JAKARTA TMUR (voa-islam.com) – Selasa (05/11/13) bertepatan dengan tanggal 01 Muharram 1435 H, sebuah seminar sehari dan diskusi interaktif diadakan dengan tema “Polemik Suksesi Kekhalifahan dan Tragedi Berdarah Karbala: Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Madzhab Islam” di Gedung Diklat Kimia Farma, Jl. Cipinang Cempedak 1 No. 38, Polonia, Jakarta Timur.

Sebagaimana yang telah dipublikasikan oleh voa-islam, Ustadz Muhammad Thalib, Amir Majlis Mujahidin Indonesia, selaku pemapar menjelaskan tentang kontroversi doktrin Imamah syiah yang bertentangan dengan Islam.

Ustadz DR (Cand) Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, juga merasa heran dengan doktrin seperti itu dan doktrin imam 12 itu dimasukkan ke dalam konstitusi Iran serta menyatakan penyegeraaan kembalinya imam ghaib.

Dan apa relevansinya 12 imam itu masuk ke dalam konstitusi Iran. Saya banyak baca konstitusi,, belum pernah ada yang namanya imam ghaib yang masuk dalam konstitusi. Maksudnya apa? Dan banyak pernyataan yang saya baca menyegerakan kembalinya Imam Mahdi yang dalam masa ghaib.

Apa relevansinya Ayatullah Khomenei dan Khamenei sebagai wakil dari imam keduabelas, Muhammad bin Hasan Al-‘Askari. Bagaimana cara untuk melakukan delegasi, mandate ataupun yang berkaitan dengan kepemimpinan. Ini bicara masalah hokum tata Negara pak. Kalau ditambahkan dengan takhayyul bingung kita” ujar pakar hukum tersebut mempertanyakan keanehan doktrin yang masuk ke dalam konstitusi itu.[usamah]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 731 kali, 1 untuk hari ini)