Anekdot: Lurah Kembar


Desa Sering Gendro (DSG) yang dipimpin Lurah Abangan (berbaju merah/ abang) dikagetkan oleh munculnya lurah baru di dusun Fafua Kulon.

Ben W pentolan pemberontak mengumumkan dirinya sebagai lurah, dan tidak mau tunduk lagi dengan DSG. Padahal ketika pilihan lurah diklaim oleh pihak Lurah Abangan bahwa Dusun Fafua Kulon itu mutlak menang Lurah Abangan. Masyarakat DSG pun bertanya-tanya, katanya menang mutlak, lha kok sekarang buktinya, malah mereka berontak dan mengumumkan diri memisahkan dari DSG, merdeka, kata mereka.

Pengamat menyebut, Ben W mengumumkan sebagai lurah baru dan merdeka dari DSG, tidak mau tunduk lagi dengan DSG itu didukung oleh pihak grejo dan penduduk setempat. Bahkan anehnya, pemberontak itu sudah lama dikabarkan, mereka mengaku, berani berontak itu karena punya senjata, dan senjata itu mereka beli dari aparat DSG, dikirim pakai kapal terbang Hercules.

Ruwet kan, urusannya?

Pejabat DSG omong, halah, Ben W jadi lurah, mimpin Fafua Kulon itu hanya ilusi. Lha wong deklarasi kemerdekaan kok hanya pakai medsos. Lha saya tiap hari main medsos…

Buru2 masyarakat DSG membantah. Lha Ben W yang bukan Islam dan didukung grejo itu berbuat makar, memberontak dan menyatakan merdeka dan tak mau tunduk lagi dengan DSG, hanya disebut kekuasaan ilusi dan dibiarkan, karena deklarasinya hanya pakai medsos? Lha kenapa Muslim2 banyak yang ditangkapi hanya karena main di medsos dan dianggap melanggar UU ITE? Benar2 diskriminatif, zalim, tidak adil sak enake wudele dewe, celoteh sebagian masyarakat yang merasa janggal dengan pernyataan dan sikap para punggawa DSG pimpinan Lurah Abangan.

Disamping itu kekesalan masyarakat tersembul juga kepada pendukung Lurah Abangan yang suka membubarkan pengajian2 di mana2, tapi sebaliknya suka jagain grejo2, padahal mereka mengklaim diri merekalah yang paling Islami. Yaitu golongan Bolo Nuklun Mudo yang dikenal loyal terhadap penguasa manapun dan kapanpun, hingga biasa berteriak, DSG harga mati, pihak kami siap di garda terdepan, bila ada yang ganggu DSG.

Ditagihlah sesumbar itu secara bersahut-sahutan. Mana tuh, yang teriak2 DSG harga mati, dan jadi garda paling depan…?

Ramainya ledekan itu terhdap Bolo Nuklun Mudo menjadikan pansanya suasana, dan konon mereka akan dikirim ke Fafua Kulon untuk berantem dengan pemberontak yang didukung pihak grejo itu.

Lhah, bagaimana pula ini. Bagaimanapun, Bolo Nuklun Mudo itu adalah orang Islam, bahkan mengklaim dirinya sebagai yang paling Islami. Lalu kalau sampai terjadi perberanteman antara Bolo Nuklun Mudo dengan Bolo Ben W yang didukung Grejo, apakah ga’ mengherankan…

Pertama, Bolo Nuklun Mudo itu adalah loyalis2 Lurah Abangan DSG. Begtu juga warga Fafua Kulon dukungan Grejo itu bahkan disebut sebagai pemilih mutlak Lurah Abangan DSG. Jadi sesama pendukung Lurah Abangan berantem sendiri?

