.

Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syi’ah
Tanggal : 20 Jumadits Tsaniyah 1435 H bertepatan dengan 20 April 2014
Tempat : Masjid Al-Fajr, Jalan Cijagra Raya, Bandung

Acara ini dihadiri oleh berbagai ulama dan masyarakat dari berbagai kota di Indonesia, tempat yang awalnya disediakan untuk sekitar 7000 orang pun sampai harus berdiri dan di luar dikarenakan semangat masyarakat dalam mengusir syi’ah dari Indonesia
Sekitar 100 ulama telah menyetujui terbentuknya deklarasi ini, dan sebelum menandatangi resminya terbentuknya deklarasi ini, 12 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai ormas dan ulama menyampaikan orasinya untuk menyemangati kaum muslimin dan menunjukkan seberapa pentingnya deklarasi ini

Berikut merupakan ringkasan secara garis besar orasi dari ulama – ulama tersebut :
1..KH Abdul Hamid Baldlowi (Sesepuh Nahdlatul Utama sekaligus pengasuh ponpes Al Wahdah Lasem Rembang Jawa Tengah)
“Mudah-mudahan poros ini bermanfaat dan berkembang. Aliansi ini lahir karena orang syi’ah mengatakan bahwa imam mereka lebih utama dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Itu merupakan pelecehan dan merendahkan martabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka mengkafirkan sahabat nabi, cepat lambat akan terjadi benturan-benturan. Semoga kita mendapat bimbingan dari Allah. Syi’ah merupakan antek-antek yahudi”

2. Prof. Dr. KH Maman Abdurrahman (Ketua PP Persis, sekaligus dosen Unisba yang melakukan penelitian tentang syi’ah sudah puluhan tahun)
“(Membacakan surat At-Taubah ayat 100).

وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١٠٠)

100. orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (QS At-Taubah/9: 100).

Penelitian dari tahun 1984, menunjukkan beberapa hal, antara lain dari kitab sumber syiah Ushulul Kafi  adalah banyak kata-kata yang memojokkan. Qur’an mushaf Fatimah berisi 17000 ayat. Saya pernah berteman satu rumah dengan orang di Sudan dimana orang tersebut tidak pernah ikut shalat berjama’ah dan shalat Jum’at, yang merupakan ciri orang syi’ah. Di Amerika, saya bertemu sekelompok jama’ah yang shalat berjama’ah di seberang/ luar masjid sunni. Ternyata mereka itu syiah.
Abu Bakar radhiyallahu ‘anha disebut Berhala Quraisy, kita disebut sebagai Kaum Nashibi yang halal harta dan darahnya, karena itu banyak pembantaian yang dilakukan orang syi’ah terhadap sunni di berbagai Negara Timur Tengah”

3. Prof. Dr. Muhammad Baharun, SH, MA (Ketua MUI Pusat bidang hukum & perundang-undangan)
“Mewakili Tarbiyah Islamiyah di Sumatera. Semoga aliansi ini menjadi lebih solid. Perlu adanya koordinasi dengan MUI agar lebih kokoh. Perlu konsolidasi konsultasi dengan MUI. Data-data tentang syi’ah sudah lengkap tetapi yang kurang dari kita adalah strateginya. Ulama-ulama harus tegas. Beberapa hal yang penting antara lain adalah :
a. Kebersamaan. Pertikaian antar jama’ah atau kelompok harus dihindari, dan diharapkan aliansi ini dapat menyatukan umat dan menegaskan MUI dalam masalah syi’ah
b. Sosialisasi penggunaan nama khulafaur rasyidin, karena masih kurang orang-orang yang menggunakannya. Contoh untuk penggunaan nama bayi lahir, nama masjid, mushalla, asrama, asrama putri diberikan nama-nama ummahatul mukminin, agar dapat menyempitkan gerakan syi’ah
c. Pemberdayaan khatib dan da’i, agar memberikan penjelasan mengenai penyimpangan syi’ah
Syi’ah telah memberikan ancaman yang berbahaya, seperti di negara Suriah dan Lebanon. Harus punya program dan strategi terencana. Semua partai sudah ada orang syi’ahnya. Apa tujuannya kalau bukan kekuasaan. Umat Islam harus bersatu !”

