Mudahnya mengatakan goblok terhadap orang lain, tampaknya menjangkit di suatu kelompok tertentu. Bukan hanya ketua umum kelompok tertentu itu yang jadi berita heboh karena ucapan-ucapannya yang menggoblok-goblokkan orang, menyangkut agama pula.

Ternyata gejala yang memprihatinkan itu justru menular sampai ke tingkat santri NU. Dan itu justru menunjukkan jati dirinya bahwa dia tidak tahu kalau dirinya itu tidak tahu.

Inilah berita dan sorotannya.

***

Santri NU Ini Tegaskan Orang Shalat Berdasarkan Al Quran itu Goblok

24/10/2015 in News

goblok00012

Seorang santri Nahdlatul Ulama (NU) bernama Muhammad Khoiron membuat pernyataan kontroversi di akun pribadi Twitter-nya.

Pada tuitnya tersebut Muhammad Khoiron menyatakan,kalau orang shalat berdasarkan Al Quran itu GOBLOK!.

“Orang yang shalat berdasarkan Al Quran itu goblok,” kicau @MohKhoiron.

Alhasil pernyataan Mohammad Khoiron tersebut menimbulkan bantahan dari banyak netizen dunia maya.

Berikut berapa komentar balasan dari tuit @mohkhoiron

“perintah sholat ada di al quran, contoh sholatnya ada di hadits. Ngeri ah bahasanya mas @MohKhoiron” @melani_lela

“dia >> @MohKhoiron << kan senangnya bermain kata, mbak @melani_lela … untuk menyesatkan orang2.”, @onya

“@MohKhoiron ga usah pake goblok jg kali,yg mas maksud tata cara pelaksanaannya? Klo itu yg dimaksud emg ga ada di qur’an,tp adanya di hadis”, @Agnes Christianto

http://suaranasional.com/

***

Bandingkan dengan apa yang ada di Kitab Hadits Shahih Muslim ini:

صحيح مسلم (3/ 1678)

120 – (2125) حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ – وَاللَّفْظُ لِإِسْحَاقَ -، أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: «لَعَنَ اللهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ، وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ، وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ» قَالَ: فَبَلَغَ ذَلِكَ امْرَأَةً مِنْ بَنِي أَسَدٍ يُقَالُ لَهَا: أُمُّ يَعْقُوبَ وَكَانَتْ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ، فَأَتَتْهُ فَقَالَتْ: مَا حَدِيثٌ بَلَغَنِي عَنْكَ أَنَّكَ لَعَنْتَ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ، وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ، فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: «وَمَا لِي لَا أَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ وَهُوَ فِي كِتَابِ اللهِ» فَقَالَتِ الْمَرْأَةُ: لَقَدْ قَرَأْتُ مَا بَيْنَ لَوْحَيِ الْمُصْحَفِ فَمَا وَجَدْتُهُ فَقَالَ: ” لَئِنْ كُنْتِ قَرَأْتِيهِ لَقَدْ وَجَدْتِيهِ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا} [الحشر: 7] ” فَقَالَتِ الْمَرْأَةُ: فَإِنِّي أَرَى شَيْئًا مِنْ هَذَا عَلَى امْرَأَتِكَ الْآنَ، قَالَ: «اذْهَبِي فَانْظُرِي»، قَالَ: فَدَخَلَتْ عَلَى امْرَأَةِ عَبْدِ اللهِ فَلَمْ تَرَ شَيْئًا، فَجَاءَتْ إِلَيْهِ فَقَالَتْ: مَا رَأَيْتُ شَيْئًا، فَقَالَ: «أَمَا لَوْ كَانَ ذَلِكَ لَمْ نُجَامِعْهَا»

Abdullah bin Mas’ud r.a berkata, “Allah Ta’ala melaknat wanita-wanita bertato dan yang minta ditato, dan melaknat wanita-wanita yang mencabut bulu wajah dan yang minta dicabut bulunya, serta melaknat wanita-wanita yang mempangkur giginya agar kelihatan indah dan menarik, yang merubah ciptaan Allah SWT.”

