Wali Kota Rendsberg Jerman membolehkan untuk menyuarakan azan (panggilan shalat) di atas pengeras suara

Walikota Andreas Breitner, seorang anggota Partai Demokrat Sosial mengatakan tidak ada dasar hukum untuk mencegah hal itu, dengan menekankan bahwa hal itu memungkinkan untuk menggunakan pengeras suara untuk panggilan azan.

Anehnya, di negeri Muslim, ada orang-orang mengaku Muslim tapi sinis dengan suara azan di pengeras suara, hingga ada yang bikin puisi dan membacanya, bernada menghina azan dan mengusiknya. Ada pula pemimpin mengaku dirinya Islam namun pura-pura tidak dengar ketika ada pihak gereja yang memprotes menara masjid.

Keanehan tampak aneh, karena Walikota di negeri non Muslim pun membolehkan azan pakai pengeras suara, sedang wong-wong yang ngakunya Muslim malah sinis dan melecehka azan.

Inilah beritanya.

***

Al Maidah 58, Puisi Sukmawati dan Puisi Ganjar Pranowo

Firman Allah dalam ayat Al Maidah itu adalah:

{وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ} [المائدة: 58]

Dan apabila kalian menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat , mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. (Al-Maidah: 58)”

Az-Zuhri mengatakan bahwa Allah Swt. telah menyebutkan masalah azan dalam Al-Qur’an, yaitu melalui firman-Nya: Dan apabila kalian menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat , mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. (Al-Maidah: 58). Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Asbat telah meriwayatkan dari As-Suddi sehubungan dengan firman-Nya: Dan apabila kalian menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat , mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. (Al-Maidah: 58); Seorang lelaki dari kalangan Nasrani di Madinah, apabila mendengar seruan untuk shalat yang mengatakan, “Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah,” ia berkata, “Semoga si pendusta itu terbakar.” Maka di suatu malam seorang pelayan wanitanya masuk ke dalam rumahnya dengan membawa api, saat itu ia sedang tidur,- begitu pula ke¬luarganya. Lalu ada percikan api yang jatuh dari api yang dibawa di tangannya, kemudian rumahnya terbakar sehingga dia beserta keluarganya terbakar pula. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.

Ternyata firman Allah dalam al Maidah itu di jaman modern ini mereka menjadikan adzan menjadi buah ejekan dan permainan mulai banyak terbukti Puisi Sukmawati Soekarnoputri menyinggung azan

Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week menuai kontroversi. Pasalnya, puisi tersebut dianggap menista agama karena menyinggung azan dan cadar. Kecaman pun datang bertubi-tubi. Bahkan ia juga dilaporkan ke polisi karena penistaan agama.

Sedangkan inilah penggalan puisi ibu Indonesia yang menyinggung adzan

….Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta…….
Puisi Gubernur Ganjar Parnowo yang juga membaca puisi yang dikonotasikan banyak nitizien seperti menyinggung azan meski puisi tidak menyebut secara langsung suara azan
……”kau bilang tuhan sangat dekat,
kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat”
….. https://www.facebook.com/…/pcb.2058770501…/205876400177488/…
https://youtu.be/bddFSLpP-To
https://beritasepuluh.com byberita sepuluhon7 april 2018
(nahimunkar.org) Hartono Ahmad Jaiz

***

Kota di Jerman Membolehkan Azan Melalui Pengeras Suara

مدينة ألمانية تسمح برفع الأذان للصلاة عبر مكبرات الصوت

Walikota menegaskan bahwa keputusan tidak terpengaruh warna kulit ataupun agama.

Tidak menyebabkan gangguan

Berlin AP- Kota Rendsberg Jerman membolehkan untuk menyuarakan azan (panggilan shalat) di atas pengeras suara, meski ada protes dari satu bagian dari populasi, seperti yang diumumkan pada hari Selasa 2/2/2010 oleh Walikota Andreas Breitner, seorang anggota Partai Demokrat Sosial.

Walikota mengatakan tidak ada dasar hukum untuk mencegah hal itu, dengan menekankan bahwa hal itu memungkinkan untuk menggunakan pengeras suara untuk panggilan azan.

Tidak menyebabkan gangguan

Proyek ini dipertahankan oleh Markaz Islam, yang mengelola masjid. Gambaran kritik dari bagian penduduk yang merujuk pada keributan yang disebabkan oleh panggilan shalat lima kali sehari, adanya catatan atas prakarsa sebuah kelompok yang menamakan dirinya “tidak umum azan” telah mengumpulkan 800 tanda tangan untuk mencegah pengumuman waktu-waktu shalat melalui pengeras suara.

Namun, menurut walikota terbukti sebuah kajian mengenai suara-suara yang mengganggu bahwa meningkatkan kekuatan suara untuk panggilan shalat tidak akan melebihi volume radio atau kicauan burung pada unggas.

Dia menambahkan bahwa “warna kulit dan berbagai aset dan ras dan agama tidak memainkan peran apa pun dalam keputusan-keputusan seperti itu. Kami puas dengan hal itu,”

Masjid kota Rendsberg yang dihuni lebih dari 28 ribu orang, terletak 100 kilometer dari Hamburg, merupakan yang terbesar di wilayah Schleswig-Holstein dengan dua menara masing-masing 26 meter. Masjid ini diresmikan pada musim gugur tahun lalu.

https://www.nahimunkar.org

***

Tak Protes Larangan Menara Masjid di Sentani Papua, Jokowi Bisa Dianggap Tidak Berpihak Islam

by Nahimunkar.com, 23 Maret 2018

Ilustrasi: Pementasan Wayang Jokowi dan Ganjar, 28 Oktober 2014 13:36 WIB/ ANTARA/Anis Efizudin/wt/ Metrotvnews.com

Presiden Jokowi bisa dianggap tidak dianggap berpihak ke Islam karena tidak protes atas larangan pembangunan menara Masjid di Sentani, Jayapura, Papua.

Demikian dikatakan pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki kepada suaranasional, Selasa (20/3).

“Harusnya Jokowi cepat merespon terlebih ini tahun politik di mana Jokowi butuh dukungan dari umat Islam,” ungkap Ibnu Masduki.

Kata Ibnu Masduki, belum meresponnya Jokowi dalam kasus ini membuat umat Islam ataupun Islam perkotaan tidak memilih mantan Wali Kota Solo di Pilpres 2019.

 “Belum lagi lambatnya Jokowi merespon kasus ini diberitakan di kalangan Islam pedesaan mauapun kiai di kampung. Suara Jokowi bisa habis,” papar Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki mengatakan, kasus di Sentani merupakan ujian toleransi bagi pemerintahan Jokowi.

“Kalau tidak bisa menyelesaikan dengan baik, bahkan menara Masjid harus dibongkar, wibawa Jokowi habis,” pungkas Ibnu Masduki.

Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menuntut agar pembangunan menara Masjid Al-Aqsha Sentani dihentikan dan dibongkar.

PGGJ meminta agar tinggi gedung masjid tersebut diturunkan sehingga sejajar dengan tinggi bangunan gedung gereja yang ada di sekitarnya. PGGJ beralasan menara Masjid Al-Aqsha saat ini lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di Sentani. Ketua Umum PGGJ, Pendeta Robbi Depondoye meminta agar pembongkaran dilakukan selambatnya 31 Maret 2018, atau 14 hari sejak tuntutan resmi diumumkan hari ini. PGGJ juga sudah menyurati unsur pemerintah setempat untuk pertama-tama menyelesaikan masalah sesuai aturan serta cara-cara persuasif

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.062 kali, 1 untuk hari ini)