Anekdot: Bosnya Mau Jualan Miras, Abu Jande Kelabakan


Ilustrasi dok. Ngobar. Enam Tewas Setelah Nenggak Miras di Cengkareng Jakarta Barat/ Kriminalitas 25 June 2018 18:17 WIB

Tiba-tiba bosnya Abu Jande mengumumkan diri mau jualan miras. Langsung Abu Jande jingkrak2 kegirangan. Soalnya, dia berharap nanti kalau mau mabuk-mabukan tinggal minta saja ke bosnya. Apalagi begitu sang bos mengumumkan diri mau jualan miras, langsung dedengkot Kampung Bali ucapkan terimakasih dan memuji mujinya. Memang bos kita itu kreatif, inovatif penuh inisiatif. Tambah jingkrakan lah Abu Jande dibuatnya.

Kalo gitu, bos perlu merayakannya dengan pesta goyang maumere… teriak Abu Jande ke bosnya. Terlaksanalah usulan Abu Jande, “goyang maumere rame-rame…” atau kerumunan semacamnya walau di tengah suasana keprihatinan pandemi corona alias covid-19 yang sudah diatur ga’ boleh ada kerumunan, rupanya terjadi juga.

Masyarakat Desa Sering Gendro tempat mereka ini hidup sehari-hari jadi geger. Kenapa bosnya Abu Jande malah mencontohi adanya kerumunan. Maka ada yang ga’ terima, karena kalau itu tokoh Islam yang berbuat mengakibatkan kerumunan pasti ditangkap dan akan dipenjarakan. Makanya ada yang melaporkan bosnya Abu Jande ke folisi agar ditangkap juga. Tapi justru laporan itu ditolak mentah-mentah oleh fihak folisi.

Jingkrakan lagi lah Abu Jande. Merasa dirinya dan bosnya selalu dilindungi fihak folisi, walau dedengkot folisi anyar berjanji bahwa tidak akan lagi hukum tumful ke atas. Tapi janji itu entah bagaimana pelaksanaannya…

Dor dor dor… tiba2 di pagi buta ada penembakan oleh oknum folisi mabok. Tidak tanggung-tanggung. Habis nenggak miras, ditagih bayar oleh warung remang2 tempat mabok itu, langsung oknum folisi mabok itu menembaki sampai mati 3 orang dan satu orang lagi luka berat. Bahkan yang ditembak mati itu ada satu tentara. Dunia perfolisian panik. Ada tentara ditembak mati folisi mabok habis neggak miras, padahal bosnya Abu Jande baru saja mengumumkan diri mau jualan miras. Maka buru2 dedengkot folisi lokal minta maaf ke fihak tentara. Namun suara nyaring dari fihak Umat Islam mempertanyakan: folisi sudah minta maaf atau belum ke fihak Umat Islam yang 6 orang Muslim dibantai dengan tembak dari jarak dekat beberapa waktu lalu itu?

Nah, gara2 bosnya Abu Jande mau jualan miras, runyamlah segala urusan…

Tiba2 fihak Majlis Wong Fafua teriak kencang, kami menolak upaya bosnya Abu Jande yang mau jualan miras itu. Jualan-ya silakan jualan, tapi yang baik2 saja, jangan yang merusak masyarakat lah!

Majlis Ulama Pusat Desa Sering Gendro pun teriak kencang. Ngomongnya saja Berketuhanan Yang Maha Esa. Tapi felaksanaannya Mana? Janganlah masyarakat dicekoki miras gitu. Lha jilbab yang tidak ada mudharatnya apa2 malah diganggu gugat oleh pembantu2 bosnya Abu Jande. Sebenarnya Desa ini mau dibaw ke mana?

Dari fihak folitik, petinggi Fikaes dan anggota dewan yang terhormat berteriak kencang. Kami Tolak adanya pemuka yang malah mau jualan miras. Karena 70 persen kejahatan dan tindak pidana itu berkaitan akibat miras, kata folisi. kok malah mau digalakkan penjualan miras. Kami tegas menolak mentah2!

Abu Jande seharusnya pikir2, bagaimana seperti biasanya membela sang bos. Saat ini benar2 Abu Jande habis jingkrakan langsung klimpungan. Karena saat2 sangat diperlukan untuk membela bosnya, justru merupakan saat2 yang sangat sulit bagi Abu Jande.

