Syiah Menyusup? Buku PAI SMP Sebut Shalat Jum’at Shalat Sunnat/ foto prtlpygn


Selama ini para ulama dan tokoh Islam gencar berdakwah dengan  ayat-ayat agar tidak pilih orang kafir sebagai pemimpin. Karena hal itu haram menurut Al-Qur’an (lihat QS 5:51)*. eee… tahu-tahu… yang diusung yakni Anies Baswedan justru manusianya diberitakan begini:

Anies Baswedan: Pilih Pemimpin Jangan Lihat Agamanya, Tapi Visi Misinya
(Yudhistira Amran Saleh – detikNews, Jumat 30 Sep 2016, 10:18 WIB)

Anies Baswedan  baru dicalonkan saja  sudah berani menampakkan liberalnya yang pluralisme agama alias kemusyrikan baru/ menyamakan antara Islam dengan  kafir. Terbukti dia keceplosan liberalnya, hingga diberitakan dengan judul mencolok:

 Anies Baswedan: Pilih Pemimpin Jangan Lihat Agamanya, Tapi Visi Misinya. (detikNews, Jumat 30 Sep 2016, 10:18 WIB).

Secara logika, itu berarti Anies Baswedan  tidak mempersoalkan, apakah Islam ataukah kafir. Lha nanti misalnya Anies jadi gubernur, apa ga’ lebih dari itu liberalnya. Apakah tidak lebih leluasa lagi dalam memasok syiah? Karena sebelumnya telah santer diberitakan.

Teganya Anies Baswedan, Menyusupkan Syiah Iran Lewat Pendidikan dan Kebudayaan

by nahimunkar.com– Sep 25th, 2016

anies-baswedan-dan-duta-besar-iran

Teganya Anies Baswedan, Anies Baswedan dan duta besar Iran di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (31/12/2014)/laman kemendikbud. Kerjasama Menyusupkan Syiah Iran Lewat Pendidikan dan Kebudayaan untuk generasi Umat Islam.

Disamping itu, Anies Baswedan sendiri dalam cuitannya di twtr tampak nyata pembelaannya terhadap syiah. Di antaranya ini:

Anies Baswedan‏@aniesbaswedan

23) Jika beda sunni-syiah adalah sumber konflik maka harusnya wabah kekerasan itu ada seumur islam di Nusantara #tolera

  1. Fashobrun Jamiil‏@ennylistyani Sep 23

@aniesbaswedan @maspiyungan Islamktp jamaah skuler..oh #toleran

Dengan adanya Anies Baswedan menyepakati kerjasama dengan pemerintah syiah Iran dalam pendidikan dan kebudayaan (saat menjadi menteri pendidikan) itu ternyata kemudian bermunculan buku pelajaran yang menyusupkan ajaran sesat syiah.

Di antaranya ini beritanya.

***

Syiah Menyusup? Buku PAI SMP Sebut Shalat Jum’at Shalat Sunnat

by nahimunkar.comJan 28th, 2016

buku-pai-smp-sebut-shalat-jumat-shalat-sunnat

Foto prtlpygn

Telah banyak diketahui bahwa aliran sesat syiah tidak mewajibkan shalat Jum’at. Kini ternyata beredar buku Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP terbitan Erlangga yang menyebut shalat jum’at shalat sunnah (bukan shalat wajib). Padahal dalam Islam, shalat Jum’at adalah shalat wajib bagi kaum laki-laki.

Isi buku tersebut pada Halaman 57 tertulis “Salat sunah adalah semua salat selain salat fardu, lima waktu, diantaranya adalah salat Jumat, salat Jenazah, dan salat sunah rawatib.”

Itu jelas menyesatkan, dan telah meresahkan pihak pendidikan dan para ulama di Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara.

Buku itu terbitan Erlangga. Beberapa waktu lalu buku terbitan Erlangga bermuatan syiah pernah menghebohkan pula. Awas Buku Agama Berbau Syi’ah Oleh Terbitan Erlangga Berkeliaran https://www.nahimunkar.org/awas-buku-agama-berbau-syiah-oleh-terbitan-erlangga-berkeliaran/

Untuk mengetahui penemuan terbaru, buku PAI yang menganggap shalat Jumat shalat sunnat, inilah beritanya.

***

 Buku PAI SMP Menyesatkan Beredar di Palas

SIBUHUAN (Berita): Buku Pelajaran Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbitan Erlangga 2007 yang diduga menyesatkan beredar di Kab. Padanglawas (Palas) dengan Judul Buku Ayo Belajar Agama Islam untuk SMP Kelas VIII, materi pelajaran tentang Shalat wajib dikatakan Shalat Sunat.

Dikutib dalam isi buku tersebut pada Halaman 57 dimana di tertulis “Salat sunah adalah semua salat selain salat fardu, lima waktu, diantaranya adalah salat Jumat, salat Jenazah, dan salat sunah rawatib, “.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palas, H. Sehat Muda LC. MA melalui Sekretaris Umum Ustad Ismail Nasution LC, kepada Berita, (25/1) mengatakan, isi buku tersebut jelas sangat menyesatkan. Kenapa Shalat Jumat dan Shalat Jenazah dikatakan Shalat Sunat, kalau Shalat Rawatib memang benar merupakan Shalat Sunat.

