– Jum’at 14 Juli 2017
• Sebuah insiden yang mengakibatkan tewasnya 3 orang Palestina dan 1 orang polisi Israel.
• Israel menutup masjid Al Aqsa.
• Sholat jum’at ditiadakan untuk pertama kalinya dalam 48 tahun

– Sabtu 15 Juli 2017
• Masjid Al Aqsa tetap ditutup

– Ahad 16 Juli 2017
• Masjid Al Aqsa kembali dibuka, tetapi tentara Israel memasang alat pendeteksi logam dan kamera keamanan di sekitar komplek Masjid meskipun di bawah hukum Internasional pihak Israel tidak memiliki wewenang terhadap komplek tersebut.
• Warga Palestina menolak untuk memasuki komplek Masjid Al Aqsa untuk memprotes melawan kebijakan baru tersebut. Mereka percaya jika mereka ikuti aturan tersebut artinya mereka menerima kebijakan Israel tersebut.

– Senin 17 Juli 2017
• Pembatasan keamanan tetap berada di komplek Masjid Al Aqsa dan warga Palestina tetap melangsungkan protes dengan melaksanakan sholat di luar komplek Masjid Al Aqsa.

– Selasa 18 Juli 2017
• Seorang Imam Masjid Al Aqsa, Syaikh Ikrima Sabri ditembak oleh pasukan Israel, ketika mereka berusaha membubarkan para jama’ah dengan paksa.

– Rabu 19 Juli 2017
• Pembatasan keamanan tetap berada di komplek Masjid Al Aqsa dan warga Palestina tetap melangsungkan protes dengan melaksanakan sholat di luar komplek Masjid Al Aqsa.

– Kamis 20 Juli 2017
• Diskusi antara perwakilan wilayah Palestina dengan pihak Israel gagal.
Pimpinan negosiator pihak wilayah Palestina menjelaskan kepada Middle East Eye: “Detektor logam tidak ada urusannya sama sekali dengan keamanan. Hal itu hanyalah permainan politik mereka saja untuk menekan warga Palestina agar melepaskan haknya atas Al Aqsa.”

– Jum’at 21 Juli 2017
• Seluruh dunia melancarkan protes melawan kebijakan yang dipaksakan oleh Israel tersebut. Mohammad Sharaf yang berusia 18 tahun dibunuh oleh warga pendatang selama protes berlangsung di Yerusalem Timur.

Sumber: Ilmfeed.com
Diterjemahkan oleh @indridri

Via Fb Ina Zaenal Fadli

(nahimunkar.com)

(Dibaca 663 kali, 1 untuk hari ini)