Bukti Lagi, Orang Paramadina Yang Rektornya Jadi Menteri pun Kini Nggebuki Jokowi

Inilah beritanya.
***

Islamedia.co –  “Jokowi selalu benar dan luput dari kesalahan” itulah klaim yang bukan hanya diamini oleh para pendukungnya, namun juga dipraktikan sendiri oleh Jokowi apabila mendapatkan kritik dari pihak lain.

Kebiasaan anti kritik Jokowi terus berlanjut hingga dirinya duduk sebagai presiden, Jokowi dinilai sebagai presiden yang pandai menyalahkan pihak lain. Di saat dirinya mendapat kritikan, Jokowi membalas menyerang dengan mengkritik.

Dalam akun facebooknya, Jokowi menjawab kritikan terkait dirinya yang tidak berkomunikasi dengan DPR terkati kartu sakti yang sudah lama dipromosikannya.

“Lha, kalau harus lapor dulu ke DPR, lapor kemana? ketemu siapa? ke komisi yang mana? alat kelengkapan dewan-nya mana? … Apa saya harus menunggu terus..?” tulisnya.

Sebelumnya, Jokowi juga berkomentar kurang santun terkait penyerangan terhadap kantor berita TV One yang dilakukan pendukungnya dari massa PDIP.

Bukannya berkomentar yang sejuk, justru Jokowi yang ketika itu masih capres, ikut memanaskan situasi. Jokowi mengatakan tidak memiliki kontrol penuh atas tindakan para relawan ataupun simpatisan meski dalam setiap kesempatan kampanye, dia mengaku selalu mengingatkan relawan agar selalu sabar.

“Tapi kan medianya ikut bantu manas-manasin. Salah sendiri manas-manasin. Makanya jangan ikut manas-manasin. Jangan sekali-kali salahkan relawan,” kata Jokowi saat konferensi pers di Bandung.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyatakan semua ini adalah gambaran betapa buruknya komunikasi politik Jokowi. “Ini harus diperbaiki,” imbuhnya.[republika/islamedia]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.737 kali, 1 untuk hari ini)