Secara umum, jin bisa mencuri dan mengambil harta manusia dan itu bisa dilakukan oleh jin berulang-ulang kali. Dan hal itu sebagaimana yang tertera dalam hadits Abu Hurairah -radhiyallahu anhu- yang mana harta kaum muslimin dicuri oleh jin berulang-ulang sebanyak tiga kali. Simak hadits di bawah ini dengan teliti dari awal hingga akhir:

عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال: وكلني رسول الله صلى الله عليه وسلم بحفظ زكاة رمضان، فأتاني آت فجعل يحثو من الطعام فأخذته، وقلت: والله لأرفعنك إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: إني محتاج، وعلي عيال ولي حاجة شديدة، قال: فخليت عنه، فأصبحت، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: يا أبا هريرة، ما فعل أسيرك البارحة، قال: قلت: يا رسول الله، شكا حاجة شديدة، وعيالا، فرحمته، فخليت سبيله، قال: أما إنه قد كذبك، وسيعود، فعرفت أنه سيعود، لقول رسول الله صلى الله عليه وسلم إنه سيعود، فرصدته، فجاء يحثو من الطعام، فأخذته، فقلت: لأرفعنك إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: دعني فإني محتاج وعلي عيال، لا أعود، فرحمته، فخليت سبيله، فأصبحت، فقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا أبا هريرة، ما فعل أسيرك، قلت: يا رسول الله شكا حاجة شديدة، وعيالا، فرحمته، فخليت سبيله، قال: أما إنه قد كذبك وسيعود، فرصدته الثالثة، فجاء يحثو من الطعام، فأخذته، فقلت: لأرفعنك إلى رسول الله، وهذا آخر ثلاث مرات، أنك تزعم لا تعود، ثم تعود قال: دعني أعلمك كلمات ينفعك الله بها، قلت: ما هو؟ قال: إذا أويت إلى فراشك، فاقرأ آية الكرسي: {الله لا إله إلا هو الحي القيوم}، حتى تختم الآية، فإنك لن يزال عليك من الله حافظ، ولا يقربنك شيطان حتى تصبح، فخليت سبيله، فأصبحت فقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما فعل أسيرك البارحة، قلت: يا رسول الله، زعم أنه يعلمني كلمات ينفعني الله بها، فخليت سبيله، قال: ما هي، قلت: قال لي: إذا أويت إلى فراشك فاقرأ آية الكرسي من أولها حتى تختم الآية: {الله لا إله إلا هو الحي القيوم}، وقال لي: لن يزال عليك من الله حافظ، ولا يقربك شيطان حتى تصبح – وكانوا أحرص شيء على الخير – فقال النبي صلى الله عليه وسلم: أما إنه قد صدقك وهو كذوب، تعلم من تخاطب منذ ثلاث ليال يا أبا هريرة، قال: لا، قال: ذاك شيطان

