• Bahaya dan ancaman nasional hari ini adalah ISIS.  Sudah tidak ada lagi bahaya Ahmadiyah, tidak ada bahaya Syiah Ghulat dan Rafidhah, tidak ada bahaya  Ahmadiyah, tidak ada bahaya Baha’i, tidak ada bahaya  NII KW9 Az Zaitun, dan tidak ada lagi bahaya aliran-aliran sesat lainnya. Aliran sesat satu-satunya hari ini adalah ISIS. Bahkan bahaya pemurtadan sudah tidak ada lagi.

  • Padahal menurut seorang perwira bintang dua dari Mabes Polri, beliau mendapatkan data bahwa pemurtadan terhadap umat Islam hari ini adalah 2,7 juta muslim per tahun pindah ke Kristen. Oh itu bukan bahaya. Bahaya satu-satunya hanyalah baiat segelintir orang kepada ISIS, walaupun dilakukan oleh kakek yang sudah tak berdaya di dalam sel di LP Nusa Kambangan! Inilah anomali isu ISIS. Bahaya Komunis sudah tidak ada dan bahaya Liberal sudah tidak ada….

Walau kabarnya ISIS sudah musnah, sudah hilang, karena telah berubah menjadi Khilafah Islamiyyah atau Daulah Islamiyyah sejak 1 Ramadhan 1435H, anehnya pada tanggal 1 Syawwal justru berita ISIS ini meledak di Indonesia setelah diungkap Kepala BNPT Ansyad Mbai bahwa ISIS ini berbahaya. Entah yang mengomando siapa, SBY segera rapat kabinet untuk mem-follow up pernyataan Mbai itu dan merumuskan kebijakan nasional melarang ISIS sebagai ancaman keamanan di Indonesia.

Opo tumon? Kata orang Jawa. Mujahidin ISIS di Irak yang tidak pernah tahu tentang Indonesia membahayakan keamanan Indonesia?  Lagi pula Mujahidin ISIS itu lagi sibuk dengan perjuangan menghadapi AS dan bonekanya di Irak.  Apa bisa mengintervensi Indonesia? Lebay banget.  Bukankah sms salah seorang jenderal dari kubu pilpres kepada jenderal lain di kubu lainnya bahwa bila MK memenangkan Prabowo kita akan perang adalah ancaman yang nyata.

Karena ditayangkan  di TV setiap hari tentang bahaya ISIS, maka berlakukah kata-kata Hitler kebohongan seribu kali bisa menjadi kebenaran.  Anehnya TV One dan Metro TV yang pada saat pilpres beritanya selalu bertentangan dan terlihat sangat tidak obyektif alias memihak kubu masing-masing, kini mereka bersatu dalam opini melawan ISIS. Ratusan awak media yang meliput seminar Tolak ISIS di Kementerian Agama, Sabtu (9/8) memberikan gambaran bahwa pengarahan opini menolak ISIS ini sungguh sangat serius.
Yang paling banyak menangguk keuntungan dalam hingar bingar opini dan deklarasi menolak ISIS ini adalah BNPT.  Senyum simpul menyembul dari mulut Ketua BNPT Ansyad Mbai setelah melihat dukungan penuh dari Ketua Umum MUI Din Syamsuddin untuk melawan teroris ISIS ini. Kata Ansyad, Polri selalu menghitung ekses dari tindakannya: misalnya kalau mau menangkap seseorang yang dihitung kyai mana yang akan membela yang bersangkutan. Dengan dukung full dari MUI dan Ormas Islam, BNPT dan Densus akan leluasa melakukan poenangkapan-penangkapan.

Dalam sesi dengan pembicara KH. Ma’ruf Amien, salah seorang peserta Seminar di Kemenag menanyakan apakah status ISIS ini sudah difatwa MUI sebagai aliran sesat atau teroris?  KH. Ma’ruf mengatakan belum, cuma MUI sudah melihat keburukan perilaku ISIS di Irak.  Mengenai pendukung ISIS di sini apakah mereka teroris menunggu aparat.  Padahal aparat keamanan yang menangani teoris, Densus 88, sering salah tangkap. Kasus penangkapan Nanto dkk., pemuda masjid yang sedang bagi-bagi daging Idul Qurban sebagai teroris merupakan contoh nyata.  Karena desakan FUI, MUI, dan media massa akhirnya Nanto dkk dilepaskan. Juga dalam forum seminar tersebut Ansyad kepleset –atau memang info Ansyad tidak valid–menyebut LDII sebagai salah satu Islammainstream. Padahal masyarakat Indonesia, khususnya para aktivis pergerakan Islam tahu bahwa LDII adalah metamorfosa dari aliran sempalan Islam Jamaah yang pernah dilarang Kejaksaan Agung.

