Anekdot: Khawatir Dunianya Ucul (Lepas), tapi Tidak Khawatir Akheratnya Hancur, Kemusyrikan pun Dilakukan


Pentolan Bolo Nuklun tahu2 mimpin upacara kemusyrikan ruwatan. Anaknya Lurah Abangan (berbaju abang/ merah) di Desa Sering Gendro sedang diupacarai kemusyrikan ruwatan untuk apa yang mereka sebut membuang sial (sukerto), agar sukses dalam mencalonkan diri sebagai bayan dukuh Surokerto.

Membuang sial itu dari kepercayaan bukan Islam, karena dianggapnya itu berkaitan dengan apa yang mereka sebut Betoro Kolo (raksasa buruk dalam cerita). Agar tidak dimangsa Betoro Kolo, maka diadakanlah apa yg disebut upacara ruwatan kemusyrikan itu, biasanya dengan sesajen untuk Betoro Kolo, agar tidak mengganggu. Jadi intinya, minta kepada selain Allah bahkan pakai sesajen pula dan ritual khusus yakni ruwatan kemusyrikan. Anehnya, upacara kemusyrikan itu dipimpin oleh pentolan Bolo Nuklun yang golongan itu aslinya mengklaim sebagai paling Islami.

Kenapa sampai sebegitu ya?

Sebenarnya mudah saja ditebak. Itu artinya, pentolan Bolo Nuklun yang bahkan seorang doktor mungkin bidang agomo itu lupa nasibnya di akherat, bisa2 hancur akibat mimpin upacara kemusyrikan itu. Bahkan dia atas nama petinggi Bolo Nuklun. Itu artinya dia sudah mencontohi untuk dimasyarakatkannya kemusyrikan. Padahal, itu hanya ketergelinciran dia dan wadyabala Bolo Nuklun yang kemungkinan khawatir dunianya ucul (lepas) tapi tidak khawatir akheratnya hancur.

Perlu diketahui dan diingat, seharusnya semua warga Bolo Nuklun bahkan setiap Muslim menyadari, bahwa setiap Allah mengutus utusan-utusannya itu hanyalah untuk memberi petunjuk kepada umat manusia dan jin bahwa kewajibannya menyembah hanya kepada Allah Ta’ala saja, dan sekaligus wajib menjauhi kemusyrikan (yakni menyekutukan Allah dengan apapun). Larangan paling puncak yaitu kemusyrikan itu. Menyembah, meminta keselamatan, minta dijauhkan dari bala bencana, kesialan dan sebagainya kepada selain Allah Ta’ala itulah kemusyrikan. Dosa paling besar, dan tidak diampuni bila meninggal dalam keadaan belum bertobat benar2, hingga haram masuk surga, tempatnya kekal di neraka. Sebagaimana ruwatan yang pada hakekatnya merupakan sesajen dan ritual yang ditujukan kepada Betoro Kolo (raksasa buruk dalam cerita) itulah bentuk kemusyrikan yang sangat bertentangan dengan agama Allah.

Nah, ketika umat manusia menyembahnya hanya kepada Allah Ta’ala sesuai dengan yang dituntunkan Nabinya, itulah agama yang lurus, yang terhindar dari kemusyrikan. Adapun ketika sudah minta keselamatan dan semacamnya kepada Betoro Kolo dan semacamnya (selain Allah Ta’ala) walau dihiasi dengan apa yang disebut shalawat segala, tetap saja itu namanya kemusyrikan. Wajib dihindari, agar selamat dunia akherat. Resikonya, bila mati dalam keadaan musyrik, belum bertobat benar-benar, maka haram masuk surga, dan tempatnya kekal di neraka.

Silakan simak soal jawab berikut ini, dikutip dari sebuah buku Karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu Rahimahullah.

  • Soal: Apa bahaya dari syirik akbar?

Jawaban: Syirik akbar menyebabkan kekal di dalam neraka. Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّهُ مَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَـنَّةَ وَمَأْوٰٮهُ النَّارُۗوَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ

“Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.” [QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 72]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa saja berjumpa Allah dalam keadaan menyekutukanNya dengan sesuatu, maka ia akan masuk neraka.” [HR. Muslim no. 93]

Soal: Apakah amalan yang disertai kesyirikan dapat bermanfaat?

