Sumber Foto : www.annasindonesia.com


(DR. Abdul Aziz al-Tharifi, Ulama dan Muhaddits Muda)

Jika dilihat dari sisi amal ibadah, maka Syi’ah Rafidhah pada hakikatnya adalah “Watsaniyyun/Penyembah Berhala”. Meski mereka mengaku Islam. Sama seperti Kuffar Quraisy yang mengaku menganut agama Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, tetapi menyembah berhala. Maka klaim mereka tidak ada gunanya. Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menerima klaim mereka. Begitu pula klaim Syi’ah sebagai ummat Nabi Muhammad, namun amal ibadahnya menyalahi sunnah beliau.

Orang-orang Syi’ah mengelilingi kuburan, berhaji ke kuburan, berdo’a kepada penghuninya, nama-nama para Imam lebih sering diucapkan daripada Asmaul Husna, mereka memohon “Ya Husein, Ya ‘Ali. Mereka berdoa’a kepada para Imam, meyakini bahwa para Imam maksum, dan bahwa mereka mendengar permohonan sama seperti Allah.

Saya berpendapat -Wallahu A’lam- bahwa kesyirikan mereka lebih dalam dan lebih dahsyat dari kesyirikan kuffar Quraisy. Dengan amal perbuatan ini mereka bukanlah bagian dari Islam, walau mengklaim beragama Islam. Afiliasi mereka ke agama Islam tidak diterima, sebagaimana klaim kuffar Quraisy beragama Nabi Ibrahim tidak diterima.

Klaim saja tidak bisa diterima, sebab jika klaim bisa jadi landasan kebenaran seseorang, maka Fir’aun juga berada dalam kebenaran, karena ia mengaku berada di atas kebenaran, dan ia juga mengaku Tuhan Yang Maha Tinggi.

Adapun orang-orang yang berkata bahwa “SUNNI-SYI’AH BERSAUDARA!”, sesungguhnya pernyataan tersebut disebabkan beberapa hal; Jahil/tidak mengerti syari’at, tidak mengetahui hakikat sebenarnya ibadah mereka(Syi’ah), atau disebabkan takut dan lemah yang menimpa umat Islam.

Barat sengaja mencipakan slogan “Taqarub/pendekatan Sunni-Syi’ah” supaya Syi’ah bisa diterima, setelah diterima dan eksis di beberapa negara, mereka berubah menjadi mesin pembunuh sebagaimana terjadi di Irak dan Bumi Syam. Setelah itu slogan “Persaudaraan Sunni-Syi’ah” pun langsung lenyap.

Barat mendukung Syi’ah bukan karena suka kepada mereka, tetapi karena mereka bisa dijadikan alat untuk menghadang perkembangan Islam yang hak.

Via FB Dukung MUI Keluarkan Fatwa Syi’ah Sesat Dan Haram Di Indonesia – 22 September pukul 2:25

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.241 kali, 1 untuk hari ini)