AFP PHOTO / FADI AL-HALABI Warga menggali kuburan untuk jenazah korban dari dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Rabu (5/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.


RIYADH, KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi, Jumat (7/4/2017), menyatakan, negara kerajaan mendukung penuh serangan udaraAmerika Serikat ke pangkalan militer Suriah.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan, negara kerajaan itu mendukung penuh operasi militer AS yang menarget basis militerSuriah.

Operasi itu “sebagai tanggapan atas penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah yang menyasar warga sipil tak berdosa,” kata  pejabat kementerian kepada kantor berita negara, SPA.

Pejabat kementerian mengatakan, hanya harus menyalahkan dirinya sendiri karena “kejahatan keji seperti itu sebenarnya telah dilakukan selama bertahun-tahun terhadap rakyat Suriah.

Menurut dia, Presiden AS Donald Trump telah “berani” mengambil tindakan nyata yang tegas di saat “masyarakat internasional gagal untuk meredam laju tindakan keji rezim (Suriah).”

Militer AS telah melancarkan serangan tiba-tiba dengan 60 rudal tomahawk ke Suriah pada Kamis (6/4/2017) malam waktu setempat dan menjadi serangan langsung pertama AS kepada rezim Suriah.

Selain itu, serangan itu juga menjadi perintah militer paling dramatis pertama yang diambil Trump sejak memegang jabatan sebagai Presiden AS.

Sebanyak 60 peluru kendali tomahawk menghantam kawasan pangkalan udara Shayrat, di wilayah tenggara Provinsi Homs, yang ditembakkan dari dua kapal perang AS di Laut Mediterania.

Serangan terukur yang menyasar pesawat, gudang senjata, menara pengawas, dan fasilitas pertahanan udara milik militer Suriah ini, dikabarkan menewaskan setidaknya empat orang.

Pejabat AS di Washington DC mengungkapkan, aksi tersebut merupakan pembalasan atas serangan senjata kimia mengerikan, terhadap warga sipil di sana.

Sebelumnya, Trump yang melihat foto-foto anak-anak tewas dalam serangan kimia, menyebut aksi tersebut sebagai aib bagi kemanusiaan dan melanggar banyak batasan.

EditorPascal S Bin Saju

SumberAFP/Reuters/AP,/ internasional.kompas.com Kompas.com – 07/04/2017, 14:01 WIB

***

Amerika Luncurkan 59 Rudal ke Suriah Pasca Serangan Bom Kimia

Jakarta, GATRAnews – Amerika Serikat meluncurkan 59 rudal jarak jauh ke wilayah Suriah setelah serangan bom kimia oleh militer Suriah yang menewaskan setidaknya 86 orang termasuk 27 anak-anak di Provinsi Idlib, Suriah Rabu lalu.

Serangan rudal Tomahawk menargetkan Pangkalan Udara Shayrat di Homs, pada Jumat (7/4) dini hari.

Seperti dikutip dari Al Jazeer, Kamis (7/4), Presiden Amerika Donald Trump memerintahkan pasukannya untuk menggempur markas-markas pasukan pemerintah Presiden Bashar Al Assad sebagai respon atas serangan kimia mematikan yang membunuh warga sipil.

Trump dalam keterangannya pada Kamis malam mengungkapkan Amerika mempunyai kepentingan untuk mencegah penggunaan senjata kimia.

Reuters melaporkan, rudal Amerika ditembakkan dari sejumlah kapal perang Angkatan Laut AS, seperti USS Porter dan USS Ross, yang siaga di Laut Mediterania.

Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  / gatra.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.591 kali, 1 untuk hari ini)