Kedua, Bolo Nuklun Mudo diancam oleh pemberontak di Fafua Kulon. Datanglah ke Fafua, kalian akan kami kubur di hutan rimba. Datanglah, kami sudah siapkan…

Ketiga, Bolo Nuklun itu adalah Muslim, yang posisi rencana berantem ini akan dihabisi oleh pemberontak Fafua Kulon dukungan grejo (padahal Bolo Nuklun Mudo dikenal sering jagain grejo2, bahkan pernah nyumbang sego tumpeng segala ke grejo cilacap). Bahkan Bolo Nuklun Mudo ini akan dihabisinya pun pakai senjata yang dibeli dari aparatnya Lurah Abangan DSG. Sedang Lurah Abangan DSG sendiri ketika ada teroris dari grejo Fafua yang membakar masjid di sana, justru teroris2 pembakar masjid itu diundang ke loji Lurah Abangan DSG. Dan memang anak2nya Lurah Abangan pun tadinya disekolahkan di sekolah milik grejo cino Singopuro. Di antara anak Lurah Abangan kini ada yang mencalonkan diri sebagai Bayan di dukuh Surokerto, dengan mengusung kemusyrikan ruwatan sebagaimana bapaknya. Bahkan yang memimpin acara kemusyrikan Ruwatan itu adalah ketua pengurus Bolo Nuklun dari DSG. Jadi boleh di bilang, kedua belah pihak itu adalah dekat dengan grejo2 sampai grejo cino segala, bahkan mengusung kemusyrikan ruwatan pula. Tapi mereka mengklaim sebagai orang Islam, walau sepak terjangnya sering bersebarangan sama sekali dengan Umat Islam dan menyulitkan.

Jadi? Kenapa lakonmu seperti ini wahai Bolo Nuklun?

Kalian akan dihabisi….. oleh musuh2 kalian yang selama ini kalian mengabdi pada mereka? Sedangkan terhadap teman2 kalian sendiri yang muslim sering ada jarak bahkan selama ini senantiasa plerokan, sulit seiring sejalan.

Bukankah itu sudah kalian alami di zaman jaya-jayanya musuh Islam yakni Komunis PKI yang kalian bergabung dengan mereka, tapi kalian justru ditlikung dan dibunuhi?

Kenapa kalian tidak kapok2nya bergabung dan membela musuh2 kalian sendiri yang pada waktunya mereka akan merekayasa untuk menghabisi kalian? Sementara itu terhadap teman2 kalian sendiri sesama Muslim sering kalian bersikap sebegitunya?

Kalian sudah berkali-kali mengalami yang tragis macam itu, tapi tidak ada kapok2nya.

Bukankah Nabi kalian telah wanti2 memperingatkan dalam haditsnya?

Dalam Islam, ada peringatan dari Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ ». متفق عليه

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, Tidak selayaknya seorang mukmin disengat (binatang berbisa) dari satu lubang dua kali,” (HR Bukhari [6133] dan Muslim [2998])

Kandungan hadits itu di antaranya adalah peringatan agar tidak lalai, dan senantiasa menggunakan kecerdasan. Sebab seorang mukmin jika tergelincir di satu tempat maka ia tidak akan melintas di tempat itu lagi. Oleh karena itu, Muawiyah r.a. berkata, “Tiada seorang (jadi) bijak kecuali setelah mendapatkan pengalaman,” (HR Bukhari [10/529]).

Maksudnya ialah bahwa pengalaman dapat menguak permasalahan yang samar sehingga merubah pemiliknya menjadi seorang yang bijaksana serta mengingatkan apa yang akan terjadi. Dengan demikian ia tidak akan melakukan suatu urusan kecuali dengan cara yang baik. Allahu a’lam. (lihat Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 3/324-327).

Kesimpulannya, tidak layak terjeblos ke lubang yang sama dua kali. Sapi atau lembu pun tidak mau, apalagi manusia. Bila manusia mau bahkan rela terjeblos dalam satu lubang dua kali, berarti lebih tidak hati-hati dibanding sapi sekalipun.

 

***

Ada yang menulis di medsos begini:

OPM ancam Banser, akan kubur Banser di hutan rimba bila datang ke Papua. Banser itu Islam, OPM bukan Islam dan diberitakan, senjatnya dibeli dari Jakarta dari aparat RI. https://www.nahimunkar.org/tpnpb-opm-akui-sejak-lama…/ .

kalau begitu, Banser yang Islam itu akan bertarung dg OPM bukan Islam yg senjatanya dibeli dari aparat RI- Jakarta. Apakah ini dalam rangka memusuhi Umat Islam tapi dengan kedok ini itu?

Wamakaruu wamakarolLooh. Wallahu khairul maakiriin.

Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

Ilustrasi foto/ dok net istimewa

(nahimunkar.org)

(Dibaca 302 kali, 1 untuk hari ini)