Anekdot: Bolo Nuklun Apes

 


 

Sehabis pilihan lurah di desa Sering Gendro, Bolo Nuklun mawuk-mawuk mencak2 seperti ga’ terima kenyataan.

Ngapain kemarin cape’2 belain lurah abangan (berbaju abang/ merah), kalau ternyata sekarang kita dari Bolo Nuklun ga’ kebagian jatah seperti ini. Masa’ yang dijadikan para pembantu lurah abangan malah bukan yang dari Bolo Nuklun. Bahkan yang biasanya jatah untuk Bolo Nuklun malah dikasihkan ke hansip tuwek. Piye iki?

Demikian kurang lebihnya keluhan dari pihak Bolo Nuklun yang beredar di Desa Sering Gendro seusai pengumuman para pembantu lurah abangan.

Tampaknya Bolo Nuklun ini sering keladuk (kebablasan). Sebenarnya sih lafal keladuk itu punya makna sejenis radikal yang negative, tapi karena Bolo Nuklun mengklaim bahwa yang radikal itu hanya selain Bolo Nuklun, maka masa’ mau kita sematkan ke mereka. Sampai-sampai untuk menyenang-nyenangkan lurah abangan di Desa Sering Gendro, pentolan Bolo Nuklun bicara lantang:

Semua perguruan tinggi di desa Sering Gendro ini terpapar radikalisme semuanya, kecuali perguruan tinggi milik Bolo Nuklun. Perguruan tinggi ini itu semuanya terpapar radikalisme, pokoknya… teriak pentolan Bolo Nuklun belum lama ini.

Perkataan semaunya pentolan Bolo Nuklun ini, anehnya ada juga yang mau menggubrisnya, bahkan sampai ada perguruan tinggi di kampung ngayojokerto yang melarang perguruan tingginya mendatangkan seorang da’I dari kampung Riau, alasannya katanya alumni ada yang merasa keberatan…

Sebar fitnah demi menyenang-nyenangkan lurah abangan Desa Sering Gendro itu tampaknya ada yang mempan juga. Mungkin pentolan Bolo Nuklun terekeh-kekeh… Nah, gitu dong!

Disamping sebar fitnah, kelakuan Bolo Nuklun itu sudah banyak yang ditujukan untuk menyenang-nyenangkan lurah abangan. Sampai-sampai ada yang membakar bendera Tauhid atau yang bertulisan Kalimah Tauhid, Laa ilaaha Illallaah. Ada juga yang berupaya membubar-bubarkan pengajian di berbagai tempat, dengan alasan ini itu.

Bolo Nuklun merasa punya beking lurah abangan, jadi tingkah2 keladuknya (kebablasannya) mereka anggap tidak apa-apa, bahkan seakan menunjukkan betapa bakti setianya kepada lurah abangan Desa Sering Gendro.

Pada giliran apesnya, ternyata begitu lurah abangan menang lagi dalam pemilihan di Desa Sering Gendro, lalu diumumkan nama-nama pembantu lurah abangan, tahu2 dari Bolo Nuklun merasa tersingkirkan.

Lha dalaah, apes tenaan! Sudah cape’2 belain lurah abangan, tahu2 mak plethis, yang suka memfitnah dengan kata keladuk, ‘semua perguruan tinggi selain milik Bolo Nuklun terpapar radikalisem semua’, itupun tidak dijadikan pembantu lurah abangan.

Nasib apesnya lagi, konco dewe yang sudah disakiti dengan kata2 keladuk itu, dan yang pengajian2nya dibubarin oleh Bolo Nuklun, begitu dengar Bolo Nuklun bengok2 (teriak2) merasa tidak kebagian, maka pada ketawa… he he… sorak horeee…

Seakan Bolo Nuklun kena skak ster dalam catur. Ke kanan diketawain bolo dewe yang biasa disinisin bahkan pengajian2nya dibubarin oleh Bolo Nuklun, sedang ke kiri ke pihak lurah abangan dicuekin.

Malah ada yang kewetu bicara, lha mbok ya mengingat masa lalu. Bagaimana Bolo Nuklun sampai gabung dengan gerombolan yang ada PKI Komunisnya, tapi kemudian Bolo Nuklun malah jadi sasaran utama untuk dibunuhin. Apa tidak ingat itu? Kenapa diulangi?

Bukankah ada peringatan dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Toh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengingatkan:

« لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ »

Ora prayoga kanggo wong sing iman yen diantup kewan nduwe upas (nganti) kaping pindho ing sak bolongan”. ( muttafaqun ‘Alaih)

Tidak layak bagi seorang yang beriman untuk disengat hewan berbisa sebanyak dua kali dari satu lubang”. ( muttafaqun ‘Alaih).

Ya sudah, mari kita kembali ke kandang, sambil ingat syair untuk anak-anak ini:

Menthok Menthok Tak Kandhani
Mung Lakumu
Angisin isini

(wahai angsa, sini saya bilangin, hanya tingkah lakumu itu memalu-malukan).

Semoga sadar dan jadi pelajaran berhaga bagi kita semua.


Ilustrasi mulya.gurusiana

 

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.275 kali, 1 untuk hari ini)