Said Aqil Tampak Semakin Lebay Saja Menyikapi Aksi Damai 212

“Juga Ketua Umum PBNU Pusat itu menjelaskan, sikap pasca-aksi 1410, 411, dan 212 justru lebih penting. Karena ada rumor “lempar jumrah” yang mengancam keutuhan bangsa dan negara itu.

“NU harus turun untuk melakukan antisipasi “lempar jumrah” itu, karena yang terancam adalah bangsa dan negara, tapi akan kita rumuskan agar jangan sampai terjadi,” katanya.

Dalam acara yang dipandu Katib Aam PBNU KH Yahya Staquf dan juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj itu, Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar menyampaikan sikap PBNU dalam kasus penistaan Alquran justru lebih keras dari MUI.

“Kalau MUI menilai tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu menistakan Alquran dan ulama, maka PBNU justru menilai ada penistaan Alquran, ulama, dan umat Islam,” katanya dalam acara yang juga dihadiri Ketua PBNU H Saifullah Yusuf (Wagub Jatim).

Selain itu, katanya, tim Syuriah PBNU yang dipimpinnya juga sudah menjatuhkan sanksi administrasi kepada jajaran PBNU yang memiliki sikap berbeda dari syuriah. Namun sanksi diberikan bertahap, seperti relokasi dari syuriah ke tanfidziah atau dari syuriah ke a’wan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj menegaskan, PBNU belum menentukan sikap dan antisipasi pasca-aksi 212 itu. Namun PBNU akan berada di belakang konstitusi. “Kita sudah punya pengalaman bagaimana konflik horizontal pasca-penurunan Gus Dur dari kursi kepresidenan, karena itu kita akan berada di belakang konstitusi yang mengatur masa jabatan presiden itu memiliki batasan lima tahun,” katanya.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, sejumlah ulama pesantren se-Jatim meminta PBNU untuk melepaskan diri dari keterlibatan dalam Yayasan Peduli Pesantren Indonesia (YPPI), karena masyarakat NU di tingkat akar rumput justru menginginkan kemandirian ekonomi. Selain itu, jajaran syuriah NU se-Jatim juga meminta PBNU untuk mengupayakan tampilnya NU dalam mendorong perbaikan bangsa dan negara melalui “Kembali Pada UUD 1945”.

“Saya sependapat, kalau NU kembali ke Khittah 1926, maka Indonesia harus kembali ke Khittah 1945,” kata KH Ma’ruf Amin.

Red: Ilham

__________________________________________

Said Aqil Siradj memang dikenal sangat dekat hubungan dan ikatan batinnya dengan tokoh-tokoh Nasrani.

Ini terbukti sudah sejak lama Said Aqil menjalin kebersamaan dengan pihak gereja.

Sebuah langkah kemunafiqan yang diperagakan oleh Said Aqil Siradj di depan khalayak, jadi tidak heran jika lebih condong bela Ahok daripada bela Islam.

SAID AQIL TAMPAK SEMAKIN LEBAY SAJA MENYIKAPI AKSI DAMAI 212"Juga Ketua Umum PBNU Pusat itu menjelaskan, sikap…

Posted by Aswaja Garis Lurus on Thursday, December 8, 2016

Aswaja Garis Lurus

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.216 kali, 1 untuk hari ini)