Bagaimana tidak sulit. Abu Jande bagai terkerangkeng. Karena lagi mikirin dirinya yang karena keterlaluan bercuit-cuit hingga bilang ‘Islam agama Arogan yang datang dari Arab’. Bagaimanapun, sejatinya menurut para pengamat, Abu Jande tidak bisa berkilah: itu jelas menghina Islam, istilahnya penodaan agama. Ada pasal pidananya, pasal 156A KUHP. Makanya Abu Jande dilaporkan ke folisi oleh Umat Islam, maka kini dia bagai terkerangkeng, sulit untuk bicara.

Lagi pula, bagaimana mau bicara. Persoalan mau jualan miras ini menyangkut keselamatan banyak orang. Bos belum terjun langsung jualan miras saja sudah dapat kado, oknum folisi nembakin orang sampai mati gara2 mabok habis nenggak miras. Bahkan ada anggota tentara yang ditembak. Lha nanti kalau bos jadi penjual miras benar2, maka betapa mengerikannya, karena betapa banyaknya orang mabok di mana-mana.

Bagaimana kalau tiba2 duar…!!! Kapal terbang jurusan Bali- Jakarta nyungsep di satu desa hingga menghancurkan desa itu gara2 pilot dan crewnya mabok, hingga desa pun dianggap sebagai bandara, makanya terjadi kecelakaan hebat, misalnya. Kapal terbang meledak dan menghancurkan segalanya di desa itu, misalnya.

Bagaimana kalau sopir bus, kereta, ojek, dan aneka petugas jasa pada mabok. Bahkan bagaimana kalau folisi yang jadi pemandu kendaraan bos dan para pejabat tinggi tahu2 nyungsep di kali yang cukup dalam hingga jatuh mengerikan…. gara2 mabok habis nenggak miras.

Kejadian akibat mabok di mana-mana akan banyak mengakibatkan korban meninggal dunia dalam keadaan suu-ul khatimah (mati dalam keadaan buruk, jurusannya neraka yang amat panas dan pedih). Kemungkinan kebanyakan yang mati dalam keadaan mabok dalam bertugas adalah kaum laki2. Sehingga Abu Jande selaku bapak para janda akan lebih berat bebannya karena banyaknya para janda baru akibat suami2nya mabok dan kecelakaan di mana-mana, mati.

Bagaimana kalau ada sopir bus malam, di tengah malam busnya nyruduk warung martabak yang sedang ada api menyala di sana, hinga terjadi kebakaran hebat, menghabiskan warung martabak dan angkringan-angkringan di sekitar usaha anak Pak Lurah. Semua hangus terbakar, jadi lautan api akibat sopir mabok habis nenggak miras tengah malam…

Abu Jande jadi serba salah. Kelabakan tak keruan. Tadinya jingkrak2, kini malah membayangkan betapa dahsyatnya bila warung2 martabak dan angkringan tempat mereka kongkow2 itu tiba2 jadi lautan api gara2 sopir mabok, hingga menabrak semaunya… Tapi untuk bilang ke bosnya yang bertekad mau jualan miras, Abu Jande tidak punya nyali juga. Khawatir dikatain, kamu sekarang sudah tidak ada gunanya….

Sebenarnya ada kata-kata yang tepat untuk membisiki bosnya Abu Jande, dan perlu dilakukan oleh orang dekatnya. Misalnya, perkataan begini: Bos… kan dulu waktu kampanye agar bos dipilih oleh masyarakat terutama Umat Islam yang jadi penduduk mayoritas di sini, saya dan teman2 itu yang nyoting Bos mengimami shalat di mana-mana sampai di luar negeri segala. Beritanya pun sampai ke sejagad dunia. Lha sekarang kok Bos mau jualan miras, itu lantas bagaimana saya dan teman2 ketika ditanya: kenapa bosmu dulu ngimam-ngimamin shalat di mana2 sampai di luar negeri segala, lha kok sekarang mau jualan miras?


Ilustrasi. Foto/twtr

Itu yang sangat pantas menyampaikan di antaranya adalah… Abu Jande (?) Tapi …. Abu Jande rupanya sedang klimpungan… dan sangat takut kalau dibilang, sekarang kamu tidak ada gunanya lagi…

Ya sudah, semuanya lagi klimpungan tak keruan atas tingkah polah mereka selama ini, yang belum tentu sesuai antara omongan dan kelakuan.

***

Petunjuk dar Kitab Suci

يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ ٩ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ ١٠ وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ ١١ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ ١٢ [ البقرة:9-12]

9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. [Al Baqarah:9]

10. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. [Al Baqarah:10]

11. Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan“. [Al Baqarah:11]

12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. [Al Baqarah:12]

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 460 kali, 1 untuk hari ini)