Jawaban: Amalan yang disertai kesyirikan tidak bermanfaat. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَلَوْ اَشْرَكُوْا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَّا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Sekiranya mereka menyekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.” [QS. Al-An’am 6: Ayat 88]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: ‘Aku Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Siapa saja yang mengamalkan suatu amalan yang ia menjadikan selain Aku sebagai sekutu denganKu dalam amalan tersebut, Aku tinggalkan ia bersama sekutunya’.” [HR. Muslim, no. 2985]

Semoga Allah Ta’ala menunjuki kita pada jalan yang lurus dan dapat menambah ilmu dan menambah keimanan kita serta kita tetap istiqomah di atas aqidah dan As-Sunnah yang shohih. Wallahu a’lam

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 Disalin dari Kitab Ambillah Aqidahmu dari Al-Quran & As-Sunnah yang Shahih Karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu Rahimahullah.

 Alfaqir Ilallah: Abu Muhammad Royhan

https://permatasunnah.com/ambillah-aqidahmu-edisi-5/

***

Sebegitu besar bahayanya, namun kenapa doktor agama, pentolan Bolo Nuklun malah mimpin upacara kemusyrikan?

Wallahu a’lam.

Itu dikhawatirkan, seperti dalam judul di atas: Khawatir Dunianya Ucul hingga Akheratnya Hancur. Artinya, takut jabatan atau harta atau apa2 mengenai kesenangan dunia ini akan terlepas (bila tidak nyemplung ke upacara kemusyrikan seperti itu) maka akibatnya bisa2 akheratnya hancur karena amaliyahnya yang baik sudah dihancurkan oleh tingkah kemusyrikannya itu.

Sekali lagi! Islam sangat melarang syirik (menyekutukan) terhadap Allah Ta’ala, karena kalau musyrik maka haram masuk surga dan tempatnya kekal di neraka.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS Al-Maaidah/ 5: 72).

{إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا} [النساء: 116]

116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS An-Nisaa’/ 4: 116).

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ (٦)

6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(QS Al Bayyinah/ 98: 6).

Di samping ancaman keras terhadap pelaku kemusyrikan, dilarang pula mencampur adukkan yang haq (benar) dengan yang batil.

وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٤٢)

42. dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42).

Islam agama yang haq. Keyakinan apapun selain Islam adalah batil. Maka orang Islam dilarang mengikutinya, mencampur adukkannya, apalagi mencontohi untuk ikut ataupun mencampur adukkannya. Itu sangat buruk, sangat melanggar Islam. Apalagi mengadakan doa bersama dengan orang-orang musyrik, maka itu melakukan pelanggaran berat, bahkan ketika diekspose maka menjadi contoh nyata terang-terangan menunjuki jalan keburukan. Sedang dalam hadits telah diancam, orang yang menunjuki jalan keburukan itu mendapatkan dosa, ditambah dengan dosa dari para penirunya tanpa berkurang sedikitpun.

 مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Barangsiapa yang memulai mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang memulai kebiasaan buruk, maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (Hadits shahih riwayat Muslim NO – 1691).

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

‘Barang siapa dapat memberikan suri tauladan yang baik dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut dapat diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat untuknya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh. Sebaliknya, barang siapa memberikan suri tauladan yang buruk dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa yang mereka peroleh sedikitpun.’ (Hadits shahih riwayat Muslim NO – 4830).

***

Ancaman keras bagi orang yang mengikuti selain jalan orang mukmin

{وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا } [النساء: 115]

115. dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu[348] dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS An-Nisaa’: 115).

[348] Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan.

Betapa ruginya bila mereka sampai menjelang ajalnya tidak bertobat dengan taubatan nashuha (murni senar-benarnya tobat).

Hidup di dunia ini akan dibalas di akherat kelak, sesuai dengan amal masing-masing. Maka  penting sekali kita pelihara diri kita dan keluarga kita dari api neraka, jangan sampai ikut orang-orang yang terang-terangan mencampur adukkan yang haq dengan yang batil serta mengikuti selain jalan orang mukmin yang sangat di kecam dan diancam oleh Allah Ta’ala dalam ayat-ayatNya itu.

https://www.nahimunkar.org/inilah-mereka-mencampur-aduk-tauhid-dengan-syirik-dan-mencontohi-keburukan-terang-terangan/

Semoga Umat Islam tidak ikut terjerumus, dan semoga Allah lindungi di dunia dan akherat. Sehingga jangan sampai justru mengangkat manusia2 yang jelas telah terjerumus dalam kubangan kemusyrikan sebagai pemuka apapun, agar Umat ini selamat dunia akherat. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Ilustrasi foto/ytb Vedeo News, Solo, Nov 11, 2020

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 468 kali, 1 untuk hari ini)