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu anhu-, beliau berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- telah menjadikan aku wakil untuk menjaga makanan zakat ramadhan (zakat fithri). Maka ada yang mendatangiku dan dia mencuri makanan, kemudian aku tangkap dia. Dan aku berkata:  “Aku akan angkat perkaramu kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-. Maka dia berkata: “Sesungguhnya aku adalah orang yang membutuhkan, dan aku memiliki keluarga dan kebutuhan yang mendesak”. Maka aku lepaskan dia. Dan di pagi hari, Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- bertanya: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” (Rasulullah mengetahui perkara ini karena wahyu). Maka aku berkata: “Wahai Rasulullah, dia mengeluh akan kebutuhan yang mendesak dan tanggungan keluarga, maka aku mengasihaninya dan aku biarkan dia pergi”. Rasulullah pun bersabda: “Sesungguhnya dia berdusta kepadamu dan dia akan mengulanginya lagi”. Maka aku pun mengetahui bahwasanya dia akan kembali karena sabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- yang mengabarkan bahwa dia akan kembali. Maka aku pun berjaga-jaga di malam hari, ternyata dia datang dan kembali mencuri makanan, maka aku tangkap dia. Maka aku berkata: “Aku akan angkat perkaramu kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-“. Maka dia berkata: “Bebaskan aku, aku adalah orang yang membutuhkan  dan aku memiliki keluarga. Aku tidak akan mengulanginya kembali”. Maka aku pun kembali mengasihaninya dan aku membebaskannya. Dan di pagi hari Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku berkata: “Wahai Rasulullah, dia mengeluh akan kebutuhan yang mendesak dan kebutuhan keluarga. Maka aku mengasihaninya dan aku pun membebaskannya”. Maka Rasulullah pun bersabda: “Dia telah berdusta kembali kepadamu dan dia akan mengulanginya”. Maka akupun berjaga-jaga untuk yang ketiga kalinya dan ternyata dia datang kembali dan mencuri makanan. Maka aku tangkap dia, dan aku berkata: “Aku akan mengangkat perkaramu kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-, dan yang ketiga kali ini adalah yang terakhir bagimu. Engkau telah berjanji untuk tidak mengulanginya ternyata engkau pun kembali mengulanginya”. Dia pun langsung berkata: “Biarkan aku memberitahumu beberapa kalimat yang mana Allah akan memberimu manfaat dengan kalimat-kalimat itu”. Maka aku bertanya: “Apa itu?” Diapun berkata: “Jika engkau telah beranjak menuju kasurmu, maka bacalah ayat kursi ‘Allahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyuum’ hingga engkau menyelesaikan ayat itu. Maka engkau akan terus dilindungi oleh penjaga dari Allah. Dan syaithan tidak bisa mendekatimu hingga pagi hari”. Maka aku pun membebaskannya. Dan ketika di pagi hari, Rasulullah bersabda: “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku berkata: “Wahai Rasulullah, dia memberitahu kepadaku beberapa kalimat yang mana Allah akan memberikan manfaat untukku dengan kalimat tersebut. Kemudian aku membebaskannya”. Rasulullah berkata: “Kalimat apa itu?” Aku berkata: “Dia berkata kepadaku: Jika engkau telah beranjak menuju kasurmu maka bacalah ayat kursi dari awal sampai engkau menyelesaikan ayat tersebut, ‘Allahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyuum’. Dan dia melanjutkan: Engkau akan selalu memiliki penjaga dari Allah. Dan syaithan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari”. Maka nabi -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Ketahuilah bahwasanya dia jujur kepadamu dalam masalah itu saja, namun aslinya dia adalah pendusta (selalu berdusta). Apakah engkau tahu siapa yang engkau ajak biacara selama tiga malam terakhir wahai Abu Hurairah?” Aku berkata: “Tidak tahu”. Rasulullah bersabda: “Dia adalah syaithan”. (HR. Bukhari no. 2311)

Dari hadits ini dapat kita ambil beberapa kesimpulan:

1- Jin bisa mencuri harta kaum muslimin dan itu bisa dilakukan oleh jin berkali-kali dan berulang-ulang. Ibnu Hajar Al-Asqalani -rahimahullah- berkata ketika menjelaskan hadits ini:

وأن الجن يأكلون من طعام الإنس وأنهم يظهرون للإنس لكن بالشرط المذكور وأنهم يتكلمون بكلام الإنس وأنهم يسرقون ويخدعون

“Dan bahwasanya jin juga makan dari makanannya manusia dan mereka juga bisa menjelma kepada manusia dengan syarat yang telah disebutkan tadi. Dan mereka juga bisa berbicara dengan perkataan manusia dan bahwasanya mereka juga mencuri dan menipu” (Fath Al-Baari 4/489)

Sehingga jin pun seperti manusia, ada di antara mereka yang shalih dan ada pula yang fajir (fasiq). Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Jin:

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

Dan diantara kami (jin) ada yang shalih dan ada yang tidak seperti itu. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda” (QS. Al-Jinn: 11)

2- Apakah jin bisa mencuri dari celengan yang tertutup atau brankas yang dikunci? Hal ini telah disabdakan oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-:

