengatakan massa yang tidak terima dengan pernyataan Syihabudin lalu berkumpul di Desa Kembaran, dekat desa Bowongso. Mereka berencana mencegat Kyai Syihab agar minta maaf.

Terkait hal itu, Kapolres Wonosobo, AKBP Agus Pujianto, menjelaskan bahwa peristiwa itu kemungkinan besar dipicu oleh beberapa kata yang diucapkan saat ceramah kurang pas, sehingga menyulut emosi Banser.

“Sehingga, timbul kejadian ini. Kami kemarin melakukan pengamanan dengan membawa korban ke mobil patroli dan mendapat visum karena terluka,” katanya.

Pihaknya sejauh ini mengaku telah memeriksa enam orang terdiri dari lima saksi dan korban. Agus mengaku masih mendalami dan menyelidiki kasus ini.

“Untuk penetapan tersangka, nanti kami melihat hasil pengembangan. Kita tetap proses hukum, dan melihat perkembangan lebih lanjut. Kalau ada perdamaian, kita siap menjadi mediator,” paparnya.

Sedangkan untuk antisipasi pengamanan aksi susulan, pihaknya meminta bantuan satu peleton Brimob Kutoarjo dan mengerahkan satu kompi Dalmas Polres untuk berjaga-jaga di perbatasan. Hal tersebut, ujar dia untuk mencegah adanya mobilisasi massa.(ukasyah/dbs)

islam lagi .com,| Selasa, 21 Januari 2014 – 07:50:09 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 15.546 kali, 1 untuk hari ini)