Anekdot: Penggede Satpam Pabrik Gembor Dikepruk Wong, Malah Pada Sorak Sorai


Di Kolong Langit Ada Sebuah Pabrik Gembor. Lafal gembor apa ada kaitannya dengan gembar gembor atau tidak, wallahu a’lam. Yang jelas pabrik itu memproduksi gembor, wadah air yang ada kucurannya untuk menyirami tanaman. Karena wilayah itu sering banyak kebakaran tanaman hingga menimbulkan asap yang berbahaya bagi pernafasan, hingga asapnya menyebar ke lain desa.

Di antara petinggi pabrik gembor ada penggede satpamnya. Entah karena pabrik itu namanya pabrik gembor, namun orang banyak yang menengarai para penggedenya ada yang suka gembar-gembor. Salah satunya ya penggede satpam itu.

Suatu siang, penggede satpam turun dari kuda yang ditungganginya ketika jalan-jalan di suatu tempat. Tiba2 dia dikepruk orang sampai njengking karena kaget. Ramailah jagad seantero pabrik. Orang pun pada bilang bahwa ada kabar penggede satpam pabrik gembor dikepruk wong sampai njengking. Lalu bersahut-sahutanlah komentar di medsos dan sebagainya menanggapi njengkingnya penggede satpam pabrik gembor yang dikepruk wong itu.

Tidak ada yang mengomandoi apalagi memberi aba2, tahu-tahu banyak saja yang berceloteh semaunya. Komentarnya pedas2 ngeri2 dan belum tentu sopan. Malah ada yang bernada nyukurin terang2an. Padahal konon adat ketimran di seputar pabrik gembor itu penuh sopan santun lemah lembut. Tapi kali ini bermunculan kata2 yang ga’ sopan.

Belum diketahui persis, kenapa banyak orang yang perhatiannya tertuju pada peristiwa itu. Padahal peristiwa2 lainnya juga banyak.

Dari keluarga satpam pabrik gembor sendiri pun ada yang berani sorak sorai atas apesnya petinggi satpam itu. Aneh sekali. Rupanya penggede yang satu ini punya daya tarik tersendiri.

Tapi masa’ tidak ada penyebabnya. Kalau tanpa ada sebab, tentu penggede satpam pabrik gembor itu ya tidak akan dikepruk orang. Juga bila tidak ada persoalan dengan masyarakat, tentu tidak ramai betul seperti itu, apalagi sampai nyukurin segala.

Ya tentu ada sebabnya. Tapi siapa yang berhak untuk menjelaskan sabab musabab itu?

Ketika tidak ketemu siapa yang berhak menjelaskan sabab musabab, mungkin bisa dicari file2 berita tentang penggede satpam pabrik gembor itu.

Ada beberapa file yang diduga menyebabkan masyarakat banyak yang tidak ambil belas kasihan pada nasib apesnya itu. Rupanya entah karena memang karena pabriknya itu pabrik gembor, hingga penggede satpamnya pun suka gembar-gembor yang bahkan sampai dianggap tak pantas. Masa’ penggede satpam kok sampai bilang ke Lembaga Keulamaan di lingkungannya, kalian para ulama kalau mau memberi nasihat, tausiyah, atau fatwa mestinya kordinasi dulu dong dengan hansip dan kaur kesra…

Lhah, para ulama ya jengak lagi kaget. Apa urusannya penggede satpam ngomong gitu? Yang bener aja kau jadi penggede satpam pabrik gembor….

Model2 omongan yang ga’ kepuguhan seperti itulah yang dicatat oleh masyarakat yang dinilai menyakiti masyarakat yang dilontarkan penggede satpam pabrik gembor terutama akhir-akhir ini menjelang adanya pengukuhan boss dan wakil boss pabrik gembor periode 19-24 bulan ini.

Makanya ketika penggede satpam pabrik gembor itu dikepruk orang, lalu pada ramai-ramai sorak sorai. Soalnya mereka mungkin merasa sakit sudah lama, tapi hanya meringis tanpa suara. Giliran ada momen tepat untuk bersuara, maka mereka bersuara tanpa bisa dibendung.

Jadi salah siapa dong.

Ya namanya spontan, mustinya jangan dimasalahkan. Kecuali kalau bersuara bareng-bareng itu karena direncanakan, dikordinir, apalagi dibiayai untuk nyuara bareng, baru perlu diusut. Lha wong hanya ibarat ada suara aneh lalu tertawa spontan kok dimasalahkan, itu kurang kerjaan barangkali.

Ini ya hanya sekadar lontaran. Barangkali ahli psikologi massa yang jujur dan memihak kepada kebenaran perlu mendudukkan persoalan ini secara benar dan tepat.

Gitu aja.

Ilustrsi / foto pixabay

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 309 kali, 1 untuk hari ini)