4. KH. Muhammad Said Abdus Shamad, Lc. (Ketua LPPI-Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam, Makassar)
“Tersebarnya aliran sesat lebih buruk daripada tentara penjajah yang tersebar, dikarenakan aliran sesat merusak dunia dan akhirat. Akibat dari terlalu percaya pada syi’ah adalah seperti di Iraq dimana syi’ah mengajak perbuatan damai, lalu masuk ke angkatan bersenjata dan pemerintahan. Diharapkan aliansi ini terus menyebar
Bahaya syi’ah menurut buku MUI : merusak aqidah, moral, dan terdapat piramid yang tujuan akhir dari syi’ah adalah mendirikan negara syi’ah di Indonesia
Tidak perlu ada lagi at-taqrib (pendekatan) dengan syi’ah, tidak ada tempat untuk syi’ah di Indonesia karena Indonesia adalah sunni”

5. Prof Dr. Muslim Ibrahim (Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama/MPU Aceh)

“Di Aceh, aqidah yang berjalan adalah aqidah ahlus sunnah wal jama’ah. Syi’ah menurut ulama ahlus sunnah adalah diluar sunni. Deklarasi ini seperti fajar dan laksana hilal yang akan menjadi purnama. Kita lakukan ikhlas untuk membela agama Allah
(membacakan surat Muhammad ayat 7)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (٧)

 7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad/47: 7).

Semoga deklarasi ini bisa menguatkan hati kita”

6. Habib Ahmad bin Zein al-Kaff (Ketua Front Anti Aliran Sesat-FAAS Jawa Timur, Pengurus NU Jawa Timur)

“Semoga acara ini dapat menyenangkan hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena untuk menjaga sunnah beliau. Bahaya yang telah mengancam negara, karena di Negara-Negara Timur Tengah telah terjadi pembunuhan antara ahlus sunnah dan syi’ah
Sebagai ahlus sunnah wal jama’ah, maka harus siap berkorban harta dan jiwa.
Orang-orang yang dikader di Iran atau pesantren syi’ah kembali dan mencela pemimpin Islam, mengkafirkan sahabat dan istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Sudah beberapa orang masuk ke NU dan Muhammadiyah juga dikarenakan dicuci otaknya dengan dana yang sangat besar
Mana bukti cinta kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarga beliau ? Ummul mukminin dihina tetapi kita diam saja”

7. Drs. KH. Nuruddin A. Rahman, SH/ Lailur Rahman  (Pengasuh Ponpes Al-Hikam Bangkalan Jawa Timur)
“Di Madura sendiri sudah terbukti terjadi pertikaian antara sunni dan syi’ah. Cukup Madura saja terjadi seperti itu. Mereka meragukan al-qur’an. Kita sudah bukan hanya musyawarah lagi, tetapi sudah harus aksi. Sudah jelas mereka bukan Islam

8. KH. Ir. Muhammad Al-Khaththath (Sekjen FUI-Forum Umat Islam)
“Harus jelas bagaimana cara atau aksi untuk mengkonter syi’ah. Jalaluddin Rakhmat sudah dilaporkan ke Mabes Polri, semoga bisa dijebloskan ke dalam penjara. Pengalaman kasus Ahmadiyah, secara organisasi masih jalan padahal telah masuk SKB Tiga Menteri.
Kita punya momentum, pada pilpres, siapa yang dapat membuat MoU untuk berkomitmen dalam mengusir syi’ah dan aliran sesat
Jalaluddin Rakhmat jangan sampai jadi menteri agama. Dia bergandengan dengan JIL
Perlu FUUI membuat tim intelijen membuat pengumpulan informasi agar mendapatkan bukti
Cholil Ridwan telah mempelopori penyatuan 5 partai Islam. Apabila partai itu bergabung maka kemungkinannya sangat besar untuk mewujuudkan Indonesia bersyariah. Bila Jokowi jadi presiden, kemungkinan besar menteri agamanya Jalaludin Rakhmat. Sangat berbahaya
Jangan sampai sesama sunni ribut sendiri. Mari satukan tekad, saatnya menangkan Islam. Bekerja keras untuk membersihkan syi’ah”

9. KH. Ahmad Cholil Ridwan, Lc (Ketua MUI Pusat, wakil dari BKSPPI Badan Kerjasama Pndok Pesantren se-Indonesia).
“Bicara syi’ah tidak bisa dengan emosi maupun ilmu, tetapi harus menggunakan siasat karena syi’ah sudah terlalu kuat. Buktinya syi’ah telah mempengaruhi dunia. Syi’ah di Jember minoritas, tetapi berani demo, kemudian menewaskan satu orang warga NU.

