Apakah Menteri Agama dan Mendag akan Menyusul Imam Nahrawi?

 


 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga berurusan dengan lembaga antirasuah.

 

Menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi sebagai tersangka dugaan penggelapan dana hibah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 

 

Tidak hanya Imam, dua menteri Jokowi lainnya yaitu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga berurusan dengan lembaga antirasuah. Apakah Enggartiasto dan Lukman Hakim akan berujung menjadi tersangka KPK?

 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Enggartiasto diperiksa KPK terkait kasus gratifikasi politisi Golkar Bowo Sidik Pangarso, yang merupakan anggota Komisi VI DPR. KPK menggeledah ruang kerja dan rumah politisi Nasdem dan menyita dokumen perdagangan gula pada 29 April 2019.

 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Mantan Ketum PPP Muchammad Romahurmuziy (Rommy) didakwa menerima uang Rp 325 juta terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama. Dia didakwa menerima suap bersama-sama Menag Lukman Hakim Saifuddin.

“Terdakwa Muchammad Romahurmuziy selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara yakni selaku anggota DPR periode 2014-2019 yang diangkat berdasarkan keputusan Presiden nomor 92/P tahun 2014 sekaligus selaku ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersama-sama dengan Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama RI periode 2014-2019,” kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Uang Rp 325 juta itu disebut terkait dengan pemilihan Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Rommy dan Lukman disebut jaksa melakukan intervensi langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris Hasanudin tersebut.

Rommy sendiri sudah menjadi tersangka dan sudah ditahan oleh KPK. Pada 18 Maret 2019, KPK juga menemukan uang senilai Rp180 juta dan 30 ribu dolar AS di ruang kerja Lukman Hakim.

Triaji

https://m.bizlaw.id
Sabtu, 21 September 2019 – 15:13 WIB

 

(nahimunkar.org) 


 

(Dibaca 3.143 kali, 1 untuk hari ini)