(Pengikut syi’ah di Indonesia tengah mempersiapkan revolusi sebagaimana pernah terjadi di Iran)

Sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan buku Mewaspadai Penyimpangan Syiah, kata istri Jalaluddin Rakhmat (waktu belum cerai), semakin banyak kegiatan mengungkap penyimpangan Syiah dilakukan masyarakat.

Menghadapi maraknya dakwah anti syiah itu Emilia Renita ini mengancam dengan apa yang dia sebut dark justice.

Emilia tidak merinci lebih jauh apa maksud dari perkataan dark justice, namun beberapa referensi menyebutkan dark justice bisa bermakna Street Justice yang kurang lebih artinya, penegakkan keadilan tanpa mengindahkan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, ancaman pernah juga dilontarkan  suami Emilia (saat belum cerai), Jalaluddin Rakhmat pentolan syiah, yang sekarang menjabat sebagai anggota komisi 8 DPR RI, dalam salah satu wawancara media, dia pernah mengancam akan memindahan konflik Syiah-Sunni di Irak ke Indonesia.

Soal ancaman isteri Jalal (waktu belum cerai) terhadap Umat Islam, itu mencuat akibat Para Tersangka Syiah Bertaubat Kembali kepada Islam, maka Jalal Cs Meradang

Posted on Mar 27th, 2015

by nahimunkar.com  https://www.nahimunkar.org/giliran-isteri-jalal-pentolan-syiah-mengancam-umat-islam/

***

Ancaman besar pun dijelaskan oleh mantan pengikut aliran sesat syiah

PERNYATAAN ROISUL HUKAMA, mantan pengikut syi’ah-laknatullah pada 24 Januari 2012 di hadapan media massa, bahwa pengikut syi’ah di Indonesia tengah mempersiapkan revolusi sebagaimana pernah terjadi di Iran, boleh jadi bukan pepesan kosong semata. Karena, konsep imamah merupakan doktrin syi’ah yang harus diperjuangkan.

(http://www.eramuslim.com/berita/nasional/mantan-syiah-syiah-indonesia-tengah-mempersiapkan-revolusi.htm)

Proses pematangan revolusi, menurut Roisul, salah satunya ditempuh dengan menanam kader-kader syi’ah di berbagai ormas dan pemerintahan. Yang namanya kader syi’ah tidak berarti anggota resmi lembaga atau organisasi syi’ah, namun bisa saja perorangan atau tokoh pada lembaga lain yang mendukung paham sesat syi’ah laknatullah.

Mereka yang dapat digolongkan sebagai kader, barangkali bisa ditemukan saat media massa memberitakan kasus Sampang 29 Desember 2011, dan dari pemberitaan itu muncul sejumlah komentar yang nadanya punya kecenderungan membela syi’ah.

***

Marikita simak lagi: Proses pematangan revolusi, menurut Roisul, salah satunya ditempuh dengan menanam kader-kader syi’ah di berbagai ormas dan pemerintahan. Berikut ini apakah bentuk penanaman keder, coba mari kita simak.

Ada tokoh yang ketika berkunjung ke Iran 2007 diwawancarai pelajar Indonesia di sana.

Cuplikannya:
Pewawancara: Ada sebuah fenomena, yaitu di satu sisi, terutama bagi teman-teman di sini, meskipun kita ingin membangun bangsa, tapi di sisi yang lain muncul banyak kecurigaan dari beberapa pihak yang memang tidak menghendaki kehadiran Syiah di Indonesia. Menurut anda, apakah memang pemikiran Syiah tidak menguntungkan bagi bangsa?

Jawab sang tokoh:….
Jadi anda jangan takut dituduh syiah dan lain-lain; karena menurut saya suni dan syi’i adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam. Al Azhar juga dilahirkan oleh dinasti Fatimi yang juga Syiah. Jadi ngga usah lah kita saling tidak percaya.
infosyiah.wordpress.com

Ilustrasi erm

(nahimunkar.com)

(Dibaca 17.473 kali, 1 untuk hari ini)