Previous Post
Tweet about this on TwitterEmail this to someoneShare on Facebook
Read on Mobile

(Arsip) Mengenang 3.000 Muslim Uigur Dibantai China Komunis di Bulan Ramadhan

by , 6 Juni 2016

Inilah beritanya.

***

Pemerintah Cina Membantai 3.000 Muslim Uighur di Bulan Ramadhan

sharia.co.id – “Ini adalah tahun terakhir yang sama,” kata Tumturk. “Sekitar 3000 Uighur dibantai pada hari pertama puasa Ramadhan ketika mereka turun ke jalan memprotes larangan puasa,”terang Seyit Tumturk, Wakil Presiden Kongres Dunia untuk Uighur.

Selain melakukan pembantaian, pemerintah Cina juga melarang Muslim Xinjiang untuk berpuasa. Pelarangan Cina terhadap Kaum Muslim Xinjiang (Uighur) untuk berpuasa Ramadhan disebut Kongres Dunia untuk Uighur sebagai Perang Tanpa NamaTerhadap Muslim dan Islam.

“Tetapi dunia masih terus diam,” kata Wakil Presiden Kongres Seyit Tumturk kepada Anadolu Agency minggu ini.

Tumturk mengecam pemerintah Cina yang melarang Muslim Xinjiang baik dari kalangan sipil, pelajar dan guru untuk berpuasa.

Tokoh Cina Muslim ini menambahkan bahwa area Xinjiang yang didominasi Muslim itu adalah satu-satunya wilayah Muslim di dunia yang dilarang berpuasa Ramadhan.

Menurut laporan pemerintah, Restoran Halal di Jinghe County, dekat perbatasan Kazakhtan, didorong oleh petugas-petugas di sana untuk tetap buka selama Ramadhan.

Pembatasan agama ketat telah diperkenalkan di Maralbexi County, di mana pejabat partai (Komunis) dipaksa untuk memberikan jaminan lisan dan tulisan: “Menjamin mereka (kaum Muslim) tidak memiliki iman, tidak akan menghadiri kegiatan keagamaan dan akan memimpin jalan untuk tidak berpuasa selama Ramadan,”kata media Cina.

Pihak berwenang China memberlakukan pembatasan Uighur Muslim di wilayah barat laut Xinjiang setiap Ramadan.Awal pekan ini, International Union of Muslim Scholars (IUMS) mengecam pemerintah Cina yang melarang puasa selama bulan Ramadhan di kawasan Xinjiang yang didominasi Muslim dan mendesak negara Asia untuk menghormati agama Islam.

Aktivis Uighur menuduh China menentang dunia dengan “pembantaian” dan “tekanan psikologis” rakyat “Turkistan Timur” (Xinjiang). “China telah melaksanakan kebijakan asimilasi sistematis selama 66 tahun, ketika menginvasi Turkistan Timur,” kata Tumturk.

Ia menambahkan bahwa Beijing telah menindas Uighur selama beberapa dekade, mencegah mereka menjalankan agama dan budaya mereka, “sementara dunia tinggal diam.”

Sebelumnya pada bulan Desember 2014, pemerintah Cina melarang mengenakan jubah pakaian Islami di masyarakat di Urumqi, ibukota provinsi Xinjiang. Sebelumnya, pada tahun 2014 juga, Xinjiang dilarang menjalankan agama di gedung-gedung pemerintah, serta dilarang mengenakan pakaian atau logo yang terkait dengan ‘ekstremisme agama’.

Bulan Mei 2015 lalu, toko-toko Muslim dan restoran di sebuah desa di barat laut Xinjiang telah diperintahkan untuk menjual rokok dan alkohol.(*Onislam/iz) sharia.co.id – July 02, 2015

***

Ahok Meniru China Komunis yang Melarang Jilbab?

Ahok

Ahok/ foto rpblka

Inilah beritanya.

***

Keliru Ahok Larang Sekolah Wajibkan Jilbab

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Ramadhan adalah bulan pelatihan bagi umat Islam. Untuk itu, Dahnil menganggap jika ada sekolah yang mewajibkan siswi Muslimnya mengenakan jilbab selama Ramadhan adalah hal lumrah.