 Banyak pesantren yang masih belum mengetahui kesesatan syi’ah.
Siapa yang telah mengamalkan sepilis (sekularisme pluralism agama, liberalism) yang teklah dufatwakan sesatnya oleh MUI maka telah kafir. Kita tidak boleh tunduk kepada hukum selain Al-Qur’an. Kita semua sesuai QS Al-Maaidah: 44, 45, 47;  bisa disebut dzalim,fasiq karena masih menggunakan hukum selain Islam.
Pemimpin pemerintahan harus dari masjid, rapat di masjid, sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sangat besar adalah dalam masalah politik
Zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pemuda – pemuda latihan militer di masjid. Wajib militer merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana mau berjihad bila tidak berlatih”

10. KH. Dr. Farid Ahmad Okbah, MA (Pengasuh Islamic Center Al-Islam, Bekasi)
“Syi’ah di Indonesia 300.000 orang menurut perhitungan maksimal, bukan jutaan menurut orang syi’ah. Kita harus tegas. Muara syi’ah di Indonesia :
a. IJABI (Ikatan Jama’ah Ahlul Bait Indonesia), dalam bukunya : rukun iman syi’ah ada 5, rukum Islam ada 11
b. ABI –>tahun 2011
Lihat Maroko, ulama-ulama berkhutbah di masjid-masjid selama sebulan untuk menyikapi masalah syi’ah sehingga dubes ditutup dan aset syi’ah diberikan ke negara”

11. Drs. KH. Abdul Muis Abdullah (Ketua MUI Balikpapan)
“Di Balikpapan telah dilakukan sosialisasi”

12. KH. Abu Jibril Abdurrahman (Wakil Ketua MMI/Majelis Mujahidin Indonesia)
Orang syi’ah mengatakan bahwa syi’ah bukan Islam, tetapi kenapa orang Islam berkata bahwa syi’ah adalah Islam

13. KH. Dr. Athian Ali M. Da’i, Lc, MA (Ketua FUUI-Forum Ulama Ummat Indonesia)
“Anak-anak telah banyak disimpangkan oleh pemahaman sesat seperti syi’ah. pemerintah wajib membela agama yang sudah diakui. Siapapun tidak berhak untuk menodai agama yang sah. Aqidah merupakan harga yang paling tinggi
Demi aqidah kita siap untuk mengorbankan waktu, harta, atau bahkan JIWA !”

(membacakan isi deklarasi)

Bismillaahirrahimaanirrahiim
Bertitik tolak dari fakta:
Bahwa ajaran Syi’ah menurut keyakinan ummat Islam merupakan paham yang menyimpang dari Al Qur’an dan As Sunnah.
Bahwa kelompok Syi’ah di Indonesia semakin berani dan semakin masif mempropagandakan paham dan ajarannya lewat segala macam cara, di antaranya dengan taqiyyah (munafiq), baik melalui pendidikan, sosial kemasyarakatan, maupun politik.
Bahwa telah terjadi keresahan di berbagai daerah yang menimbulkan konflik horizontal sebagai akibat progresivitas penyebaran Syi’ah, penolakan ummat serta pembiaran politik terhadap pengembangan ajaran sesat Syi’ah
Maka dengan mengucapkan bismillaah dan bertawakkal hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, kami para ‘ulama, habaib, asatidz, pimpinan ormas Islam, pondok pesanten dan harakah yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Syi’ah sepakat menyatakan komitmen dan tekad kami:
1.Menjadikan lembaga Aliansi Nasional Anti Syi’ah sebagai wadah dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
2.Memaksimalkan upaya preventif, antisipatif, dan proaktif membela dan melindungi ummat dari berbagai upaya penyesatan aqidah dan syariah yang dilakukan oleh kelompok Syi’ah di Indonesia.
3.Menjalin ukhuwah Islamiyyah dengan berbagai organisasi dan gerakan dakwah di Indonesia untuk mewaspadai, menghambat, dan mencegah pengembangan ajaran sesat Syi’ah.
4.Mendesak pemerintah agar segera melarang penyebaran paham dan ajaran Syi’ah serta mencabut izin seluruh organisasi, yayasan, dan lembaga yang terkait dengan ajaran Syi’ah di seluruh Indonesia
Demikian komitmen dan tekad kami. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa mencurahkan rahmat, karunia, inayah, taufiq, dan hidayahNya. Aamiin Yaa Alloh, Yaa Rabbal-’aalamiin.

