foto ilustrasi

.

Bawaslu: Ada 110 Surat Suara Dicoblos Ketua KPPS

Ketua KPPS di Nias Selatan dan Blitar kini tengah diproses kepolisian.

Di Bogor Ratusan Surat Suara Didapati Sudah Tercoblos Sebelum Dicoblos

Sejumlah kecurangan Pemilu 2014 versi JPPR

Pileg 10 Daerah di Jatim Akan Diulang

Inilah beritanya.

***

Bawaslu: Ada 110 Surat Suara Dicoblos Ketua KPPS


Ketua KPPS di Nias Selatan dan Blitar kini tengah diproses kepolisian.

Dwifantya Aquina , Syahrul Ansyari | Rabu, 9 April 2014, 15:59 WIB

VIVAnews – Badan Pengawas Pemilu menemukan sejumlah potensi pelanggaran dalam pemungutan suara pada Rabu 9 April 2014. Salah satunya adalah kecurangan dari pihak penyelenggara Pemilu di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yaitu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Ada surat suara yang telah dicoblos terlebih dahulu. Nias Selatan (Sumatera Utara), Blitar (Jawa Timur) 110 suara dicoblos ketua KPPS. Sekarang ketua KPPS sedang diproses (pihak kepolisian),” kata anggota Bawaslu, Nasrullah, di kantor Bawaslu, Jakarta.

Nasrullah mengatakan, Bawaslu juga menemukan pelanggaran lain, yaitu adanya pertukaran surat suara antara daerah satu dengan daerah lain. Oleh karena itu, mereka akan mengeluarkan sebuah rekomendasi kepada KPU.

“Dari berbagai persoalan, tampaknya Bawaslu perlu mengeluarkan rekomendasi terbatas. Kami di sini ambil keputusan bersama, dan telah berkomunikasi dengan Bu Ida (Budhiati) KPU,” ujarnya.

Rekomendasi surat suara tertukar

Anggota Bawaslu Daniel Zuchron mengungkapkan, bahwa temuan surat suara yang tertukar itu di lintas provinsi, bukan hanya di satu provinsi. Maka dia pun mendukung keluarnya rekomendasi.

Sementara itu, anggota Bawaslu lainnya, Nelson Simanjutak mengatakan pihaknya segera melakukan pleno secara mendadak dalam waktu yang terbatas. Sebab, sebagian pimpinan Bawaslu lain termasuk Ketua Bawaslu Muhammad tengah melakukan pengawasan di luar Jakarta.

“Rekomendasi kami adalah menghentikan proses pemungutan suara di tempat yang surat suaranya tertukar. Kedua, untuk TPS-TPS yang surat suaranya tertukar itu, penghentian hanya untuk surat suara yang tertukar (jika yang tertukar misal hanya 2 DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi). Semoga ini bisa langsung diberikan infonya ke TPS-TPS. Supaya pekerjaan mereka tidak sia-sia,” papar Nelson.

Berikut daerah-daerah yang ditemukan adanya surat suara yang tertukar oleh Bawaslu:

– Sumatera : kabupaten Nias Induk

– Jawa Timur : Sampang, Sumenep, Banyuwangi, Bojonegoro, Ponorogo

– Yogyakarta : Gunung Kidul

– Jawa Barat : kabupaten Bandung Barat

– NTT : Flores Timur

– Banten : Serang

(umi)

© VIVA.co.id

***

 

Di Bogor Ratusan Surat Suara Didapati Sudah Tercoblos Sebelum Dicoblos

BOGOR– Ratusan surat suara didapati sudah tercoblos sebelum dicoblos oleh warga yang hendak menggunakan hak pilihnya di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) kabupaten Bogor. Di TPS 20 Kampung Lebak Kongsi, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, sebanyak 83 surat suara dari total 186 surat suara, ditemukan sudah dicoblos. Sementara di TPS 5, sebanyak 91 surat suara dari total 325 surat suara sudah dicoblos atau sudah dilubangi.

“Kalau di TPS 20, ada 83 surat suara. Yang sudah tercoblos itu 43 surat suara untuk DPR RI dan 40 surat suara untuk DPRD Kabupaten Bogor. Sementara di TPS 5, ada 91 surat suara, 41 suara untuk DPR dan 50 DPRD Kabupaten Bogor,” kata Korlap Partai Gerindra Kec Ciampea, Indra Anwar, lansir detik.

Mendapati hal itu, Bupati Bogor Rachmat Yasin langsung menggelar rapat koordinasi bersama KPU, PPK, PPS, KPPS, Panwas, polisi dan TNI terkait temuan ratusan surat suara tercoblos sebelum pemungutan suara. Akhirnya diputuskan, pencoblosan diulang.

“Dari hasil investigasi, ternyata lebih dari setengah jumlah TPS di Desa Benteng Kecamatan Ciampea. Maka KPU dan Panwaslu sepakat kalau pemungutan suara dihentikan dan akan digelar PSU (Pemungutan Suara Ulang),” kata Rachmat Yasin usai rapat di kantor Kecamatan Ciampea, Rabu (9/4/2014).

Sang Bupati merinci dari 22 TPS, 13 di antaranya terindikasi ada kecurangan. Saat berada di bilik suara, ratusan pemilih mengembalikan surat suara ke petugas karena surat suara sudah tercoblos.

