JEDDAH: Arab Saudi menduduki peringkat ketiga tempat teraman di dunia, berkat bencana alam yang lebih sedikit dan usaha yang terus menerus oleh pemerintah dalam hal kesehatan, keamanan dan infrastruktur.

Arab News melaporkan (4/8), Institut Lingkungan dan Keamanan Manusia di Universitas PBB (The Institute for Environment and Human Security), dalam laporan baru-baru ini, menempatkan Kerajaan Saudi sebagai negara ketiga yang paling aman dan nyaman  setelah Malta dan Qatar.

AS peringkat 116, sedangkan negara-negara paling berbahaya di dunia termasuk Vanuatu dan Tonga, Filipina, Guatemala dan Bangladesh.

Menurut situs berita Amerika, TakePart, bencana alam seperti kebakaran, tsunami dan gempa bumi mengurangi proporsi penilaian orang yang hidup dalam keamanan dan keselamatan.

Para peneliti di Institut tersebut  baru-baru ini mengeluarkan sebuah studi menganalisis bencana di 171 negara dan resiko yang dimilikinya.

Manajer proyek penelitian, Peter Myuk, mengatakan survei memperhitungkan semua isu  tentang lingkungan dan aspek alam dan manusia, serta infrastruktur di banyak negara, kemampuan untuk memberikan keamanan bagi warga negara, dan kemampuan untuk memberikan bantuan segera saat  terjadi bencana tertentu.

Menurut hasil penelitian, Vanuatu, Tonga, Filipina, Guatemala dan Bangladesh sebagai  lima negara paling berbahaya untuk hidup di.

Tiga belas negara, dari 15, dengan tingkat keamanan yang rendah terletak di benua Afrika, dan ini dapat dikaitkan dengan tingkat pembangunan yang  rendah.

Vanuatu dan Tonga sering  menderita sering gempa dan gunung berapi, menjadikan penurunan tingkat keselamatan mereka.

Sedang negara-negara kaya mendapat peringkat tinggi pada daftar, karena infrastruktur yang baik, bantuan pangan yang lebih besar dan pengembangan telekomunikasi, listrik, air limbah, air dan layanan lain yang orang butuhkan.

Australia mendapat  peringkat 121 dalam daftar karena terlanda  banjir sepanjang tahun; sama rendah peringkat adalah Jepang, yang menderita bencana alam tapi menanggulangi  tantangan dengan teknik bangunan modern.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa negara-negara seperti Liberia (56), Zambia (66) dan Afrika Tengah (71) menderita  kurangnya kesehatan dan sumber daya kesehatan,   ambulan dan pelayanan medis.

Sumber: duniatimteng.com/Muhammad Zulifan, September 5, 2016

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 2.613 kali, 1 untuk hari ini)