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما، يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:إذا كان جنح الليل، أو أمسيتم، فكفوا صبيانكم، فإن الشياطين تنتشر حينئذ، فإذا ذهب ساعة من الليل فحلوهم، فأغلقوا الأبواب واذكروا اسم الله، فإن الشيطان لا يفتح بابا مغلقا، وأوكوا قربكم واذكروا اسم الله، وخمروا آنيتكم واذكروا اسم الله، ولو أن تعرضوا عليها شيئا، وأطفئوا مصابيحكم

Dari Jabir bin Abdillah -radhiyallahu anhuma-, Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Jika malam telah datang, atau kalian berada di penghujung sore (maghrib), maka tahanlah anak-anak kalian untuk tidak keluar rumah karena syaithan menyebar ketika itu. Dan jika telah lewat beberapa saat dari malam hari, maka kalian boleh melepaskan anak-anak kalian. Dan tutuplah pintu-pintu dengan menyebut bismillah, sesungguhnya syaithan tidak akan bisa membuka pintu yang tertutup. Dan tutuplah bejana kalian dan ucapkanlah bismillah. Dan tutuplah wadah-wadah kalian dan ucapkanlah bismillah walau kalian hanya meletakkan sesuatu di atasnya. Dan matikanlah lampu rumah kalian” (HR. Bukhari 5623)

Ibnu Hajar -rahimahullah- menjelaskan hadits ini dengan berkata:

أن ذكر اسم الله يحول بينه وبين فعل هذه الأشياء ومقتضاه أنه يتمكن من كل ذلك إذا لم يذكر اسم الله ويؤيده ما أخرجه مسلم والأربعة عن جابر رفعه إذا دخل الرجل بيته فذكر الله عند دخوله وعند طعامه قال الشيطان لا مبيت لكم ولا عشاء وإذا دخل فلم يذكر الله عند دخوله قال الشيطان أدركتم

Bahwasanya mengucapkan bismillah akan menghalangi jin dari berbuat hal-hal tersebut (yang disebutkan dalam hadits). Dan konsekuensinya adalah bahwa jin mampu melakukan hal ini semua jika tidak diucapkan nama Allah. Dan hal ini dikuatkan oleh riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dan imam empat (Abu Daud, At-Tirmidzi, An-nasa’i, Ibnu Majah) dari Jabir secara marfu’: “Jika seseorang masuk ke dalam rumahnya dan dia mengucapkan bismillah ketika masuk rumah dan ketika makan, maka syaithan berkata kepada kawan-kawannya: ‘Kalian tidak memiliki tempat bermalam dan makan di sini’. Dan jika dia masuk rumah namun tidak mengucapkan bismillah ketika masuk, maka syaithan berkata: ‘Kalian mendapatkannya’”. (Fath Al-Baari 11/87)

Hal ini juga disebutkan oleh ibnu Taimiyyah -rahimahullah-:

فإنّ الجن قد يخبرون بما يأكله بعض الناس، وبما يدّخرونه، لكن الشياطين إنما تتسلط على من لا يذكر اسم الله؛ كالذي لا يذكر اسم الله إذا دخل، فيدخلون معه، وإن لم يذكر اسم الله إذا أكل، فإنهم يأكلون معه.  وكذلك إذا ادّخر شيئاً، ولم يذكر اسم الله عليه، عرفوا به، وقد يسرقون بعضه، كما جرى هذا لكثيرٍ من الناس

“Sesungguhnya jin terkadang mengetahui apa yang dimakan oleh sebagian orang dan apa yang ditabung oleh mereka. Namun syaithan mampu melakukan hal ini kepada orang-orang yang tidak mengucapkan bismillah. Seperti orang yang tidak mengucapkan bismillah ketika masuk rumah, maka para jin akan masuk bersamanya. Dan jika dia tidak mengucapkan bismillah ketika makan, maka mereka akan makan bersamanya. Begitupula jika dia menabung sebuah harta dan tidak mengucapkan bismillah maka jin mengetahuinya dan terkadang dia menucuri sebagian uang itu sebagaimana ini terjadi pada banyak orang” (An-Nubuwwaat 2/1022)

Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- juga berkata:

فإذا قالوا أو كتبوا ما ترضاه الشياطين أعانتهم على بعض أغراضهم إما تغوير ماء من المياه وإما أن يحمل في الهواء إلى بعض الأمكنة وإما أن يأتيه بمال من أموال بعض الناس كما تسرقه الشياطين من أموال الخائنين ومن لم يذكر اسم الله عليه وتأتي به وإما غير ذلك. وأعرف في كل نوع من هذه الأنواع من الأمور المعينة ومن وقعت له ممن أعرفه ما يطول حكايته؛ فإنهم كثيرون جدا

“Jika mereka berkata atau menulis yang diinginkan oleh syaithan, maka syaithan akan membantu mereka untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan, seperti tahan menyelam dalam air dengan waktu yang lama, atau dibawa terbang ke udara menuju sebagian tempat, atau syaithan datang membawa harta dari sebagian harta orang sebagaimana seyaithan mencuri dari harta orang-orang yang berkhianat atau orang-orang yang tidak menyebutkan bismillah atas simpanannya. Dan aku mengetahui segala macam hal ini secara spesifik dan apa yang terjadi pada orang-orang yang aku kenal yang mana cerita mereka begitu panjang. Sesungguhnya mereka itu banyak” (Majmuu’ Fataawaa Ibni Taimiyyah 19/35)

Sehingga, sangat mungkin jin mencuri uang dari brankas atau celengan jika ketika memasukkan uangnya tidak mengucapkan bismillah. Maka ucapkanlah selalu bismillah ketika menyimpan uang kita ke dalam brankas atau celengan.

3- Beberapa hal agar jin tidak mencuri harta kita dan tidak masuk ke dalam rumah kita.

  1. Ucapkanlah bismillah ketika masuk rumah. Dan ini sebagaimana yang sudah kita sebutkan dalam hadits-hadits di atas bahwa jin tidak bisa masuk ke dalam rumah yang mana pintunya ditutup dengan bismillah.
  2. Rajin membaca ayat kursi terutama ketika hendak tidur. Hal ini sebagaimana yang telah kita paparkan dalam hadits utama pada tema ini.
  3. Rajin membaca surat Al-Baqarah di rumah. Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

Sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah(HR. Muslim no. 780)

  1. Rajin dzikir pagi dan sore. Karena dzikir pagi sore adalah benteng terkuat untuk menjaga pribadi seorang muslim dan semua yang berkaitan dengannya, baik agamanya, atau akhlaknya, atau masalah harta dan dunianya.

Di antara dzikir pagi sore itu adalah:

 اللهم إني أسألك العافية في الدنيا والآخرة، اللهم إني أسألك العفو والعافية في ديني ودنياي وأهلي ومالي

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu pengampunan dan keselematan pada agamaku, duniaku, keluargaku, serta hartaku(HR. Abu Daud no. 5074: Shahih sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albani)

4- Semisal semua hal ini sudah dilakukan, namun tetap tidak nyaman tinggal di rumah itu karena beberapa harta masih terasa berhilangan, maka boleh baginya untuk pindah menuju rumah yang lebih baik.

Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

عن أنس بن مالك، قال: قال رجل يا رسول الله: إنا كنا في دار كثير فيها عددنا، وكثير فيها أموالنا، فتحولنا إلى دار أخرى فقل فيها عددنا، وقلت فيها أموالنا فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ذروها ذميمة

Dari Anas bin Malik, ada seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dulu tinggal di sebuah rumah yang mana jumlah anggota keluarga kami selalu bertambah dan harta kami pun selalu bertambah pula. Kemudian kami pindah ke rumah lain, ternyata jumlah anggota kami semakin sedikit dan harta kamipun semakin sedikit pula”. Maka Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Tinggalkan rumah itu dalam keadaan tercela(HR. Abu Daud no. 3924; Hasan sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albani)

Wallahu a’lam. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.478 kali, 2 untuk hari ini)