(azm/arrahmah.com) A. Z. MuttaqinRabu, 9 Jumadil Akhir 1435 H / 9 April 2014 20:06

***

Sejumlah kecurangan Pemilu 2014 versi JPPR

Asti Nur Sanjani

Rabu,  9 April 2014  −  20:06 WIB

Sindonews.com – Menurut Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), ada beberapa temuan yang harus ditindaklanjuti tentang kualitas penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.

JPPR telah menurunkan 2.000 relawan ke beberapa provinsi, untuk melakukan pemantauan kualitas atas proses Pileg 2014.

“Namun temuan tersebut belum semua dilaporkan, dikarenakan terhambat masalah jaringan komunikasi dan pelaksanaan pemilu yang belum selesai,” ujar Kordinasi Nasional JPPR Afifuddin, dalam konperensi persnya di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).

Dia mengungkapkan, sejumlah temuan di antaranya, data pemilih terkait dengan hak politik warga, harusnya data pemilih di tempel di tempat pemungutan suara (TPS). 714 TPS laporan yang memasang daftar pemilih tetap (DPT) dan 291 TPS tidak dipasang DPT-nya.

Menurut prosedur, di tempelnya DPT penting untuk mengurangi potensi pemanfaatan orang yang tidak hadir. “Penting karena ketidakditempelan akan menjadi modus umum yang dilakukan oleh oknum untuk mendapatkan suara. Contohnya Di Brebes, Sulsel, Larangan Jatim, Majalengka, Pancoran Mas, Depok, NTT dan lain-lain,” ujar Afif

Dari 1.005 TPS, 760 TPS, logistik lengkap namun 245 TPS mengalami masalah. Seperti di Kayu Putih, Kota Kupang, NTT, jumlah DPT 400, surat suaranya 111.

“Klaim KPU yang mengatakan bahwa logistik telah selesai 99 persen tidak terbukti di lapangan, formulir, surat suara, tinta, rekapitulasi tidak lengkap,” ucapnya.

Kemudian terjadi politik uang. 335 TPS terjadi politik uang atau barang, Sementara sebanyak 670 TPS tidak terjadi politik uang.

“Terjadinya bisa di malam sebelum pemilihan atau di hari pemilihan. Uang 10 ribu sampai 200 ribu, sembako, peralatan ibadah, semen baju, rokok, aqua, dan lain-lain. Asuransi, jadi di surat undangan ditambah kartu asuransi dan nama caleg,” ungkapnya.

Situasi di TPS, 693 TPS pelaksanaa kondusif, namun 312 TPS banyak hambatan gangguan dari skala kecil sampai skala besar. “Contohnya terjadi intimidasi di daerah Bekasi, Bantul, Makassar dan juga praktik kampanye di Aceh, Sukabumi, Tangerang Selatan,” tuturnya.

Afid mengatakan, laporan ini penting untuk gambaran awal kualitas pelaksanaan Pemilu 2014. “Besok kita akan sempurnakan dengan poin tambahan, tanggal 10 April kita akan melapor ke Bawaslu untuk ditindaklanjuti temuan ini,” ujarnya.

 (maf)

***

Pileg 10 Daerah di Jatim Akan Diulang

suarasurabaya.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur memastikan akan segera menggelar pemungutan ulang di sejumlah TPS yang tersebar di beberapa daerah.

Pengulangan dilakukan karena surat suara tingkat DPRD kabupaten/kota yang tertukar dan terjadi di beberapa daerah pemilihan di Jawa Timur. “Kita sudah memastikan pasti akan dilakukan pemungutan ulang di daerah yang surat suaranya tertukar,” kata Eko Sasmito, Ketua KPU Jawa Timur, Rabu (9/4/2014).

Meski begitu, Eko belum bisa memastikan kapan pemungutan akan dilakukan. Apalagi petunjuk teknis dari KPU RI tekait hal ini juga belum ada.

“Pemungutan ulang akan digelar paling lambat hingga 10 hari ke depan. Ini hanya berlaku untuk DPRD tingkat kabupaten/kota karena untuk tingkat provinsi dan pusat tidak tertukar,” kata mantan Ketua KPU Surabaya ini.

Eko memastikan tidak ada unsur kesengajaan atas tertukarnya surat suara itu. Meski terbilang cukup banyak, namun Eko mengatakan surat suara yang tertukar tidak hanya terjadi di Jawa Timur melainkan juga di daerah lainnya.

Sementara itu, Sufyanto, Ketua Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur mengatakan di Jawa Timur surat suara tertukar terjadi di 10 kabupaten/kota dengan surat suara tertukar paling banyak terjadi di Surabaya karena mencapai beberapa daerah pemilihan.

Selain Surabaya, surat suara tertukar juga terjadi di Kabupaten Nganjuk, Gresik, Sidoarjo, Sumenep, Madiun, Bojonegoro, Pacitan, Lumajang serta kabupaten Mojokerto. “Kemungkinan masih ada lagi daerah lainnya, ini datanya masih terus masuk,” kata Sufyanto. (fik/rst)

Editor: Restu Indah

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.109 kali, 1 untuk hari ini)