Anekdot: Sudah Ramai, Ribut soal RS yang Mau Pulang




 

Berita gendro (ribut, saling berebut omong ngotot2an) soal RS yang mau pulang sudah berseliweran. Ada yang mancing-mancing, ada yang mangar2.

Kalau dirunut adanya gendro itu ya berkisar antara pihak mereka dan pihak mereka lainnya, dan pihak mereka lainnya lagi yang sudah menyatu dengan pihak pengendali Desa Sering Gendro.

Dari awal sudah diketahui, RS tokoh ‘Pembela Agomo’ itu punya musuh namanya GD. Walau sama2 pengamal embel2 amaliyah agama, namun GD menohok RS. (Agomo) Allah ga’ perlu dibela, seru GD waktu masih bertugas di dunia (kini sudah tiada). Keruan saja lontaran itu menusuk tokoh kelompok ‘Pembela Agomo’. Walau sebenarnya omongan GD itu menusuk setiap Muslim, namun karena yang menamakan diri kelompok ‘Pembela Agomo’ itu adalah yang dipimpin RS, maka boleh jadi itu sebagai simbol plerokan (ketidak sukaan) pelontarnya (GD) terhadap pihak RS.

Nah, di antara pendukung utama GD itu kini dipercaya sebagai punokawan Lurah Abangan (berbaju abang/ merah) di Desa Sering Gendro. Dengan santernya khabar bahwa RS mau pulang dari pengasingan Selasa 10 Nov 2020 jam 9 sampai di bandara setempat, rupanya ada tukang kipas A Ar yang selama ini dikenal sebagai penghembus Lurah Abangan mengipas-ngipas MD pendukung GD yang jadi punokawan Lurah Abangan. MD ngomong ini dan itu yang bikin panas kuping bagi RS dan konco2nya.

Gendro pun sepertinya mulai terjadi bahkan ramai. Terdengar suara2 sahut-sahutan.

Medsos bahkan sampai tv mulai buka lapak ‘bukak dasar’ pergendroan/ keributan. Ada yang mengipas-ngipas punokawan Lurah Abangan untuk nyemprot bahkan ngancam penyambut RS bila macem2 tingkahnya. Bahkan mengabarkan bahwa RS di pengasingan begini begitu dsb.

Dari pihak RS pun bicara di medsos bahkan tv untuk menepis suara MD punokawan Lurah Abangan yang tadinya pendukung GD itu.

Sepertinya ada settingan untuk dibikin gendro/ ribut – gaduh. Padahal kalau ditengok-tengok, sebenarnya tidak ada hal prinsip yang perlu dibikin gendro. Apakah itu untuk menutupi hal prinsip yang justru seharusnya digendrokan/ diributkan?

Wallahu a’lam. Tapi memang Lurah Abangan Desa Sering Gendro baru saja meneken/ tandatangan Ondang2 Cilaka, yang sejak semula banyak diprotes orang, karena prosedurnya kurang beres dan diduga ada kepentingan dibaliknya.


Ondang2 yang diteken itupun oleh para ahli ondang2 disebutnya cacat. Ada ayat yang tidak ada, tapi dijadikan rujukan oleh pasal berikutnya. Pasal 6 merujuk ke pasal 5 ayat 1 a, tapi pasal 5 itu tidak punya ayat, apalagi huruf a. Piye iki? Ondang2 sudah diteken Lurah Abangan Desa Sering Gendro tapi wujudnya begitu. Makanya begitu diondangkan dengan ditandatanganinya itu, langsung media terkemuka menyebut: Ondang2 Cilaka itu Ugal2an…

Bahkan Bayan Dukuh NTB langsung mengajukan penolakan untuk diberlakukannya Ondang2 Cilaka itu.

Nah itulah sebenarnya yang sedang jadi gendro/ gaduh. Bukan akan pulangnya RS. Tapi entah kenapa, justru media2 sibuk sahut2an bikin gendro antara pihak RS dengan punokawan Lurah Abangan.

Kok jadinya begini ya?

Rupanya memang ada manusia2 yang kelihaiannya di bidang bikin gendro yang seharusnya tidak terjadi. Diduga, itu untuk memuluskan sesuatu yang sejatinya justru merupakan sumber gendro dan harus dipermasalahkan.

Akibatnya, di belakang mereka yang sedang gendro mengenai hal yang ga’ kepuguhan itu ternyata ada jurang menganga bertulisan seram: Desa Sering Gendro ambles di Jurang Krisis Econo31….

Astaghfirullaah….

iIustrasi. Foto/twit

foto/wongkito

(nahimunkar.org)

(Dibaca 470 kali, 1 untuk hari ini)