tolak-miss-world1-288x264Protes Umat Islam yang bertubi-tubi terhadap akan diselenggarakannya Miss World di Indonesia September 2013 sudah sejak awal. Namun sampai hampir terselenggaranya, tetap aneka protes dari berbagai penjuru itu disepelekan belaka.

Argumen-argumen para pemrotes berupa Undang-undang Dasar sampai Dasar Negara yang katanya Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa pun dianggap angin lalu belaka. Ketuhanan YME yang dianut mayoritas Muslim di Indonesia diyakini mengharamkan segala maksiat, apalagi Miss World itu maksiat yang skalanya internasional, bahkan dikumpulkan di Indonesia, dikonteskan dan disiarkan ke seluruh dunia. Siapa yang tidak mengelus dada, bila masih ada iman di dada. Astaghfirullahal ‘adhiem. Bahkan yang di dalam hati tidak membencinya, maka dipertanyakan, apakah masih ada iman atau tidak. Apalagi yang membelanya. Dan apalagi yang lebih besar lagi perannya dalam mega maksiat itu. Dan itu semua akan dipertanggung jawabklan di aherat kelak, tanpa dapat mengelak.

Hanya saja, semua itu seakan dianggap angin lalu, dan mereka yang mengusung maksiat itu lebih mengedepankan nafsu setan, dan seakan menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan.  Sampai-sampai, pemrotes minta bela kepada KPI agar RCTI yang akan menayangkan kontes mega maksiat Miss World yang oleh sebagian orang dianggap berbau bisnis seks itu tidak ditayangkan pun tampaknya pihak KPI tidak berdaya.

Mega maksiat Miss World seakan sudah seperti raksasa yang kebal aneka protes, apalagi nasihat. Ini tidak lain sejatinya hanyalah menunjukkan bahwa mereka adalah para penentang Allah Ta’ala. Hingga walau symbol yang mereka usung jelas-jelas  bahwa Negara Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, namun lain di mulut lain di kelakuan.

Aneh tenan!

Berikut Ini berita ketidak berdayaan yang memang dibuat begitu?

***

Tayangkan Miss World, KPI Panggil RCTI

Kamis, 5 September 2013 – 15:38 WIB

Pemanggilan menindaklanjuti aduan KAMMI Megapolitan

Hidayatullah.com–Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat akan memanggil menejemen stasiun televisi Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) untuk meminta penjelasan soal rencana penayanganMiss World.

Pemanggilan ini menindaklanjuti aduan dari masyarakat yakni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Megapolitan yang merasa keberatan dengan rencana penayangan Miss World oleh RCTI MNC Group.

KAMMI menilai hal itu melanggar UU No.32 Tahun 2002 BAB V Pasal 48 Ayat 4 yaitu rasa hormat terhadap pandangan keagamaan serta perlindungan terhadap anak-anak, remaja, dan perempuan.

“Senin, 9 September KPI akan panggil RCTI untuk meminta klarifikasi dan melanjutkan aduan masyarakat,” kata Azimah Soebagijo, Komisioner KPI Pusat kepada hidayatullah.com, Rabu (04/09/2013) sore.

Menurut Azimah, KPI baru hanya sebatas memanggil, belum sampai memberi sanksi.

“Kewenangan KPI untuk memberi sanksi hanya setelah tayangan tersebut muncul di tv dan terbukti melanggar P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran),” terangnya.*

Rep:

Ibnu Syafaat

Editor: Cholis Akbar

(nahimunkar.com)

(Dibaca 225 kali, 1 untuk hari ini)