JAKARTA, suaramerdeka.com –Arab Saudi dikabarkan menawarkan Abu Dis, sebuah kota dekat Yerusalem Timur, untuk menjadi Ibu Kota Palestina. Penawaran tersebut terkait prakarsa perdamaian Israel-Palestina sebagai alternatif jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Berdasarkan kesepakatan Oslo, Abu Dis dikategorikan sebagai wilayah B, yang dikelola bersama Israel dan Otoritas Palestina.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman seperti dilansir dari situs New York Times mengajukan proposal tersebut saat kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Riyadh bulan lalu.

Menurut proposal itu, Arab Saudi akan mendapatkan wilayah yang bersebelahan di Tepi Barat dan Jalur Gaza di mana mereka memiliki kedaulatan parsial. Sedangkan permukiman Israel di Tepi Barat tetap dipertahankan.

Namun Arab Saudi menampik kabar tersebut. Proposal itu tidak memberikan hak bagi pengungsi Palestina dan keturunannya yang tinggal di negara lain untuk kembali ke Israel.

Menurut New York Times, Arab Saudi memberi waktu dua bulan bagi Abbas untuk menanggapi tawaran tersebut.

Namun Presiden Mahmoud Abbas tampaknya menolak hal tersebut dan menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina.

Situs berita Al Araby melaporkan rencana itu digagas oleh Amerika Serikat. Agustus lalu, Trump mengirim delegasi AS ke Timur Tengah dipimpin penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner.

Selama pembicaraan, pejabat Palestina tampak berang dan bahkan menyebut tim Kushner sebagai penasihat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pada Oktober, Kushner melakukan kunjungan rahasia ke Arab Saudi sebelum pergi ke Israel untuk membahas proses perdamaian Timur Tengah. Sebulan kemudian Presiden Mahmoud Abbas tiba di Arab Saudi dan menemui Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Pejabat Eropa, Arab dan Palestina yang mendengar pembicaraan Abbas di Riyadh menyatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menawarkan wilayah bersebelahan di Tepi Barat dimana Palestina memiliki kedaulatan terbatas.

Baik Arab Saudi maupun Gedung Putih membantah kabar yang dilansir New York Times tersebut. Arab Saudi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen pada inisiatif Perdamaian Arab 2002. Kesepakatan perdamaian itu mencakup sebuah negara Palestina dengan perbatasan yang disepakati pada 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.

(CNN /CN19)

Sumber : suaramerdeka.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.397 kali, 1 untuk hari ini)