POSMETRO INFO – Kontes “Domba Garut” memperebutkan Piala Kemerdekaan yang digelar Presiden Joko Widodo di Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor (27/08) memunculkan pro dan kontra, mengingat kondisi perekonomian Indonesia.

“Besok boleh kita menunggu komentar lagi dari Sri Mulyani, sementara presiden asyik dengan mainan baru, Domba Garut. Tidak ada sense of crisis. Di saat anggaran ke daerah yang membutuhkan untuk membangun dipotong sana sini, lomba Domba Garut digelar dengan hadiah Rp 1 milliar,” tegas aktivis politik Muhammad Husni Thamrin di akun Twitter @monethamrin./ http://www.pos-metro.com/  Senin, 29 Agustus 2016

Domba Garut peserta lomba

Domba Garut peserta lomba (M Iqbal/detikcom)

Ada pihak yang menduga-duga dikaitkan dengan mistik dan beredar di media maya. Sampai kini belum ada penjelasan dari pihak istana soal mistik itu.

Memang sebelum ini Jokowi memilih kereta kencana dari Purwakarta untuk dibawa ke istana dalam kaitan upacara bendera HUT kemerdekan RI ke-71. Ulama Purwakarta menyebut kereta kencana dari Purwakarta itu simbol kemusyrikan (dosa terbesar yang tidak diampuni Allah, bila pelakunya meninggal dalam keadaan belum bertaubat benar-benar), karena tiap hari kereta itu diberi sesajen dan fungsinya untuk mengangkut kepala kerbau dalam sesajen kemusyrikan. https://www.nahimunkar.org/ulama-purwakarta-kereta-kencana-simbol-kemusyrikan-membawa-kepala-kerbau-dan-sesajen/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.363 kali, 1 untuk hari ini)