Ilustrasi:Anis Baswedan (paling kanan) foto bersama dalam acara haul (peringatan ulang tahun kematian) ke 10 Nurcholish Madjid diselenggarakan oleh Universitas Paramadina & Nurcholish Madjid Society di Jakarta, Aug 2015./foto konfrontasi.com.


Apakah kiprah Anies Baswedan berimplikasi positif terhadap dominasi umat Islam (Muslim – Sunni) di Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, dan syariat, atau sebaliknya bernilai negatif hanya tameng kelompok minoritas?

Dalam sebuah Hadith, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ ”

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” [HR Ahmad, Abu Dawood, dan Al-Tirmidhi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam SilsilahAsh-Shahihah, no. 927]

Anies Baswedan lebih antusias menunjukkan simpati terhadap Shiah, memberi panggung di Yayasan Paramadina. Pada saat yang sama menunjukkan ke khalayak permusuhan terhadap Wahabbi. Menurut dia, Syiah ‘lebih Islam’ dari Wahabi, Mungkin lingkungan sehari-hari Anies bersama tokoh-tokoh pegiat Syiah.

Ia menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik perguruan tinggi di Indonesia pada 2007 saat usia 38 tahun menjadi Rektor Universitas Paramadina yang didirikan oleh tokoh Liberal, Nurcholish Madjid.

Coba dipikir, apakah mungkin yang anti-Liberal bisa diangkat jadi Rektor Universitas Paramadina? Kalau mantan Rektor Universitas Paramadina yang dibicarakan ini punya karya yang membantah keyakinan sangat rusak yang disebarkan Nurcholish Madjid, baru Anda boleh bilang bahwa dia walau bekas Rektor Paramadina namun jelas menentang faham Nurcholish Madjid.

Selama tidak punya bukti bahwa dia menyanggah kesesatan yang diusung Nurcholish Madjid dengan lembaga itu sebagai wadah penyebarannya, maka dia berarti sama atau menyetujui, atau mendiamkannya. Sedangkan mendiamkan kemunkaran secara umum (apalagi menyangkut aqidah sesat seperti itu), peringatan Allah Ta’ala cukup keras: Allah melaknat orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab, karena mereka membiarkan kemunkaran terjadi di tengah mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

{ لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78) كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ} [المائدة: 78، 79]

“Telah dilaknat orang-orang kafir dari bani Israil melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain tidak saling melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selali mereka perbuat itu.” [QS Al-Ma’idah: 78-79]

Ini menunjukkan bahwa membiarkan kemunkaran dan kemaksiatan adalah salah satu sifat orang-orang yang dilaknat Allah.

ust-hartono

Mengenai pendapat Nurcholish Madjid bahwa Iblis kelak masuk surga dan surganya tertinggi, kesesatan faham itu dan bantahannya (yang menjelaskan betapa lontaran Nurcholish Madjid itu tidak sesuai Islam) telah ditulis di buku, ‘Menangkal Bahaya JIL (Jaringan Islam Liberal) dan FLA (Fiqh Lintas Agama) oleh Hartono Ahmad Jaiz, Penerbit Pustaka Al-Kautsar-resmi.

Bagaimana tidak sesat? Iblis jelas tidak akan masuk surga, kok malah disebut akan masuk surga dan surganya tertinggi. Itu bertentangan secara nyata dengan ayat Quran:

{ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ (} [ص: 85]

“Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.” [QS Sad (surah)/ 38:85]

Jelaslah, Allah pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis Iblis dan seluruh orang-orang yang mengikuti Iblis. Maka siapapun yang melontarkan pendapat bahwa Iblis kelak akan masuk surga dan surganya tertinggi, itu jelas menentang Qur’an.

Ketika seseorang dipercaya jadi rektor suatu lembaga/perguruan tinggi yang didirikan oleh pentolan yang pendapatnya sangat bertentangan dengan Qur’an, maka secara nalar tentu telah diakui bahwa rektor yang diangkat itu fahamnya sejalan dengan pentolan yang bertentangan dengan Qur’an itu. Karena justru lembaga atau perguruan tinggi itu diadakan justru untuk memasarkan faham yang telah diyakini pendirinya.

Ketika kemudian mantan rektor Paramadina yang jelas untuk penyebaran pemahaman pendirinya yang sangat bertentangan dengan Islam itu kemudian diangkat jadi Calon Gubernur DKI Jakarta 2017, maka sangat wajar banyak orang yang menyebut Jakarta akan dipimpin orang Liberal.

Harwanto Nugroho-; Muhammad Tamrin

Via FB Harwanto Nugroho

*Judul dan teks ayat serta hadits oleh nahimunkar.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 33.465 kali, 2 untuk hari ini)