Foto: Muslim Uighur ditindas Cina/Kiblat


Sejumlah pengungsi Muslim #Uyghur dan #Kazakh yang kini menyelamatkan diri ke Turki menceritakan kisah horor yang mereka alami ketika pernah ditahan di kamp konsentrasi pemerintah #China di #Turkistan Timur atau yang dikenal dengan nama Wilayah Otonomi Uyghur #Xinjiang. Saat diwawancara oleh media #Turki, GZT, mereka mengungkapkan adanya upaya persekusi yang teramat kejam terhadap Muslim yang dilakukan oleh pemerintah China.Uyghur adalah etnis Turk yang mendiami wilayah Turkistan Timur sejak berabad-abad lamanya, yang kemudian diganti namanya oleh pemerintah China di masa Dinasti Qing, dengan nama Xinjiang. Uyghur masih serumpun dengan saudara-saudaranya di Asia Tengah dan Turki. Dahulu mereka adalah mayoritas, namun kini mereka tinggal 45% dari keseluruhan populasi penduduk, setelah terjadi perpindahan etnis Han secara besar-besaran. Secara agama, budaya dan ekonomi mereka didiskriminasi oleh pemerintah China.Pemerintah China menolak tuduhan adanya kamp konsentrasi dan mengatakan bahwa itu adalah tempat training vokasional biasa. Saat ini belum ada satupun pemerintah Muslim yang mengecam tindakan zalim China tsb.Sumber: GZT, Yeni SafakFollow Us: Islam News Update

Gepostet von Care Ummah am Donnerstag, 31. Januar 2019

Sejumlah pengungsi Muslim #Uyghur dan #Kazakh yang kini menyelamatkan diri ke Turki menceritakan kisah horor yang mereka alami ketika pernah ditahan di kamp konsentrasi pemerintah #China di #Turkistan Timur atau yang dikenal dengan nama Wilayah Otonomi Uyghur #Xinjiang. Saat diwawancara oleh media #Turki, GZT, mereka mengungkapkan adanya upaya persekusi yang teramat kejam terhadap Muslim yang dilakukan oleh pemerintah China.

Uyghur adalah etnis Turk yang mendiami wilayah Turkistan Timur sejak berabad-abad lamanya, yang kemudian diganti namanya oleh pemerintah China di masa Dinasti Qing, dengan nama Xinjiang. Uyghur masih serumpun dengan saudara-saudaranya di Asia Tengah dan Turki. Dahulu mereka adalah mayoritas, namun kini mereka tinggal 45% dari keseluruhan populasi penduduk, setelah terjadi perpindahan etnis Han secara besar-besaran. Secara agama, budaya dan ekonomi mereka didiskriminasi oleh pemerintah China.

Pemerintah China menolak tuduhan adanya kamp konsentrasi dan mengatakan bahwa itu adalah tempat training vokasional biasa. Saat ini belum ada satupun pemerintah Muslim yang mengecam tindakan zalim China tsb.

Sumber: GZT, Yeni Safak
Follow Us: Islam News Update

Via FB Care Ummah

(nahimunkar.org)

(Dibaca 201 kali, 1 untuk hari ini)