Akibat hiruk pikuk anti ISIS ini, terjadi keganjilan yang luar biasa.  Sebelum pernyataan MUI dan Ormas Islam menolak ISIS (7/8), sebelum Kemenag mengadakan silaturrahim dan seminar menolak ISIS (9/8), sejumlah aliran sesat seperti Ahmadiyah dan Syiah bersama orang-orang non Islam menolak ISIS (4/8) bahkan dalam acara tersebut kabarnya Jalaluddin Rahmat menyebut MUI sebagai pendukung ISIS. Orang-orang Aliran Sesat dan orang kafir anti Islam kini bisa membusungkan dada mereka untuk memusuhi setiap gerakan Islam yang dianggap ISIS, pendukung ISIS, atau bahkan mungkin sekedar mirip ISIS. Aliran Bahai (berasal dari klaim kenabian seorang pemuda kelahiran Iran bernama Bahaullah) yang mirip dengan Ahmadiyah (ada juga yang menyatakan seperti Syiah Ghulat) pun sudah berani tampil, bahkan di depan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, meminta diakui sebagai agama resmi di Indonesia.  Saya ingatkan jenderal-jenderal TNI/polri yang hadir di Kemenag (9/8) agar melarang kelompok aliran sesat mendeklarasikan penolakan ISIS. Itu justru aneh dan kontra produktif. Masyarakat awam akan menilai, kalau begitu ISIS benar dong, sebab ditolak oleh aliran-aliran sesat dan kaum kafir. Saya juga ingatkan pak Kyai Makruf dan pimpinan ormas-ormas Islam, aneh dong MUI kok satu barisan dengan Ahmadiyah yang sudah difatwa sesat oleh MUI, kok sama-sama menolak ISIS? Ada apa gerangan? Juga kalau ternyata ISIS mendapatkan dukungan rakyat Irak dan menang dalam berbagai pertempuran di sana lalu menjadi Negara yang merdeka dan berdaulat, malu dong kita yang hari ini buru-buru menyebut ISIS sesat dan teroris? Padahal pemerintah Malaysia dan Turki tidak negatif kepada ISIS.

Apa boleh buat, genderang ISIS berbahaya sudah ditabuh, bebarapa orang yang kedapatan membawa bendera ISIS atau terkait mendukung ISIS juga sudah ditangkap.  Maka bahaya dan ancaman nasional hari ini adalah ISIS.  Sudah tidak ada lagi bahaya Ahmadiyah, tidak ada bahaya Syiah Ghulat dan Rafidhah, tidak ada bahaya  Ahmadiyah, tidak ada bahaya Bahai, tidak ada bahaya  NII KW9 Az Zaitun, dan tidak ada lagi bahaya aliran-aliran sesat lainnya. Aliran sesat satu-satunya hari ini adalah ISIS. Bahkan bahaya pemurtadan sudah tidak ada lagi.  Padahal menurut seorang perwira bintang dua dari Mabes Polri beliau mendapatkan data bahwa pemurtadan umat Islam hari ini adalah 2,7 juta muslim per tahun pindah ke Kristen. Oh itu bukan bahaya. Bahaya satu-satunya hanyalah baiat segelintir orang kepada ISIS, walaupun dilakukan oleh kakek yang sudah tak berdaya di dalam sel di LP Nusa Kambangan! Inilah anomali isu ISIS. Bahaya Komunis sudah tidak ada dan bahaya Liberal sudah tidak ada. Wallahua’lam! (KH Muhammad Al Khaththath, Sekjen FUI) si online, Senin, 18/08/2014 16:26:15
***
Ingatlah pengadilan di Akherat kelak

الْيَوْمَ تُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (17) وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ (18) يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ (19) وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَقْضُونَ بِشَيْءٍ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

17. pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.
18. berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya.
19. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.
20. dan Allah menghukum dengan keadilan. dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha melihat. (QS Al-Mukmin (Ghafir)/40: 17-20).
Ratapan di Akherat di antaranya harta dan kekuasaan telah musnah tidak dapat menebus siksa neraka sama sekali.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26) يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29) خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (30) ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ (31) ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (32) إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ (33) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (34) [الحاقة/25-34]

25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).
26. dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
27. Wahai kiranya kematian Itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
29. telah hilang kekuasaanku daripadaku.”
30. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.
31. kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
32. kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
33. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Maha besar.
34. dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. (QS Al-Haaqqah/69: 25-34).
(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.269 kali, 1 untuk hari ini)