ilustras


Ironis. Meski punya laut sangat luas, Indonesia ternyata masih mengimpor beberapa jenis ikan termasuk ikan asin. Impor besar di antaranya dari Tiongkok /China. Ini karena banyak yang tidak beres.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kemarin, mengatakan rendahnya stok ikan tangkap Indonesia disebabkan praktik penangkapan ikan ilegal yang merajelela di laut Indonesia.

Di sisi lain, nelayan kecil tak mampu menjaring tangkapan ikan yang besar karena keterbatasan infrastruktur seperti ukuran perahu yang kecil.

“Kami percaya Indonesia dengan 250 juta populasi dan juga 70 ribu pulau, kita sebesar AS, kita bisa mengeksplorasi laut dan ikan kita secara maksimal,” ujarnya.

Beberapa Faktor

Dia menegaskan, nilai ekspor perikanan Indonesia saat ini masih cukup kecil. Pada 2013 hanya 4,19 miliar dolar AS atau sekitar Rp50 triliun. Susi menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan nilai ekspor perikanan Indonesia cukup kecil.

“Yang dapat kita lihat sekarang, Thailand, Taiwan, Tiongkok, Malaysia, berapa luas laut mereka, tapi mereka ekspor ikannya besar sekali. Mungkin saja itu ada yang ikan kita,” katanya.

Oleh karena itu, Susi berkomitmen untuk segera membenahi beberapa sektor bisnis perikanan yang dinilainya tidak beres. Ia tegas menyatakan akan melakukan moratorium izin tangkap kapal baru hingga 6 bulan mendatang.

Sumber: suaranews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.234 kali, 1 untuk hari ini)