Doktor Surahman Hidayat seorang anggota DPR menyatakan penolakanya terhadap kebijakan pelarangan guru agama asing.  Surahman menjelaskan bahwa tenaga kerja asing sebagai pengajar agama, tetap di butuhkan dalam proses pendidikan agama.

Inilah beritanya.

***

PKS Nyatakan Radikalisme Musuh Bangsa, Minta Jangan Kaitkan Pengajar Asing Dengan Radikalisme Dan Menolak Kebijakan Rezim Jokowi Terkait Pelarangan Guru Agama Asing

 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Doktor Surahman Hidayat menyatakan penolakanya terhadap kebijakan pelarangan guru agama asing.  Surahman menjelaskan bahwa tenaga kerja asing sebagai pengajar agama, tetap di butuhkan dalam proses pendidikan agama.

Menurut Surahman, yang juga Ketua MKD DPR RI, untuk bidang spesialisasi tertentu, seperti bahasa, tenaga kerja asing sangat dibutuhkan, ” tidak relevan jika radikalisme di kaitkan dengan masalah asing atau non asing.” Tegas surahman, Selasa (6/1/2015)

 

Radikalisme adalah pemikiran destruktif yang muncul dari pemahaman yang menyimpang, itu dapat muncul dari siapa saja, tidak selalu dikaitkan dengan asal negara seseorang. “Dalam dunia pesantren misalnya, guru berwarga negara arab atau timur tengah,sangat di butuhkan untuk mata pelajaran khusus bahasa arab, sebagaimana halnya dengan mata pelajaran bahasa inggris,” jelasnya.

Pemahaman radikalisme yang mengarah kepada kekerasan, adalah musuh bangsa, “Pemerintah dan semua pihak yang memiliki kepentingan dalam proses pendidikan, agar lebih aktif memberikan pemahaman yang benar, tentang arti menjaga nilai-nilai kemanusiaan, penghormataan terhadap perbedaan, menghargai kemajemukan, dan semangat menjaga NKRI.” Tutup Surahman.

Sumber: islamedia/ suaranews.com

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 209 kali, 1 untuk hari ini)