Anies Kalah Soal Reklamasi, PT TUN Tunduk ke 9 Naga & Uang tak Berseri

 

  • “Pengadilan terbeli kepentingan aseng di ibu kota,” kata Naufal sebagaimana dikutip dari Suaranasional.com (15/5/2020).
  • “Keberadaan pulau reklamasi makin memudahkan orang-orang China masuk ke Indonesia tanpa dokumen resmi. Mereka membangun komunitas di pulau reklamasi dengan aturan sendiri dan tanpa bisa diintervensi oleh negara,” terangnya.
  • Bukan hanya itu, dilanjutkannya reklamasi di pantai utara Jakarta merupakan penjajahan baru terhadap bangsa Indonesia.
  • keputusan tersebut merugikan bangsa dan negara dan sarat kepentingan taipan pendompleng penguasa.

 

IDTODAY.CO – Aktivis Muhammadiyah Moh Naufal Dunggio menyatakan, kekalahan Anies Baswedan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PT TUN) soal reklamasi di pantai utara Jakarta menjadi indikasi kuat pengadilan tunduk ke 9 naga dan uangnya tak berseri.

 

“Pengadilan terbeli kepentingan aseng di ibu kota,” kata Naufal sebagaimana dikutip dari Suaranasional.com (15/5/2020).

Naufal berpendapat, keputusan PT TUN untuk melanjutkan reklamasi di pantai utara Jakarta memunculkan negara dalam negara.

“Keberadaan pulau reklamasi makin memudahkan orang-orang China masuk ke Indonesia tanpa dokumen resmi. Mereka membangun komunitas di pulau reklamasi dengan aturan sendiri dan tanpa bisa diintervensi oleh negara,” terangnya.

Bukan hanya itu, dilanjutkannya reklamasi di pantai utara Jakarta merupakan penjajahan baru terhadap bangsa Indonesia.

“Kedaulatan bangsa terancam dan tinggal di ujung tanduk,” tegas Naufal.

Naufal menegaskan bahwa Anies Baswedan akan mendapatkan dukungan penuh dari rakyat apabila melakukan perlawanan hukum terhadap keputusan PT TUN tersebut.

“Rakyat akan mendukung Anies melawan keputusan PT TUN yang menguntungkan 9 Naga itu,” kata Naufal.

Iapun dibuat heran dengan kebijakan presiden Jokowi yang menaikkan iuran BPJS dan jelas-jelas melanggar putusan Mahkamah Agung, tapi kenapa malah Anies Baswedan yang dipaksa tunduk pada keputusan PT TUN.

 

Padahal, menurutnya, keputusan tersebut merugikan bangsa dan negara dan sarat kepentingan taipan pendompleng penguasa.

“Ini negara aneh, hukum hanya tunduk kepada penguasa,” pungkasnya.[Brz]

 

Nasrullah

IDTODAY.CO, Mei 16, 2020

***

Seram! Masuk dari Belawan, Imigran China Sudah Kuasai 97% Pesisir

Posted on 10 November 2016

by Nahimunkarcom


Save Indonesia


POJOKSUMUT.com, MEDAN– Indonesia harus bercermin dari Tibet. Sejak 700 tahun lalu, China sangat berbaik hati sama Tibet. Dengan gaya yang terkesan santun, China membantu Tibet dalam membangun infrastruktur.

Proyek dikerjakan militer China, yang dikirim ke Tibet sebagai pekerja pada proyek-proyek investasi pembangunan kereta api, jalan dan lain-lain.

“Namun, pada saat yang sudah ditentukan para pekerja itu mengeluarkan senjata mereka menodong polisi dan tentara, sampai akhirnya peradaban di Tibet hancur.”

“Negaranya hancur sampai sekarang, dan mereka dalam kekuasaan China,” kata pengamat kebijakan publik Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 18/7).

Dengan pola yang sama, Amir Hamzah melihat hal ini juga sedang dijalankan China di Indonesia kini. Selain berinvestasi di Indonesia, investor China juga telah menyelundupkan para militer China ke Indonesia dengan dalih tenaga kerja proyek.

Dan kini, daerah pesisir Indonesia, dari Pelabuhan Belawan Bagian Timur Sumatera kemudian masuk ke Banten, sampai akhirnya sampai ke Surabaya, sekitar 97 persen telah dikuasai oleh China.

“Dan tidak mustahil apartemen-apartemen tempat-tempat tertentu di pesisir pantai itu mereka gunakan sebagai tempat persembunyian mereka untuk mengintai perairan Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian, katanya, di Sulawesi Tengah ada Pabrik Nikel yang cukup besar, yang bahkan dari 6.700 pegawai 5.000 di antaranya merupakan pegawai dari China. Belum lagi di Banten dan di Katapang.

“Nah, coba bayangkan itu, jika sebagian besar di antara mereka adalah Militer China yang sekarang banyak menyamar menjadi tenaga kerja di Indonesia dan tiba saatnya nanti mereka akan mengeluarkan senjata dan menodong tentara Indonesia.”

“Yang akhirnya militer kita akan hancur, polisi juga hancur, dan negara kita juga akan hancur,” tegas Amir mengingatkan.

(sfj/rmol/jpg/sdf)

Sumber: sumut.pojoksatu.id/ Selasa, 19 Juli 2016

https://www.nahimunkar.org/seram-masuk-belawan-imigran-china-sudah-kuasai-97-pesisir/

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 1.365 kali, 1 untuk hari ini)