Arab Saudi pun Umumkan Hari Raya Idul Adha 1442H Jatuh pada 20 Juli 2021


twitter @Hajministry

Jemaah Haji di depan Ka’bah.

Arab Saudi Pun Umumkan Hari Raya Idul Adha 1442H Jatuh Pada 20 Juli 2021

 

MEKKAH – Akhirnya kerajaan Arab Saudi mengumumkan Hari Raya Idul Adha 1442 H atau Idul Adha 2021 jatuh pada 20 Juli 2021.

Keputusan itu sama dengan hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia dan keputusan PP Muhammadiyah.

Dilansir dari kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), seperti dilansir Alarabiya, Minggu (11/7/2021), otoritas setempat memutuskan hari Arafah akan akan jatuh pada Senin (19/7/2021).

“Idul Adha akan jatuh pada hari berikutnya, pada hari Selasa,” menurut SPA dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Arab Saudi Umumkan Idul Adha Jatuh Pada 20 Juli,

 

Komite penentuan hari raya mengatakan bulan tidak terlihat pada Jumat malam (9/7/2021). Dengan begitu Sabtu (10/7/2021) akan melengkapi 30 hari bulan Hijriah.

Di Arab Saudi, hari raya Idul Adha atau hari raya haji merupakan hari libur nasional guna memperingati hari nabi Ibrahim bersedia mengorbankan anaknya sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah.

Dirayakan satu hari setelah ibadah haji berakhir.

Pada tahun ini, penyelenggaran ibadah haji merupakan kedua kalinya dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pada bulan Juni, otoritas Saudi mengumumkan membatasi jemaah yang akan menunaikan ibadah haji, yakni dibatasi hingga 60.000 orang yang sudah tinggal di wilayah Kerajaan Saudi.


Para pekerja membersihkan area sekitar Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Sabtu 1/8/2020), atau sehari sebelum hari terakhir pelaksanaan ibadah haji. (AFP)

 

Tahun lalu, hanya sekitar 1.000 orang yang diizinkan menunaikan ibadah haji.

 

Tahun ini menandai ibadah haji kedua yang akan dilakukan dengan langkah-langkah pencegahan COVID-19 yang ketat.

Sebanyak 558.270 orang telah mengajukan permohonan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini dan Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan pada hari Jumat (9/7/2021) mengumumkan siapa yang lolos seleksi calon jemaah haji yang memenuhi syarat.

Kementerian mengatakan kandidat yang sukses terpilih mewakili 150 negara di dunia, tetapi mereka adalah dari dalam Kerajaan Saudi.

* Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Meskipun di tengah pandemi covid-19 yang belum berakhir, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan sudah sepenuhnya siap untuk musim haji tahun ini.

Seperti diketahui, Arab Saudi tetap menggelar ibadah haji 2021. Namun tahun ini ada perbedaan dengan penyelenggaraan haji sebelum pandemi. Sebab, jumlah jemaah terbatas dari warga negara dan Pendidik Kerajaan Arab Saudi saja.

Dikutip dari Arab News, Selasa (6/7/2021), Wakil Menteri Haji dan Umrah, Abdulfattah Mashat, juga menekankan penyelesaian semua pekerjaan untuk menyiapkan situs suci akan menuju rampung dalam beberapa hari mendatang.

“Kementerian Haji dan Umrah telah lama membuat rencana strategis dan operasional terkait kegiatan haji yang bekerjasama dengan lebih dari 30 entitas, dari berbagai sektor swasta, pemerintah dan keamanan,” ujarnya seperti dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Arab Saudi Tegaskan Kesiapan Terima Jemaah Haji 2021.

Namun karena pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan dan Haji mengumumkan pada awal bulan ini total 60.000 jemaah akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini karena pendaftaran hanya terbuka untuk warga negara dan penduduk Kerajaan.



Umat Muslim melakukan lempar jumrah dengan penerapan protokol kesehatan di Jembatan Jamarat, dalam rangkaian ibadah haji di Mina, Arab Saudi, Jumat (31/7/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat. (AFP/HANDOUT/SPA)

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di Radio Riyadh, Mashat mengatakan bahwa kediaman peziarah di situs-situs suci sudah siap, seperti halnya mengumpulkan titik-titik di sekitar Makkah. Ini adalah rencana terpadu untuk membuat musim haji tahun ini aman dan terlindungi.

Tenda-tenda jemaah di Arafat, serta fasilitas di Mina dan daerah lain di mana peziarah akan tinggal di Muzdalifah semuanya telah diperiksa.

 

“Lingkungan … tahun ini akan berbeda dengan musim haji sebelumnya. Ini akan menjadi lingkungan yang sehat, memastikan jaga jarak sosial antara jamaah selama seluruh perjalanan, kamp-kamp besar yang memungkinkan pergerakan udara terus menerus, sehingga menghilangkan risiko apa pun,” kata Mashat.

 

Dia mencontohkan, pemerintah Arab Saudi telah membuat jaringan transportasi terintegrasi yang menghubungkan semua situs terkait di seluruh wilayah.

 

“Akan ada bus yang mengangkut jemaah dari penginapan mereka … ke stasiun kedatangan,” katanya.

 

“Pihak berwenang saat ini sedang mengembangkan rencana akhir untuk transportasi dengan otoritas keamanan,… disertai dengan program kesadaran yang menyasar jemaah melalui ponsel pintar mereka atau melalui platform media sosial.”

 

Mashat mengatakan jemaah haji yang menunaikan ibadah haji musim ini belum pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya.

 

“Pada bulan Juni, Kementerian Haji dan Umrah mulai menerima permohonan. Kami menerimanya, dalam sepuluh hari, lebih dari 500.000 aplikasi, sementara jumlah kuota adalah 60.000.”

 

“Aplikasi-aplikasi itu disortir sesuai mekanisme tertentu seperti kesiapan jemaah secara fisik, dengan mempertimbangkan apakah mereka sudah menunaikan ibadah haji. Data ini juga dipilah oleh kelompok usia, dengan prioritas awalnya diberikan kepada mereka yang berusia di atas 50 tahun dari semua kewarganegaraan yang tinggal di Kerajaan.”

 

Para peziarah didistribusikan di 190 perusahaan yang menawarkan tiga paket. Mashat mengatakan jemaah haji terpilih akan mulai berdatangan pada 17 dan 18 Juli, dan bus yang biasa menampung 50 jamaah di masa lalu, kini akan menampung hanya 20 orang.

 

Dia menambahkan bahwa kartu pintar jemaah akan sangat penting selama mereka tinggal, memberi mereka informasi bantuan yang signifikan dan penyedia layanan. (Arab News/SPA/Alarabiya)

 

Ahad, 11 Juli 2021 15:07

BANJARMASINPOST.CO.ID, Editor: Anjar Wulandari

(nahimunkar.org)

(Dibaca 62 kali, 1 untuk hari ini)