Anekdot: Gerombolan Radikal Zindiq Lagi Beraksi


Gerombolan radikal zindiq di Desa Sering Gendro lagi kipas2, karena lurah abangan (berbaju abang/ merah) mengangkat para pembantu yang dianggap sesuai dengan misi para radikal zindiq dalam menghadapi Islam.

Kemarahan Umat Islam yang bertalu-talu menambah cengengesannya gerombolan radikal zindiq di desa itu. Karena selama lurah abangan berkuasa, gerombolan radikal zindiq merasa bebas leluasa beraksi dan berkata menyakiti Umat Islam, dan kini tambah diangkatnya para pembantu yang misinya sesuai dengan gerombolan radikal zindiq dalam menghadapi Islam.

Lagi kipas2 enak-enak menikmati kopi, tiba2 gerombolan radikal zindiq terbelalak, mendengar ada wakil modin yang diangkat baru oleh lurah abangan.

Kenapa terbelalak?

Karena bagi gerombolan radikal zindiq, wakil modin yang baru diangkat ini akan berhadapan dengan misi gerombolan radikal zindiq. Bahkan dikhawatirkan, akan memajukan Islam yang selama ini sudah diupayakan untuk dihalangi.

Kekhawatiran gerombolan radikal zindiq itu menjadikan mereka berputar otak. Ketemulah bahan untuk menjatuhkan wakil modin itu. Disebarlah postingan di medsos-medsos bahwa wakil modin yang baru ini ternyata ngelike video porno di akun medsosnya. Ramailah jagad dunia maya dibuatnya.

Gerombolan radikal zindiq bersahut-sahutan seakan bagai menemukan amunisi yang sangat dahsyat dan ditembakkan sejadi-jadinya.

Aksi gerombolan radikal zindiq itu bahkan bisa menyeret media2 Islam pula, ikut-ikutan menyebarkannya dengan panjang lebar. Seakan mendapatkan berita yang bagus, karena memang wakil modin yang diangkat baru itu ya pendukung lurah abangan. Sedang media Islam kurang suka terhadap sikap2 lurah abangan yang selama ini pro gerombolan radikal zindiq yang sering menyakiti umat Islam. Jadi dalam memberitakan ‘terjeblosnya’ kasus wakil modin yang baru dalam ngelike video porno itu bukan karena pro gerombolan radikal zindiq, tapi bagaimanapun, pelaku itu adalah orangnya lurah abangan. Sehingga jagad dunia maya jadi ramai soal itu.

Gerombolan radikal zindiq tinggal ketawa-ketawa terkekeh kekeh. Seakan permainannya tambah menang saja. Seakan mereka memberi aba-aba kepada lurah abangan untuk mengganti wakil modin itu dengan yang benar2 radikal zindiq. Atau kalau tidak, sang wakil modin itu harus ditekan agar berubah sikapnya, jangan membela Islam, tapi harus sesuai dengan misi radikal zindiq. Dua-dua pilihan itu akan lebih menekan Islam dan meninggikan misi radikal zindiq dalam menghadapi Islam.

 

Begitulah kurang lebihnya, keadaan Desa Sering Gendro yang dilurahi lurah abangan. Seseorang baru diperkirakan akan ada perjuangannya untuk Islam, atau tidak memojokkan Islam, sudah dicari-cari kesalahan yang bisa menjatuhkannya atau untuk memberi pilihan: masih mau membela Islam atau membela misi radikal zindiq.

Perlu diingat, bila seseorang lebih cinta dunia ataupun jabatan, maka dapat diduga akan pilih jadi wadyabala radikal zindiq. Namun bila lebih cinta kehidupan akherat yang nerakanya sangat dahsyat siksanya, maka lebih pilih tidak usah mendekat-dekat pada gerombolan radikal zindiq, dan lebih pilih istiqomah memegangi Islam, walau mungkin di dunia ini tidak mendapatkan jabatan ataupun kekayaan yang menggiurkan. Karena jabatan dan kekayaan dunia hanyalah sementara belaka. Sedang kehidupan akherat adalah kekal, hingga harus dipersiapkan amal yang dilandasi iman dan ikhlas serta mutaba’ah (mengikuti sesuai yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Tergoda sedikit, dan terpeleset pergaulan hingga mengorbankan Islamnya, maka akan menyesal selamanya di akherat kelak. Na’udzubillahi min dzalik! (kami berlindung kepada Allah dari hal yang demikian).

Sebaliknya, bila sabar dan istiqomah dalam memegangi dan mengamalkan Islam dengan ikhlas lilLaahi Ta’ala, walaupun di Desa Sering Gendro ini dikuasai lurah abangan yang belum tentu mengenakkan bagi Umat Islam yang ingin menjalankan Islamnya dengan istiqomah, namun justru itulah yang bila seseorang tetap istiqomah akan mendapatkan pahala lebih besar. Karena memang berat.


Sementara itu gerombolan radikal zindiq boleh saja terkekeh-kekeh merasa berjaya dalam aksi2nya. Selayaknya mereka mengaca diri dan melihat sejarah manusia. Bagaimana nasib manusia2 terdahulu ketika mengusik, memojokkan agama Allah? Islam adalah agama Allah, milik Allah. Sebagaimana Ka’bah adalah baitullah, rumah milik Allah. Ketika mau diserang oleh Abrahah bersama wadyabalanya tentara bergajah, ternyata mereka langsung Allah hancurkan sehancur-hancurnya. Ka’bah tidak hancur tapi justru mereka yang mau menyerangnya itu dihancurkan oleh Allah Ta’ala. Itu belum masalah nasibnya kelak di akherat, tempanya di neraka, siksa yang amat dahsyat selama-lamanya.

Ayat-ayat Allah Ta’ala telah sampai. Bukti2 nyata telah terdengar dan terjadi. Tinggal manusia ini mau mengikuti agama Allah dengan taat ikhlas lillahi Ta’ala atau pilih gebyar dunia yang menyenangkan namun melenakan, bahkan sampai menipu dan menjerumuskan. Sampai-sampai ada yang mengaku Islam namun sangat memusuhi Islam dan Umat Islam, itulah gerombolan radikal zindiq yang lebih pilih kesenangan dunia sambil memusuhi agamanya. Na’udzubillahi min dzalik!.

 

Ilustrasi/ google / bbg assunnah

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 464 kali, 1 untuk hari ini)