Dijelaskannya, yang benar adalah Shalat Jumat merupakan Shalat yang wajib bagi laki-laki Dewasa dan merupakan Fardhu A’in, dan Shalat Jenazah adalah Fardhu Kifayah atau kewajiban bersama, namun bila sudah sebahagian melaksanakan maka gugurlah kewajiban bagi yang lain.

Ditambahkannya, ia berharap dan menyarankan agar pembedahan lebih lanjut buku itu dilakukan, karena dikhawatirkan masih ada poin materi lain yang menyesatkan. Kemudian, diharapkan kepada pihak terkait seharusnya sebelum buku di distribusikan ke Sekolah alangkah baiknya diseminarkan terlebih dahulu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Palas Dra. H. Hamidah Pasaribu M. Ap melalui Kabid Dikdas Akhir Daulay, menanggapi temuan buku yang diduga menyesatkan itu mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan kebijakan terkait buku itu. Sebab, ia belum mengetahui kebenaran buku tersebut walaupun buku sudah ditunjukkan wartawan.

“Untuk masalah ini, saya belum bisa memberikan keterangan. Tunggulah dulu saya panggil Kepsek dan Guru Agama yang bersangkutan, setelah mereka mengatakan benar menyesatkan baru kita serahkan keputusannya kepada Kadis, apakah semua buku yang beredar di Palas ditarik atau bagaimana kita proses dulu, “. Ungkap Kabid.

Sementara itu, sesuai Informasi yang diterima Berita, Minggu (24/1) dari beberapa guru di SMP Aek Nabara dan Sibuhuan, meminta nama mereka tidak dipublikasikan, mengaku pertama kali menemukan kejanggalan materi pelajaran agama itu di Sekolah tempat mereka mengajar.

Katanya, ditemukan adanya materi pelajaran yang diduga telah menyimpang atau menyesatkan. Kemudian ia juga telah mendiskusikan hal itu kepada rekannya yang lain dan penilaian rekannya juga sama.

“Kita berharap kepada Dinas Pendidkan Palas, agar segera menarik buku terbitan Erlangga itu, dan pihak Erlangga mengganti atau revisi kembali buku yang diduga menyesatkan ini, “. Ungkap beberapa Guru PAI itu. (tio)/

By: beritasore.com/Januari 26, 2016 

***

Umat Islam cerdas, menyingkiri orang liberal dan pendukung syiah

Umat Islam tampaknya kini semakin cerdas, sehingga mana-mana ada tokoh liberal, syiah dan semacamnya, atau yang cenderung membela syiah pun sudah mulai disingkiri. Karena memang syiah itu di tingkat lokal seperti di Sampang Madura saja sudah berani menodai agama (Islam) dengan menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Hingga pentolan syiah Sampang, Tajul Muluk, divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Surbaya yang dikuatkan oleh Makamah Agung.

Syiah Menodai Agama, Mengingkari Otentisitas Al-Qur’an.

by nahimunkar.com-Des 19th, 2014

Telah terbukti, Tajul Muluk Pentolan Syiah Sampang divonis penjara 4 tahun karena menodai agama Islam (menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi), melanggar pasal 156A KUHP

Syiah jelas-jelas menodai agama (Islam) itu sudah tidak kurang data dan fakta. Di antaranya.

  1. Fatwa MUI Jawa Timur tentang sesatnya Syiah lihat di siniFatwa MUI Jawa Timurtentang Kesesatan Ajaran Syi’ah
  2. MUI Pusat menilai fatwa MUI Jawa Timur itu sah. Lihat ini MUI Pusat mensahkan dan mendukung Fatwa MUI Jatimtentang kesesatan syiah
  3. Tajul Muluk pentolan syiah dari Sampang telah divonis 4 tahun penjara karena terbukti  melanggar pasal 156a tentang penodan agama, karena Tajul Muluk menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Vonis Pengadilan itu sampai diketok palu oleh tiga jenis pengadilan yakni Pengadilan Negeri Sampang memvonis Tajul  Muluk hukuman penjara 2 tahun karena menodai agama, melanggar pasal 156a. Lalu Tajul Muluk naik banding ke pengadilan Tinggi Surabaya, divonis 4 tahun penjara karena terbukti menodai agama. Kemudian ia mengajukan kasasi dan putusannya, kasasi ditolak MA, maka tetap Tajul Muluk wajib menjalani hukuman 4 tahun penjara. Jadi jelas-jelas syiah telah terbukti sesat bahkan menodai agama (Islam).  Lihat ini https://www.nahimunkar.org/kejahatan-syiah-dari-mazdak-hingga-tajul-muluk-sampang
  4. Apabila masih ada yang berkilah bahwa itu hanya Tajul Muluk saja, sedang syiah yang lainnya di Indonesia ini tidak begitu, maka coba lihat bagaimana Jalaluddin Rakhmat dengan konco-konconya dari Ijabi bahkan didukung pula oleh penghalal homseks Musdah Mulia membela syiah sampang dengan “menyerang” MUI dalam dialog di tv kompas Senin malam (16/9 2013). Hingga ada surat terbuka untuk presiden mengenai kasus itu.

Juga silakan  lihat link ini Kasasi Tajul Muluk Ditolak MA: Bukti Ajaran Syiah Menodai Agama.https://www.nahimunkar.org/syiah-terbukti-menodai-agama/

 ۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١ [سورة المائدة,٥١]

  1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [Al Maaidah:51]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 12.555 kali, 1 untuk hari ini)