Beliau selanjutnya berkata, ”Ucapan dan perkataan itu didengar oleh seorang wanita dari Bani Asad. Orang menyebutnya dengan nama Ummu Ya’qub. Pada waktu itu ia sedang membaca Alquran. Mendengar itu ia datang ke Abdullah bin Mas’ud untuk bertanya, ”Hadits apa yang sampai kepadaku tentang pelaknatanmu terhadap wanita-wanita yang bertato dan minta ditato, juga wanita-wanita yang minta dicabut bulu wajahnya serta wanita-wanita yang mempangkur giginya yang merubah-rubah ciptaan Allah Ta’ala?” Dijawab oleh Abdullah bin Mas’ud dengan ucapan, ”Kenapa tidak? Rasulullah saw sendiri juga melaknat mereka, dan hal itu ada di dalam Alquran.”

“Tetapi aku tidak mendapatinya (menemukanya) padahal aku sendiri sudah membaca dari awal sampai akhir halaman mushaf,”jawab si wanita dengan sedikit menantang.

Abdullah bin Mas’ud dengan tenang menjawab, “Kalau sekiranya engkau teliti engkau pasti akan menemukan ayat itu. Bukankah Allah aza wajalla berfirman,

{وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا} [الحشر: 7] “

“Dan apa-apa yang diperintahkan kepada kalian oleh Rasul (Muhammad), maka ambilah dan laksanakanlah serta apa-apa yang dilarang olehnya maka jauhilah (tinggalkanlah).” (QS Al-Hasyr: 7).

Si wanita tadi bertanya lagi, ”Rasa-rasanya istrimu ada juga.” “Boleh dilihat di dalam,” kata Abdullah.

Kemudian si wanita itu masuk ke dalam, ternyata ia tidak melihat apa-apa pada diri istri Abdullah bin Mas’ud. Maka kembali lagi ia ke Abdullah dan berkata, ”Aku tidak melihat apa-apa.” Perkatan itu dijawab oleh Abdullah bin Mas’ud dengan tegas, ”Kalau ada, tentu aku tidak akan mengggaulinya.” (HR Muslim 2125)

***

Dalam Al-Quran ditegaskan:

مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدۡ أَطَاعَ ٱللَّهَۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ عَلَيۡهِمۡ حَفِيظٗا ٨٠ [سورة النساء,٨٠]

Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka [An Nisa”80]

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan:

تفسير ابن كثير ت سلامة (2/ 363)

يُخْبِرُ تَعَالَى عَنْ عَبْدِهِ وَرَسُولِهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَنَّهُ مَنْ أَطَاعَهُ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَاهُ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ، وَمَا ذَاكَ إِلَّا لِأَنَّهُ مَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى، إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى.

Siapa yang mentaati Rasul saw maka sungguh ia telah mentaati Allah, dan siapa yang memaksiatinya maka sungguh telah bermaksiat kepada Allah.

Dari penjelasan itu, ketika Umat Islam shalat mengikuti yang diajarkan Rasulullah saw berarti shalatnya itu berdasarkan Al-Qur’an. Karena Al-Quran lah yang jadi landasan untuk mengikuti Rasulullah saw tersebut. Sebagaimana apa yang disebutkan oleh  Abdullah bin Mas’ud: “Kalau sekiranya engkau teliti engkau pasti akan menemukan ayat itu. Bukankah Allah azza wajalla berfirman,

{وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا} [الحشر: 7] “

“Dan apa-apa yang diperintahkan kepada kalian oleh Rasul (Muhammad), maka ambilah dan laksanakanlah serta apa-apa yang dilarang olehnya maka jauhilah (tinggalkanlah).” (QS Al-Hasyr: 7).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.785 kali, 1 untuk hari ini)