Ilustrasi memetik mangga. Foto/ wemedia

 

Ada pemuda memetik mangga di kebon sesuai suruhan pemilik kebon, 3 tahun lalu.

 

Tiba2 setelah pemilihan RT, sedang RT lama katanya terpilih lagi, tahu2 pemuda (pemetik mangga atas suruhan pemilik kebon) itu dilaporkan ke Pak RT oleh seteru pemuda dan seteru pemilik kebon.

 

Anehnya, Pak RT langsung bikin tim untuk mengusut tuntas pemuda itu, karena Pak RT dan konco2nya sepertinya benci ke pemuda muslim walau ngaku wong Islam.

 

Tokoh Islam setempat bersuara: Itu Victa Lasko diduga “nyolong pelem” dan sudah dilaporkan ke Pak RT , kok malah didiamkan saja? Lha ini pemuda Islam yang memetik mangga atas suruhan pemilik kebon malah dilaporkan ke Pak RT dan mau diusut tuntas, ini kenapa?

 

Suara tokoh Islam yang mungkin juga dibenci oleh Pak RT ini tak digubris. Apalagi diketahui, tukang ronda tempat2 pemujaan selain Allah diduga sudah siap dukung Pak RT dan pelapor, agar tukang ronda itu mendapatkan kicritan recehan dan udud.

 

Peru diketahui, selama dipegang Pak RT yang ini, umat Islam mayoritas penduduk kampung itu jadi sasaran, bahkan sudah sejumlah orang masuk bui, dan bahkan sejumlah orang Muslim terbunuh. Padahal menurut Islam, lenyapnya dunia seisinya ini lebih ringan dibanding terbunuhnya seorang Muslim tanpa salah.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. AN-NASA-I (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

 

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS AN-NISAA’/4: 93)

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (QS Al-Maaidah/ 5: 32).

Anehnya perusuh di kampung yang dipimpin Pak RT ini (yang diuga bukan dari kalangan yang suka berwudhu) yang sampai membakar bendera symbol utama ke-RT-an, membakar balai pertemuan RT, merusak lapangan terbang yang ada di kampung itu, menjarah kios-kios di kampung itu, malah Pak RT bilang, memaafkan mereka itu lebih baik. Padahal sebelumnya (ketika ada aksi damai Umat Islam setelah pemilihan RT), Pak RT sangat garang : Tidak akan beri toleransi yang ancam ke-RT-an ini.

Di antara akibatnya, cerita tentang terbunuhnya sejumlah orang tersebut.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 416 kali, 1 untuk hari ini)