Anekdot: Gerombolan Serik Islam


Desa Sering Gendro dikenal penghuninya terbesar sejagat dalam hal jumlah Umat Islamnya. Hanya saja, ada yang bercerita begini:

Momentum suburnya Islam senantiasa dihalangi

Tahun 1966 hingga 1968 dakwah Islam sangat semarak dengan dilarangnya PKI Komunis akibat memberontak, dikenal dengan gerakan 30 sepetember PKI 1965.

1966-1968 itu pengajian kuliah subuh ada di masjid2 kota maupun desa. Masjid2 dan langgar2 bertambah jamaahnya dan bermunculan masjid dan langgar baru. Alhamdulillah. Islam tampak tumbuh subur.

Namun rupanya pihak2 musuh Islam gerah, lalu ditumbuh suburkan lah sejak 1968 adanya club2 malam remang2 maksiat, aneka macam judi, dan bahkan bacaan2 ke arah porno dan maksiat.

Singkatnya, digalakkan lah aneka kemaksiatan, hingga dai2 dan tokoh Islam kewalahan dengan apa yang disebut dekadensi moral (kemerosotan moral). Pengarang2 novel, novelet, cerita2 fiksi yang ke arah porno bermunculan dan terkenal, bahkan difilmkan. (Saya ga’ mau menyebut nama mereka, karena ada yang kemudian saya kenal baik, setelah tahun 1980-an dia menulis yang Islam2i. Dan dia telah tiada, mungkin juga yang lainnya).

Jadinya, dakwah Islam yang subur selama dua tahun (1966-1968) itu disapu oleh gelombang penggalakan aneka maksiat dengan aneka jenisnya itu. Dan baru mulai bangkit kembali setelah 1990-an, ketika Presiden Soeharto selama 25 tahun menekan Islam, kemudian belakangan tidak lagi. Belakangan selama kurang lebih 7 tahun Presiden Soeharo tampak dekat dengan Islam. Tetapi gejalanya dunia kafirin sangat khawatir, kalau dibiarkan, maka Islam di Indonesia akan subur makmur. Makanya diadakanlah huru hara 1998. Itu Pak Amien Rais seharusnya kini merasa salah, karena ketipu. Huru hara itu hanya karena dunia kafirin sangat khawatir berkembangnya Islam di Indonesia. (Namun tentu saja yang seperti itu harus ditutup rapat2. Agar Umat Islam tidak merasa kecolongan). Sehabis huru hara itu, buktinya Islam senantiasa jadi obyek sasaran, dan sulit sekali untuk bangkit.

Setelah Islam seakan jadi sasaran selama 20-an tahun, lalu ada moment yang bagus. Yaitu aksi bela Islam 212 yang menggetarkan dalam melawan Ahok non Islam penista Al-Qur’an. Jutaan Umat Islam berkumpul di Jakarta untuk menyuarakan, penista Al-Qur’an agar ditangkap dan diadili.

Anehnya, di situ NU (Nahdlatul Ulama) ormas Islam terbesar justru tampak membela Ahok. Di pergaulan maupun di persidangan. Padahal yang dinista itu Kitab Suci Umat Islam, Al-Qur’anul Kariim, dan vonis pengadilan pun (kemudian) menjatuhkan hukuman 2 tahun untuk Ahok. Mustinya NU bertobat dan sangat malu atas tingkah buruknya soal Islam ini. Dosa NU ini menjadi salah satu noktah sejarah buruk di dunia Islam tentunya.

Lagi2 moment 212 itu segera diupayakan untuk diredupkan. Kemudian diterpa dengan aneka macam yang dirasakan bagi yang faham…

Cerita itu ada di sini: https://www.nahimunkar.org/bersatunnya-umat-islam-menggentarkan-musuh-islam/

***

Bila ada moment yang kira2 akan menjadikan bersatunya Islam, semaraknya Islam, bahkan suburnya Islam, maka gerombolan serik (benci) Islam segera bikin rekadaya. Itu sudah menjadi ‘sego jangan’ (kebiasaan) di Desa Sering Gendro selama ini.

Kini baru saja gerombolan serik Islam pun tiba2 mengedarkan aneka gambar video saru (tidak ada kesopanan, asusila) di medsos2 hingga berseliweran. Baru saja dimunculkan, lalu disusul lagi dengan lainnya yang tidak kalah saru. Tentu saja itu ada maksud2 di balik itu.

Berarti kamu nonton video saru itu dong?

Hus! Jangan sembarangan nuduh. Ketika sesuatu itu beredar viral, bahkan jadi trendi, lihat judul saja sudah bisa diketahui bahwa itu isinya begitu. Jadi orang yang membuka-buka internet, medsos dan sebagainya tentu matanya tertabrak oleh itu, dan yang selamat hingga tidak membuka isinya pun sudah tahu. Semoga aku dan kamu terhindar dari membukanya. Apalagi bagi yang sudah faham bahwa itu ada misi dari gerombolan serik Islam, maka jangan sampai tidak faham, malah ikut2 terjerumus. Na’udzubillahi min dzalik!

Ada apa memangnya, itu dimunculkan?

Wow, rupanya ada berita, orang dari mana2 mau ke bandara untuk menjemput RS yang dijadwalkan datang, jam 10, Selasa 10 Nov 2020 dari pengasingannya.

Lha apa hubungannya dengan beredarnya gambar2 video saru yang disebarkan bertalu-talu itu?

Ya baca dari awal anekdot ini, nanti akan faham. Kalau memang kamu masih ada ghirah Islamiyahnya. Ini bukan berarti pro orang yang akan datang dari pengasingan itu, tapi apa-apa yang kira2 akan menyuburkan Islam, apalagi kira kira akan menjurus ke kekuatan Islam, maka biasanya pihak serik Islam di Desa Sering Gendro ini kicat2 bagai cacing kepanasan. Maka diadakanlah aneka cara untuk mengalihkan perhatian manusia, agar buyar dari kerumunan Islam.

Sayangnya, di antara yang mengaku Islamnya paling berjamaah biasanya malah ngekor ke gerombolan serik Islam, bahkan yang paling sadis kejam terhadap Islam yaitu PKI sekalipun. Mereka malah combe2an haha hihi dengan PKI di waktu lalu, walau justru kemudian disembelihi oleh PKI. Tapi anehnya mereka tidak kapok, dan masih mengulangi gabung2 lagi dengan para gerombolan serik Islam. Inilah justru yang menjadikan gerombolan serik Islam seolah selalu dominan di Desa Sering Gendro itu.

Semoga kalian faham.

Ilustrasi foto/
SlidePlayer.info

 

(nahimunkar.org)