Bandung, 20 Jumadits Tsaniyyah 1435 H / 20 April 2014 M

Pengurus Harian: KH Dr. Athian Ali M. Da’i Lc. MA

Dewan Pakar: KH Atif Latifulhayat S.H., L.L.M, PhD

Majelis Syuro’: KH Abdul Hamid Baidlowi

———————————————————————

***

Semoga saudara-saudara, kaum muslimin di berbagai wilayah yang tidak sempat hadir ke acara ini, dapat merasakan bagaimana semangat dari para asatidz dan ulama serta seluruh masyarakat Indonesia secara umum untuk bersama-sama membela aqidah dari Kafir syi’ah yang sesat dan menyesatkan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk persatuan umat. Semoga Alloh melindungi kita semua. Aamiin

Ini Dia Tokoh-tokoh dan Perwakilan Ormas yang Menghadiri Deklarasi Anti-Syiah 

KH. Abdul Hamid Baidlowi (Tokoh NU/Nahdhatul Ulama), Prof. Dr. KH. Muslim Ibrahim (Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama/MPU Aceh), KH. Muhammad Said Abdus Shamad, Lc (Ketua LPPI-Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam, Makasar), Prof. Dr. Maman Abdurrahman (Ketum PERSIS-Persatuan Islam), Drs. KH. Abdul Muis Abdullah (Ketua MUI-Majelis Ulama Indonesia Balikpapan).

KH. Ahmad Cholil Ridwan, Lc (Ketua MUI-Majelis Ulama Indonesia Pusat), Al-Habib Zein Al-Kaff (Ketua Front Anti Aliran Sesat-FAAS Jawa Timur, Pengurus NU Jawa Timur), Drs. KH. Muhammad Nuruddin A.Rahman, SH (Pengasuh Ponpes Al-Hikam Bangkalan Jawa Timur), KH. Ir. Muhammad al-Khaththath (Sekjen FUI-Forum Umat Islam), KH. Dr. Farid Ahmad Okbah, Lc, MA (Pengasuh Yayasan Islamic Centre Al-Islam, Bekasi-Jawa Barat), Al-Habib Prof. Dr. Muhammad Baharun, SH, MA (Ketua MUI-Majelis Ulama Indonesia Pusat Bidang Hukum dan Perundang-undangan).

Tuan Rumah KH. Dr. Athian Ali Muhammad Da’i, Lc, MA (Ketua FUUI-Forum Ulama Ummat Indonesia) dan dihadiri pula Pakar Syiah diantaranya: Ustadz Drs. Hartono Ahmad Jaiz (Pakar Aliran Sesat dan Pimred Situs www.nahimunkar.com), Ustadz Agus Hasan Bashori, Lc, M.Ag (Pakar Syiah dari Malang Jawa Timur), Ustadz Yusuf Usman Baisa, Lc (Pengurus Perhimpunan Al-Irsyad).

Ustadz Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd (Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Pimred Situs Anti Syiah www.sunnahdefenceleague.com), Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc, MA (Ketua Umum Yayasan Ats Tsabat Jakarta Timur, Ketua Forum Pengiriman Da’i Irian/Papua) serta KH. Abu Jiebril Abdurrahmah (Wakil Ketua Majelis Mujahidin Indonesia-MMI) dan para ulama/asatidz lainnya.

Laporan dari Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd (Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.132 kali, 1 untuk hari ini)