ilustrasi foto yesmuslim

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga S Uno kembali mempertegas sikapnya terkait saham minuman keras di wilayah kepemimpinannya.

Tanpa takut kehilangan sumber pendapatan daerah, Anies-Sandi menegaskan akan tetap melepas saham minuman haram itu.

“Pasti dilepas. Pasti.” kata Anies di Cibubur, seperti dilansir Detik pada Ahad (8/4/18).

Pernyataan Anies ini setelah dirinya melakukan pembicaraan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno pekan lalu.

Anies-Sandi beserta pihak-pihak yang terlibat sedang merumuskan mekanisme pelepasan saham minuman keras jenis bir.

“Kami akan siapkan prosesnya.” lanjut Anies.

Janji Kampanye Ditunaikan

Anies-Sandi dinilai banyak pihak sebagai pemimpin yang menepati janji kampanye. Dalam tiga bulan kepemimpinannya, keduanya telah melaksanakan lebih dari 30% janji kampanye.

Seperti penutupan Hotel Alexis, ground breaking hunian DP 0 rupiah, pembangunan stadion untuk Persija Jakarta, dan janji kampanye lainnya.

Pelepasan saham minuman haram ini juga merupakan salah satu janji kampanye pasangan calon yang didukung PKS, Gerindra, dan PAN dalam pilkada DKI Jakarta tahun 2017 demi melindungi generasi muda dan warga Jakarta dari minuman haram yang merusak otak dan kesehatan juga ruhani. [Tarbawia]

www.tarbawia.net Om Pirman April 08, 2018

***

Sejarah Saham DKI di Perusahaan Bir PT Delta Djakarta

Jakarta – Kepala Bidang Badan Usaha Milik Daerah Badan Penanaman Modal dan Promosi DKI Jakarta Riyadi menyebutkan saham DKI di PT Delta Djakarta sebesar 26,25 persen.

Jumlah itu merupakan gabungan dari 23,34 persen saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 2,91 persen milik BP IPM Jaya, yang juga berada di bawah naungan pemerintah DKI.

Sejarah:
1932: Perusahaan produsen bir ini berdiri dengan nama Archipel Brouwerij NV. Kemudian perusahaan milik pengusaha Jerman ini dibeli perusahaan Belanda, lalu berganti nama menjadi NV De Oranje Brouwerij.

1967: Saham perusahaan bir ini diserahkan ke pemerintah DKI Jakarta berdasarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing Nomor 1 Tahun 1967.

1970: Resmi menggunakan nama PT Delta Djakarta.

1984: Mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia untuk membiayai ekspansi.

1990: Perusahaan bir asal Filipina, San Miguel, masuk ke Delta.

1997: Fasilitas produksi bir dipindahkan, dari Jakarta Utara ke Bekasi, Jawa Barat.

Pemegang Saham:
– San Miguel Malaysia (L), Private Limited: 58,33 persen
– Pemerintah DKI Jakarta: 23,34 persen
– BP IPM Jaya: 2,91 persen
– Masyarakat: 15,42 persen

Produk:
– Anker Bir
– Anker Stout
– San Mig Light
– San Miguel Pale Pilsen
– Carlsberg
– Kuda Putih
– Sodaku

Dividen PT Delta Djakarta yang diterima pemerintah DKI:
– 2014 : Rp 50,448 miliar
– 2013 : Rp 48,346 miliar
– 2012 : Rp 46,244 miliar

Erwan Hermawan | Linda Hairani | Evan Pdat

Sumber: metro.tempo.co

(nahimunkar.org)

(Dibaca 975 kali, 1 untuk hari ini)