Anekdot: Sekadar cerita soal tikus dan kucing

 

Di zaman saya masih kecil, tikus2 pasti takut dengan kucing. Tidak pernah ada kucing yang takut dengan tikus.

Dunia tikus merasa tidak aman, dan mau mencari solusi, bagaimana supaya tikus2 aman dari ancaman kucing.

Seorang professor ahli tafsir, ahli fiqh dan ahli Bahasa Arab, Prof Mahmud Yunus dari Minang / Padang pun menulis cerita tentang gerombolan tikus yang rapat untuk mencari solusi dari ancaman kucing. Itu ditulis di buku pelajaran Bahasa Arab untuk madrasah dengan judul jama’atul firan (kumpulan tikus-tikus).

Sedang tengah-tengahnya rapat itu para tikus, dan belum ketemu apa jalan keluarnya dalam menghadapi ancaman kucing, tahu2 kucing pun datang. Maka bubarlah tikus2 itu, lari kocar-kacir ketakutan karena kedatangan kucing secara tiba2.

Antara cerita bikinan Prof dalam pelajaran Bahasa Arab untuk anak2 madrasah itu, dengan kenyataan bahwa tikus2 jelas takut sama kucing saat itu benar2 klop. Memang tikus2 dalam keadaan takut kucing, saat itu, saat saya masih anak kecil.

Sepertinya dunia ini makhluq2 ada yang mengalami perubahan sikap. Entah kenapa, kucing2 di zaman saya sudah bukan kanak2 lagi, tampaknya bersikap terbalik, yaitu kucing banyak yang takut dengan tikus. Sedang tikus2 banyak yang tidak takut kucing lagi.

Meskipun demikian, masih ada kucing2 khusus yang memang dipelihara untuk menangkap tikus. Rupanya tikus2 rapat lagi seperti cerita di atas, hanya saja versinya lain, yaitu rapat dalam rangka mencari pihak2 yang membela tikus2 agar membatasi gerak kucing2 semaksimal mungkin.

Benar rupanya. Tikus2 itu mendapatkan pihak2 yang akan membuat rekayasa untuk membatasi gerak kucing2 khusus yang dipiara untuk menangkap tikus2.

Begitu kucing2 khusus itu mengalami masa akan dibatasi geraknya agar tidak ‘salah pilih’ dalam menangkap tikus, maka para pimpinan kucing pun pendapatnya terbelah. Ada yang merasa aneh, hidup kok jadi begini, dan ada yang ya sudahlah terimain saja…

Dan tikus2 pun mulai bergembira ria karena merasa ada angin segar yang kondusif bagi para tikus, padahal sejatinya justru cuaca pengap bahkan di lain sisi disertai penuh asap yang menyesakkan dada.

Memang dunia tikus itu lain, rupanya…

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 148 kali, 1 untuk hari ini)