Lewat kebijakan tersebut, kata Dahnil, sekolah hendak melatih para siswinya menunaikan syariat Islam sebagai seorang Muslimah. “Keliru kalau Pak Ahok melarang usaha sekolah yang mewajibkan siswinya mengenakan jilbab saat Ramadhan, karena itu instrumen pelatihan untuk umat Islam,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (5/6).

Ahok menyatakan pelarangan tersebut lantaran pengenaan jilbab adalah panggilan iman dan dia tak ingin siswi Muslim terkesan ‘main-main’ memakainya. Dalam konteks ini, Dahnil meminta Ahok tak perlu mengajarkan pemahaman Islam.

“Yang harus dipahami itu adalah sebuah kewajiban dan instrumen latihan. Memang betul itu (pemakaian jilbab) adalah panggilan iman, tapi untuk anak-anak harus dilatih. Ada proses pendidikan dan pelatihan di sana,” jelas Dahnil.

Ahok menyampaikan larangan tersebut saat memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Sabtu (4/6). Ahok melarang sekolah-sekolah negeri memaksa siswinya mengenakan jilbab. Menurut dia, pemakaian kerudung adalah panggilan iman dan sekolah tidak bisa memaksanya.

Dia tidak ingin pemaksaan tersebut membuat siswi asal-asalan mengenakan kerudung. Larangan serupa sudah pernah Ahok terapkan saat menjadi Bupati Belitung Timur pada 2006 dimana 93 persen penduduknya mayoritas Muslim./republika.co.id – Ahad, 05 Juni 2016

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Damanhuri Zuhri

***

Intoleran, Cina Larang Muslimah Pakai Jilbab

Muslim Aigur di siksa

Muslimah di Xinjiang ditindak aparat (ilustrasi)

Urumqi (SI Online) – Pemimpin partai komunis di Kashgar Tiongkok telah membuat keputusan yang intoleran. Mereka melarang wanita Muslim untuk menggunakan jilbab. Hal ini dilakukan mereka sebagai cara untuk berperang melawan ekstremisme.

“Kami harus mengambil langkah ke depan sebagai sebuah negara modern yang sekuler,” ujar sekretaris partai dari kota Kashgar, Zeng Cun, Senin (9/3/2015).

Desember lalu, Cina juga telah melarang Muslim untuk memakai jubah panjang di depan umum di wilayah Urumqi, Xinjiang. Hukum di wilayah mayoritas Muslim ini dilakukan sebagai upaya Beijing untuk mengintensifkan kampanye melawan ‘ekstremisme religius’. Menurut mereka, kekerasan yang terjadi belakangan ini di Cina akibat dari kelompok Muslim di wilayah itu.

Karena telah diasingkan, kelompok Uighur dan aktivis hak asasi manusia mengatakan kebijakan represif pemerintah di Xinjiang itu termasuk kontrol yang berlebihan terhadap Islam. Menurutnya, kebijakan tersebut akan memicu kerusuhan.

“Kashgar secara tegas akan melawan terorisme terutama yang terjadi di wilayah itu,” kata Zeng.

Muslim Uighur merupakan minoritas yang berbahasa Turki di Cina. Lebih dari delapan juta orang menetap di wilayah Xinjiang barat laut.

Sebelumnya pada 2014, Xinjiang telah mendapat larangan untuk melakukan praktik agama di gedung-gedung pemerintahan. Mereka juga diminta untuk tidak mengenakan pakaian atau logo yang berhubungan dengan ekstremisme agama.

Pada bulan Agustus, kota Xinjiang Karamay Utara telah melarang pemuda berjenggot. Selain itu, para wanita dilarang mengenakan burqa atau cadar di bus umum. Polisi juga telah menggerebek toko pakaian wanita di provinsi itu yang kemudian menyita jubah panjang.

red: adhila
sumber: Onislam/RoL – Senin, 09/03/2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 955 kali, 1 untuk hari ini)
Next Post

Related Post

Mengenang 3.000 Muslim Uigur Dibantai China Komunis di Bulan Ramadhan
Inilah beritanya. *** Pemerintah Cina Membantai 3.000 Muslim Uighur di Bulan Ramadhan sharia.co.id – “Ini adalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *