Anekdot: Tokoh ‘Pembela Agomo’ Mau Pulang

Ilustrasi. Foto/ fakta kini

Di Desa Sering Gendro lagi santer berita, ada tokoh kelompok ‘Pembela Agomo’ mau pulang dari pengasingan. Sudah agak lama RS sebutan tokoh itu ada di pengasingan, entah kenapa. Sebentar lagi dikabarakan dia mau pulang.

Tokoh itu (RS) berseberangan dengan GD tokoh sesama jurusan suka embel2 dalam amaliyah agama tapi ternyata plerokan tidak akur. Karena GD dikenal nyleneh sampai2 bilang, ‘Agomo ga’ perlu dibela’ (padahal di Al-Qur’an justru ‘Jika kalian membela/ menolong (agama) Allah, pasti Allah menolong kalian). Padahal RS adalah pemimpin kelompok ‘Pembela Agomo’. Jadinya ya plerokan lah. Qadarullah GD yang dikenal bilang ‘Agomo ga’ perlu dibela’ (yang ucapannya itu bertentangan dengan ayat Al-Qur’an) itu sudah habis masa tugasnya di dunia.

RS kenapa beritanya santer, padahal kan orang mau pulang ke desanya sendiri itu hal biasa2 saja.

Ya hal biasa saja kalau dia tidak plerokan dengan tokoh2 lain. Sampai dia mengasingkan diri itu kemungkinan ya karena lagi plerokan dengan tokoh2. Entah siapa tokoh2 yang berseberangan dengan dia. Yang jelas, punggawa Desa Sering Gendro, Lurah Abangan (berbaju abang/ merah) dan anak buahnya tampak tak sejalan dengan RS.

Kenapa?

Semangatnya beda. Yang pihak ‘Pembela Agomo’ ya maunya agomo itu dijunjung tinggi dan sebagainya. Tapi kenyataannya, malah ada aturan2 yang dianggap bernafaskan agomo, tidak segan2 Lurah Abangan itu membredelnya. Ada gerombolan membakar masjid malah diundang ke lojinya segala. Apa ga’ mengkap2 itu dada para ‘Pembela Agomo’. Jadi wajar kalau RS yang pinter celathu/ bicara itu suka ngritik tingkah2 macam itu.

Lha sekarang apakah tingkah2 yang dikritik RS itu sudah tidak bermunculan lagi, kok RS mau pulang dari pengasingan?

Waduh, seolah pertanyaan itu mudah dijawab. Tapi sangat sulit dijawab sebenarnya.

Kenapa?

Karena selama ini masyarakat Desa Sering Gendro belum tahu, apakah pernah ada sejarah desa itu mengenai tokoh yang mengasingkan diri, lalu mau kembali. Jadi apa yang akan terjadi ya tidak ada rujukannya untuk dijadikan jawaban dari pertanyaan itu.

Halah, kok muter2. Ga’ bisa jawab ya ga’ bisa aja. Kenapa bikin cerita, kalau ga’ bisa jawab?

Lha yang ini malah mudah dijawab. Dibikin cerita itu karena peristiwa langka. Jadi perlu dibikin cerita. Faham?

Ya udah, lha kamu akan ikut2an nyambut RS ga’?

Itu mah, urusan pribadi. Ga’ perlu diumum-umumkan.

Lha kamu malah mengumumkan akan kepulangan RS. Kok ditanya, mau ikut nyambut ga’, malah muter2?

Sekali lagi, itu urusan pribadi. Dan menyambut atau tidaknya saya, itu tidak ngaruh lah… ngapain kamu tanyakan?

O ya ya… biar mereka2 saja yang sibuk, baik pihak mereka maupun mereka yang lainnya. Siapa tahu justru antar mereka yang gede2 itu justru sudah haha hihi… toh saya dan kamu tidak tahu. Atau sebaliknya, justru lebih sengit plerokannya, itu urusan mereka dengan mereka pula.

Nah!

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 1.037 kali, 1 untuk hari ini)