Anekdot: Calo teriaki tengkulak zalim


Tengah ramai2nya masyarakat memprotes tengkulak yang dinilai zalim, tiba2 ada suara nyaring calo yang ikut memprotes keras tengkulak.

Tidak bisa begitu wahai tengkulak. Itu jelas merugikan msyarakat bahkan pihakku pun terkena kezalimanmu pula. Kamu dan pembuat keputusan zalim itu harus bertanggung jawab dan membatalkan keputusan itu. Kalau tidak, maka… akan begini dan begitu.

Anehnya, utusan calo itu justru termasuk yang ikut menyetujui keputusan disahkannya aturan yang zalim lagi merugikan masyarakat yang sedang ramai2 diprotes itu.

Ada yang komentar, itu utusan calo ternyata ikut menyetujui disahkannya aturan zalim yang merugikan masyarakat tapi menguntungkan tengkulak belaka (dan konco2nya dari dalam desa maupun negeri tertentu di luar desa). Berarti utusan calo itu sudah jelas2 berkhianat pada sang calo, bahkan pro pada tengkulak (yang zalim dan hanya menguntungkan pihak tengkulak dan konco2nya itu).

Sebaliknya, justru ada yang komentar tampaknya aneh tapi masuk akal. Weleh weleh… itu sang calo teriak2 meneriaki tengkulak itu pura2 belaka… lha buktinya, utusan sang calo justru ikut menyetujui. He he… sandiwara?

Komentar yang lain, agak jauh, tapi perlu dicermati. Sang tengkulak sih gampang saja membalikkan teriakan sang calo. Misalnya, ngapain kamu teriak2. Balikin dulu tuh, duit 1,5 T… Berbeda dengan para pemrotes yang bukan calo, maka tengkulak gelagapan, hingga tampaknya lebih mengandalkan para centeng yang tampak mangar2 bahkan tega menggebuki, menendang, menganiaya semena-mena, hingga yang bonyok harus dilarikan ke rumah sakit. Termasuk ketua mahasiswanya sang calo kena gebuk pula oleh centeng hingga dilarikan ke rumah sakit. Padahal calo itu konco komplotnya tengkulak, bahkan ada yang di jajaran tingginya.

Ada yang berfikir lain. Kalau sang calo itu hanya bersandiwara, kenapa anak sang calo yang jadi mahasiswa ikut demo kok ya digebuki centeng tengkulak sampai bonyok dan dibawa ke rumah sakit? Berarti ya sungguhan dong teriakan sang calo itu.

Masalah anak buah calo yang digebuki centeng itu adalah keadaan di lapangan. Tidak bisa disimpulkan begitu saja hanya dengan secuil bukti lapangan seperti itu.

Di tengah ramainya protes masyarakat dari berbagai elemen kepada tengkulak dan pembuat keputusan aturan yang menguntungkan tengkulak dalam desa dan luar desa belaka, dan sangat merugikan aneka pihak itu protes di mana-mana masih tetap menggema.

Entah kenapa saat panas2nya masyarakat di mana-mana memprotes itu, seakan mereka menganggap pemuka yang tadinya mereka usung2 itu kini di mata mereka sudah berubah seolah seperti tengkulak. Hingga sampai ada semacam ketidak wajaran, saking zalimnya mungkin, sampai-sampai calo pun berteriak keras2 pada tengkulak. Itu kalau tidak terlalu, maka belum tentu mungkin.

Nah!


Ilustrasi. Foto/glr

***

Cenderung kepada Si Zalim Saja Diancam Neraka, Bagaimana Lagi Pelaku Zalimnya

 

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. (Terjemah Arti Quran Surat Hud Ayat 113)


تفسير السعدي = تيسير الكريم الرحمن (ص: 391)

وإذا كان هذا الوعيد في الركون إلى الظلمة، فكيف حال الظلمة بأنفسهم؟!! نسأل الله العافية من الظلم.

Dan jika ancaman (neraka) ini adalah mengenai kecenderungan terhadap yang zalim, maka bagaimana lagi keadaan pelaku kezaliman itu sendiri? Kami mohon kepada Allah selamat dari kezaliman. (Tafsir As-Sa’di).

https://www.nahimunkar.org/cenderung-kepada-si-zalim-saja-diancam-neraka-bagaimana-lagi-pelaku-zalimnya/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 345 kali, 1 untuk hari ini)